The Heaven Kingdom

The Heaven Kingdom
THK—Hampa


__ADS_3

Aku benar-benar merasa hampa, entah ini sudah hari keberapa aku tinggal di dunia ini ku rasa cukup lama. Namun sampa detik ini aku masih mengira ini hanya mimpi dan berharap segera bangun di kamar sempit tercinta ku lalu kembali beraktivitas seperti biasanya.


Ya, bekerja dan bekerja. Hal yang dulu begitu memuakkan bagi ku namun sekarang sangat aku rindukan.


Hidup sebagai Roseanne Weasly tidak melelahkan seperti kehidupan asli ku, dimana Roseanne Weasly selalu di layani sejak bangun tidur sampai tertidur lagi semua kebutuhan nya ada dan tersedia. Tapi aku tetap tidak suka.


Sudah berkali-kali aku memastikan bahwa kehidupan yang saat ini aku jalani adalah nyata , ya terbukti dari goresan-goresan kecil yang memenuhi lengan ku. Layaknya orang yang depresi aku selalu menyalurkan rasa tidak percaya ku dengan menggores lengan.


”Nona Anne!! Apa yang nona lakukan?!” Teriak Lela berlari kencang menuju ku dan menghempaskan belati kecil dari tangan ku.


“Nona melakukan nya lagi?” Pekik nya lagi tidak percaya dengan apa yang baru saja hendak ku lakukan.


Lela juga terlihat khawatir bercampur lega karena telah berhasil menggagalkan rencana ku untuk menggores tangan dengan belati kecil.


“Lela— rasanya hampa” Gumam ku pelan menatap cermin yang memantulkan bayangan dari tubuh Roseanne Weasly.

__ADS_1


“Surai indah berwarna putih pirang yang indah dan lembut bagai sutra lalu mata belok dengan warna yang berbeda ini juga paras yang super cantik dan tubuh yang proporsional, ini semua sangat sempurna Lela namun terasa hampa— hampa sekali” Monolog ku mendikte kesempurnaan fisik Roseanne Weasly.


“Kesempurnaan ini bukan milik ku Lela, aku lebih suka rambut hitam dan—“


“Nona Anne sebaiknya nona istirahat saja, mungkin nona terlalu lelah setelah perjalanan dengan Yang Mulia Raja” Pinta Lela menarik lengan ku kearah ranjang.


Lela memaksa ku duduk ditepi ranjang “Tidak, aku tidak lelah. Aku hanya merasa hampa dan segera ingin kembali” Jawab ku lemah dengan pandang kosong.


Punggung tangan Lela menyentuh kening ku “Suhu tubuh nona sedikit hangat, sebaiknya nona berbaring. Hamba akan memanggilkan tabib”


Aku pasrah saja ketika Lela mendorong tubuhku untuk berbaring dan menyelimuti ku sampai dada setelah itu Lela pamit keluar.


Sepertinya Lela benar jika suhu tubuh sedikit hangat, mungkin karena kelelahan ditambah kejadian kemarin pelelangan manusia itu membuat perasaan ku tidak karuan meski dari kabar yang aku dengar jika prajurit kerajaan sudah membantai habis pelaku yang terlibat dalam pertunjukan ilegal itu.


Tentu saja itu tujuan Alexander menyamar dan berbaur dengan rakyat lalu masuk ke festival rakyat, ternyata tujuan nya untuk menyelidiki terlebih dahulu.

__ADS_1


Syukurlah, setidaknya dia tidak berlakon seperti pemimpin yang buruk.


“Permisi nona— hamba bawakan tabib” Suara Lela memecah keheningan dikamar ku.


Disamping nya sudah berdiri seorang pria tua dengan jubah serba putih.


Setelah ku ijinkan, tabib itu mulai memeriksa kondisi tubuh ku dengan berbagai alat yang aku pun tidak mengerti kegunaan nya.


”Maaf nona Weasly, nona butuh istirahat total untuk beberapa hari kedepan karena tubuh nona sangat kelelahan dan mohon untuk tidak terlalu banyak berpikir keras agar tidak stress” Ucap sang tabib sambil menunduk.


Wahai tabib terhormat aku juga tidak ingin berpikir terlalu keras jika aku bisa, kehidupan ku saat ini lah yang membuat ku harus berpikir keras meski begitu tetap tidak jalan keluar yang aku dapatkan.


KREET


Pintu yang mula nya tertutup kini terbuka dan disusul sosok pria berbadan tegap lengkap dengan atribut dinas nya.

__ADS_1


“Kau sakit?”


...👑👑👑...


__ADS_2