The Ghost Handsome

The Ghost Handsome
TGH 66


__ADS_3

** Assalamu'alaikum,,, dan selamat siang.


Mohon maaf,, othor slow up,, masih kurang enak badan. **


*


*


*


Selesai makan siang,, Zehan dan William kembali ke kantor karena harus menandatangani surat kontrak kerjasama sementara Mama Zehan pulang kerumah. Mama Zehan sudah merasa cukup puas dan senang karena sudah dapat bertemu dengan putranya.


Zehan terpaksa mengganti pakaiannya dengan meminjam pakaian William, karena bajunya sudah basah kuyup karena keringat.


Tanpa mandi,, dan hanya mencuci wajahnya, Zehan memakai pakaian didalam mobil. Sementara William akan mandi dan berganti pakaian di kantornya saja.


Walaupun terlihat sangat lelah namun tidak mengurangi ketampanan Zehan. Apalagi saat ini dia menggunakan kemeja dan jas, semakin membuatnya terlihat tampan.



Setengah jam kemudian,, mereka pun sampai dikantor William. Mereka masuk kedalam kantor dan berjalan berdampingan. Sesekali mereka saling ejek dan tertawa.


Dengan penampilan Zehan yang berubah saat mereka pergi tadi,, membuat Zehan kembali menjadi pusat perhatian disana, membuat William merasa kesal.


" Apa yang kalian lihat,,,??!! Kembali bekerja,,!! " perintah William dengan tegas.


" Cih,,,. Bukankah sudah terbukti,, siapa yang paling tampan. " Ucap Zehan setengah meledek.


" Heii,, itu karena penampilan ku begini. Kalau aku rapi,, tentu saja aku yang paling tampan. " sahut William tidak terima bila dirinya terlihat kurang tampan.


" Ya,, Ya,, Ya,,. Whatever,,,. " Zehan pun masuk kedalam lift diikuti oleh William, masih dengan wajah cemberut nya.


Ting,,,


Pintu lift terbuka begitu mereka sudah sampai dilantai 25. William berjalan menuju ruangannya diikuti oleh Zehan.


" Selamat siang, Tuan Choi. Tuan Rayhan sudah menunggu anda didalam. " sekretaris William menyambut kedatangan William.


" Baiklah,,. Terimakasih,, " William pun masuk.


" Hai,, Ray. Kau sudah lama,,? " tanya William begitu dia masuk kedalam dan melihat Rayhan sedang duduk disofa.


" Belum lama, Tuan. " jawab Rayhan sambil beranjak bangun dari duduknya.


" Tunggu sebentar, Ray. Aku ganti baju dulu. " ucap William sambil berjalan menuju ruangan pribadinya.


" Silahkan,, Tuan. " sahut Rayhan.


" Bagaimana, Ray,,? " tanya Zehan lalu duduk disofa.


Rayhan duduk disamping Zehan, lalu menyerahkan berkas yang berisikan surat kontrak kerjasama.


Zehan meraihnya lalu membacanya dengan seksama nya. Rayhan meminum minuman yang tadi sudah dibawakan oleh sekretaris William.


" Aku tadi bertemu Mama, Ray. " ucap Zehan di sela-sela dia membaca.


Sontak Rayhan langsung menoleh saat dia sedang meletakkan cangkir minumannya. Rayhan menatap Zehan penuh tanda tanya.


" Willi menghubungi nya dan kami bertemu saat sedang makan siang. Kau tau, Ray,, aku sangat senang, akhirnya bisa bertemu Mama. " jelas Zehan seakan tahu dengan tatapan Rayhan.


" Kau tau sendiri, kalau Papa mengawasi nya. Dan Mama dengan pintarnya menggunakan nama Willi untuk bisa keluar rumah." lanjut Zehan, Rayhan hanya mendengarkan.


" Semakin lama, Papa semakin keterlaluan, Ray. Mama benar-benar terkekang karena aku. Namun aku juga tidak mau lagi harus terus mengalah. Sejak dulu, Papa selalu saja memaksakan kehendak nya padaku. " Zehan meletakkan berkas tersebut, lalu menghela nafas panjang.

__ADS_1


" Hahh,,, bahkan dengan kejadian aku koma pun, dia masih tidak berubah. " keluh Zehan dengan lirih.


" Saya mengerti, Tuan. Selama ini hanya saya dan Paman Rahmad tempat anda menceritakan keluh kesah anda. "


" Saat ini, saya hanya bisa bilang, anda harus lebih sabar lagi, Tuan. Dan banyaklah berdoa, agar Allah segera membukakan pintu hatinya. " ujar Rayhan dengan bijak.


" Aaminn,,. Terimakasih, Ray. " ucap Zehan tulus.


" Sorry, Ray. Aku sedikit lama, karena aku mandi dulu. Badanku sangat lengket dan gerah setelah kami bermain basket tadi. " tiba-tiba saja William keluar dari ruangannya.


" Anda tadi bermain basket, Tuan,,? " tanya Rayhan pada Zehan, dan Zehan mengangguk.


" Iya, Ray. Sudah sangat lama kami tidak bermain. " jawab Zehan.


" Tapi tubuh anda,,,, "


" Aku tidak apa-apa, Ray. Aku sudah sangat sehat. " potong Zehan.


William duduk berhadapan dengan Rayhan dan Zehan. William kemudian mengambil berkas yang ada diatas meja dan membacanya.


" Baiklah,, Ray. Aku akan tanda tangan. Tapi tidak dengan Hyeong. Nanti kita buat surat lain tanpa sepengetahuan Papa. " ujar William.


" Baiklah, Tuan Choi. Itu bisa kita atur. " jawab Rayhan.


Rayhan dan William pun menandatangani surat tersebut,, dan William pun meminta sekretaris nya untuk membuat surat kontrak lain, yang ada nama Zehan.


Mereka menunggu beberapa saat,, Zehan meraih ponselnya dan mengirim pesan untuk Alish.


" Sayang,, Apa kamu sudah makan siang,,? Nanti tunggu aku jemput, aku masih ada urusan dengan Rayhan dan Willi. " Zehan


Pesan terkirim dan langsung ceklis dua. Zehan tersenyum kecil, saat membaca tulisan My Wife mengetik,,.


Tak lama kemudian, pesan balasan pun masuk. Zehan segera membuka pesan itu lalu membacanya.


Zehan menepuk keningnya, karena dia lupa belum shalat dzuhur. William dan Rayhan mengerutkan dahi mereka saat melihat kelakuan Zehan.


" *Maafkan aku, sayang. Aku lupa,,. Selesai tanda tangan kontrak, aku akan shalat. "


" Baiklah, Hubby. Nanti aku akan menunggumu didepan toko. "


" Oke, sayang. Love you,, "


" Love you more, Hubby*. "


Zehan tersenyum sendiri sambil membaca pesan dari Alish. William sampai menggelengkan kepalanya,,.


" Oh,, God. Kembalikan lah Hyeong ku yang dulu,,, " ucap William.


Zehan sontak melempar bantal sofa kearah William. Menatap tajam kearah William.


" Kau mau kuhajar, Will,,,??!! " tanya Zehan, tegas dan tajam, sementara Willi hanya terkekeh.


" Besok malam aku tunggu di tempat biasa, kau sudah bilang Kakak ipar,,? " tanya William.


" Hem,, aku tau, dan aku sudah bilang pada Alish. Kebetulan dia masuk pagi,, jadi kami bisa pergi. " jawab Zehan dengan tatapan masih fokus pada ponselnya.


" Ray,, apa kau pernah bertemu dengan Kakak ipar,,? " tanya William pada Rayhan.


" Maaf Tuan Choi,, saya belum pernah bertemu dengan Nona Alish. Saya hanya pernah melihat fotonya saja saat saya mengurus surat nikah Tuan Zehan. " jawab Rayhan jujur.


" Apakah dia cantik,,? " selidik William dan sesaat kemudian sebuah bantal sofa melayang mengenai wajah William.


Siapa lagi pelakunya kalau bukan Zehan. Rayhan mengulum senyumnya tanpa menjawab pertanyaan William.

__ADS_1


" Will,,,. Kau benar-benar minta dihajar..!! " seru Zehan dan William terkekeh melihat kebucinan dan ke posesif an Kakak sepupunya itu.


" Ohh,,, ayolah, Hyeong. Aku benar-benar penasaran dengan wajah Kakak ipar. " rengek William.


" Bukankah besok malam kalian bertemu,, kenapa sangat tidak sabar,,? " tanya Zehan.


William mengerucut kan bibirnya, kesal pada Zehan. Tak lama kemudian,,


Tok,, tok,, tok,,


" Masuk,,,!! " seru William.


" Tuan,, ini surat yang Anda minta. " sekretaris William masuk dan menyerahkan sebuah berkas pada William.


" Terimakasih,,. Kau boleh keluar,,. "


" Baik, Tuan. Saya permisi,,. " pamit sekretaris William.


Setelah sekretaris nya keluar,, William membaca isi berkas tersebut lalu menyerahkannya pada Zehan.


Zehan membacanya,, dan kemudian dia pun menandatangani berkas tersebut. Diikuti oleh Rayhan dan William.


" Baiklah,, Hyeong. Mulai senin,, kau sudah bisa memulainya. Apa kau butuh ruangan sendiri,,? " Zehan mengangguk.


" Oke,, besok akan ku atur. Dan Ray,, kau jangan sampai kelepasan bicara pada Papa. " Rayhan mengangguk.


" Baik, Tuan Choi. Dan karena semua urusan sudah selesai,, saya permisi untuk kembali ke kantor. " pamit Rayhan.


" Baiklah, Ray. Sampai jumpa hari senin. " sahut Zehan.


" Oke, Ray. Senin kita kumpul disini lagi. " ucap William.


" Baik, Tuan. Saya permisi,, " Rayhan beranjak dari duduknya,, William dan Zehan hanya mengangguk. Rayhan pun keluar dari ruangan William.


Zehan melirik jam tangannya,, lalu beranjak dari duduknya. Sontak William ikut berdiri.


" Mau kemana, Hyeong,,? " tanya William.


" Tentu saja menjemput istriku tercinta. " sahut Zehan.


" Cih,,,. Dasar bucin,, " ejek William.


" Bye,, tampan tapi jomblo,,!! " pamit Zehan sambil beranjak pergi dan meledek William.


" Hyeong,,,,,,!!! "


*


*


*


~~ ***Bersambung,,


Jangan lupa mainkan jari kalian,, biar othor makin semangat up nya.


Ditunggu, like,, vote, comment dan kopinya.


Salam love and peace dari othor,,


❤❤❤✌✌✌***


__ADS_1


__ADS_2