
Tak lama kemudian,, mata Zehan mulai terpejam tanpa menunggu Alish keluar dari kamar mandi.
Alish keluar dari kamar mandi dan melihat Zehan sudah terlelap diatas selimut tebalnya. Jantung Alish kembali berdegup kencang karena mengingat perlakuan Zehan tadi.
Selama ini Alish selalu hidup sendiri dan tiba-tiba saja mendapat perhatian dan perlakuan yang sedikit romantis membuat dada Alish bergetar hebat. Perasaan yang selama ini belum pernah Alish rasakan.
Alish merebahkan tubuhnya diatas kasur lantainya sambil terus menatap kearah Zehan yang sudah tertidur lelap. Sesungguhnya dalam hati, Alish sangat mengagumi wajah Zehan yang sangat tampan. Berwajah oriental, mirip artis Mandarin. Apalagi kalau sedang tersenyum,, membuat jantung Alish jedag jedug.
" Aahhh,,, Ada apa denganku,,,? " jerit Alish dalam hati.
Tak lama Alish pun mulai memejamkan matanya. Dan dia pun tertidur, pergi menuju alam mimpi.
Zehan duduk diatas tanah tanpa beralaskan apapun. Zehan mendesah dengan kasar, seakan melepaskan semua kekesalannya. Tiba-tiba saja bahunya ditepuk oleh seorang pria.
" Hey,,, lagi ngapain loe disini,,? " tanya pria itu sambil duduk disamping Zehan.
Lagi-lagi Zehan hanya bisa menghela nafas panjang, tangannya memainkan sebuah rumput kecil. Wajahnya terlihat muram. Pria terlihat berusaha menghibur.

" Gue capek. Gue kesel. Dan kadang gue bingung sama ortu gue, sebenarnya gue anak kandung mereka apa bukan,? " keluh Zehan.
" Maksud loe apa ngomong begitu,,? Walaupun kita cuma sepupuan, tapi gue yakin kalau kedua ortu loe, sayang sama loe. " sahut pria itu setengah kesal.
" Cih,,, sayang,? Sayang dari mana,,? Loe tau sendiri kan, gue sekarang ada dimana,,? Dan ortu gue dimana,? Mereka selalu sibuk dengan kerjaan dan perusahaan mereka di Korea sana. Dan gue ditinggal disini dan cuma diurus sama pembantu. Gue anak mereka apa anak pembantu,,? " Zehan berdecih dan mengeluarkan semua kekesalannya.
__ADS_1
" Tapi mereka memberi loe banyak harta kan,? Gue bahkan iri sama loe. " ucap pria itu.
" Gue ga perlu harta,,!! Gue cuma perlu mereka ada disini nemenin gue. Memberikan gue kasih sayang. Cuma itu yang gue minta, PAHAM LOE,,,??!!! " bentak Zehan marah dan beranjak dari duduknya.
" Dah lah,, males gue ngomong sama loe. Lebih baik gue pergi. " lanjut Zehan seraya pergi dari tempat itu tanpa memperdulikan panggilan dari pria itu.
" Kak,,,!!! "
" Kak,,,!!! "
" Kak,,,!!! "
Panggil Alish membangunkan Zehan sambil menggoyangkan tubuh Zehan.
" Kak,,!! Bangun,,!! "
Panggil Alish lagi dengan suara lebih kencang.
Zehan tersentak dan bangun dari tidurnya langsung terduduk. Dadanya naik turun dan seperti terengah-engah.
" Kakak kenapa,,,? Mimpi buruk,,? " tanya Alish lagi.
Zehan tidak menjawab. Wajahnya terlihat lebih pucat dari biasanya. Raut mukanya tegang dan serius.
" Kakak kenapa,,? " tanya Alish lagi.
__ADS_1
Zehan menggeleng pelan.
" Aku tidak tau, itu tadi mimpi buruk atau apa, tapi yang jelas ada aku didalamnya. Entahlah,, sepertinya itu salah satu dari ingatanku dulu. Ada seseorang disana tapi wajahnya buram dan tidak jelas, tapi orang itu memanggilku Kakak. " jelas Zehan pelan.
Alish mengusap lembut lengan Zehan dan tersenyum.
" Sudahlah,,,. Jangan terlalu dipikirkan. Akan tiba saatnya nanti dimana Kakak akan bisa mengingat semuanya. Bersabarlah,,. " ujar Alish bijak.
Zehan mengangguk pelan dan menarik nafas pelan. Entahlah,, nafas atau bukan kan dia hantu,,, 😁😁
" Bangunlah. Aku sudah menyiapkan sarapan. Hari ini aku masuk pagi, sebentar lagi aku akan berangkat. Kakak bisa tinggal disini bila Kakak ingin menenangkan diri. Aku berangkat ya,, " ucap Alish seraya pamit.
Zehan beranjak dan duduk di kursi dekat dapur dan mulai makan sarapannya.
" Aku akan menyusul mu nanti. Kau sudah membawa bekalmu,,? " tanya Zehan.
" Sudah. Aku berangkat ya, Kak. Kakak ingat arah menuju toko tempatku bekerja,,? " Alish balik bertanya.
" Aku ingat. Sudahlah kau segera berangkat, nanti telat. Dan hati-hati,, " ucap Zehan dan mulai makan lagi.
Alish mengangguk dan keluar dari rumahnya. Tak lupa dia membawa sepedanya. Alish mulai mengayuh sepedanya menjauh dari rumahnya meninggalkan Zehan sendiri.
Sementara Zehan makan sambil terus mengingat bayangan itu.
" Siapa pria itu,,? Mengapa wajahnya tidak jelas,,? Kenapa dia memanggilku Kakak,,? Dan siapa orangtuaku,,? Mengapa aku seakan membenci mereka,,? " batin Zehan bertanya-tanya.
******
~~ **Bersambung,,
Jangan lupa mainkan jari kalian untuk menekan like, vote, comment and hadiahnya.
Ditunggu ya,, dan terimakasih untuk yang susah mau mampir dikarya recehku ini.
Jangan menghina bila tidak suka karena menulis itu tidak mudah.
Harga pemikiran othor karena othor berpikir dengan susah payah dan penuh dengan kehaluan.
Salam love and peace dari othor,,
__ADS_1
❤❤❤✌✌✌**
*****