
...THE HEAVEN KINGDOM...
‘Udara yang asri untuk otak yang frustasi’
Begitulah quote yang cocok untuk menggambarkan kehidupan ku hari ini, Ugh ralat! Tidak hanya hari ini tetapi setiap hari!
Ditengah taman bunga yang asri dan menyejuk kan ini ada aku dengan ke frustasian ku. Saking frustasi nya aku sampai melampiaskan nya pada kegiatan yang ku anggap membosan kan dan buang-buang waktu—ya aku menyulam.
Di dunia sebelum nya, menyulam adalah salah satu kegiatan yang menurut ku tidak ada faedah nya selain butuh waktu yang lama menyulam juga sangat membosankan.
Melakukan hal yang sama dalam waktu yang lama, membosankan bukan?
Ya itu hanya menurut ku, tidak tahu kalau menurut orang lain.
Sebelum nya tidak terlintas dikepala ku untuk melakukan kegiatan menyulam, tetapi setelah bertanya pada Lela kegiatan apa yang bisa menenangkan pikiran dengan enteng Lela menjawab.
”Menyulam nona, ketika sedang banyak pikiran biasanya hamba akan menyulam dan itu cukup membantu”
Tapi aku tetaplah aku, makhluk bumi dari negeri berflower yang tingkat kesabaran nya tidak bisa mencapai puncak tertinggi. Baru lima menit memulai menyulam aku sudah berteriak puluhan kali, teriakan kesal yang terjadi karena benang ku yang kusut atau jari ku yang tertusuk jarum dan masalah lain nya.
Ya gimanaa—jangankan untuk meluruskan benang yang kusut, lampu hijau baru sedetik aja aku langsung membunyikan klakson seratus kali.
HAHAHAHAHA
Indah nya negri berflower ku\~\~
“Selamat pagi nona Anne\~” Suara lemah lembut Lela menyapa rungu ku.
__ADS_1
Gerakan tangan ku berhenti dan menoleh melihat kearah belakang.
“Ada apa Lela?” Setelah memastikan bahwa suara tadi berasal dari Lela, aku pun melanjutkan kegiatan menyulam ku yang tertunda.
“Maaf menganggu waktu nya nona, hamba ingin menyampaikan pesan dari pelayan kerajaan bahwa Yang Mulia Raja meminta nona Anne untuk segera menemui beliau” Ucapan Lela membuat ku melongo.
Ibarata kata pepatah
“Pucuk dicinta ulam pun tiba”
Baru saja aku memikirkan cara untuk menemui Raja, tetapi bagaikan sehati. Raja juga ternyata ingin bertemu dengan ku , jadi aku tidak perlu pusing-pusing memikirkan alasan untuk bisa menemui nya.
“Untuk apa Yang Mulia Raja ingin bertemu dengan ku Lela, apa aku melakukan kesalahan?“
“Tidak ada penjelasan nona Anne” Jawab Lela.
“Baiklah, tolong bantu aku bersiap Lela”
Aku meletakkan jarum, kain dan peralatan menyulam ku diatas meja rias ku dan segera menyeret kaki menuju tempat pemandian.
Tidak perlu jual mahal dan menolak bertemu dengan nya, karena kesempatan ini lah yang aku tunggu.
.
.
“Aku ingin memakain gaun ini” Aku menunjuk gaun lolita berwarna hitam dengan garis keemasan dibagian pinggir nya, gaun yang panjang nya hanya beberapa centi diatas lutut dengan gaya bahu terbuka. Terlihat simple dan mewah sekaligus.
__ADS_1
“Nona Anne yakin?” Tanya Lela sedikit ragu dengan gaun pilihan ku.
“Yakin Lela, aku hanya sebentar lagi pula ayah sedang bertugas diluar” Perintah ku, saat nya menjadi diri sendiri karena Emmett sedang tidak berada di istana dan pelayan yang dia kirim pada ku sudah ditarik kembali. Jadi aku bisa bernafas lega untuk sementara waktu.
“Baik nona” Lela mengangguk dan membantu ku memakai gaun hitam itu.
Sebenarnya bukan perkara sulit untuk sekedar memakai gaun, aku bisa melakukan nya sendiri tanpa bantuan Lela tapi yang sulit itu adalah atribut yang dipakai dibalik gaun. Seperti korsett yang harus diikat kencang dari belakang, setahu ku korsett berfungsi untuk membentuk tubuh bagian pinggang agar terlihat ramping dan untuk menyanggah bagian dada. Tetapi Lela menambahkam jika tidak hanya untuk membentuk bagian pinggang agar terlihat ramping tetapi juga untuk membentuk postur tubuh agar tetap tegap dan menghindari pinggang bungkuk di kemudian hari.
Di pertengahan abad seperti ini para wanita ternyata sangat memperhatikan penampilan dari semua segi, tidak hanya fokus untuk mempercantik wajah tetapi juga menjaga konsistensi kecantikan untuk jangka panjang. Tidak heran mereka semua terlihat berseri dan tubuh yang selalu bugar.
Yang aku herankan hanya, bagaimana bisa si penulis yang berjenis kelamin pria itu mengetahui hal sedetail ini tentang perempuan? Dia menuliskan setiap detail tentang kecantikan di novel nya, mulai dari gaun sampai bahan yang dipakai untuk perwatan tubuh. Semua dia tuliskan di novel nya, apa ini hasil revisi penerbit?
Entalah, nanti saja aku tanyakan secara langsung.
Setelah memakai kan korsett dan gaun, Lela menarik ku duduk di meja rias dan mulai mengayunkan tangan nya untuk melukis di wajah cantik Anne. Mulai dari tatanan rambut sampai ke wewangian Lela lah yang mempersiapkan segala nya, aku juga tidak bisa protes karena tidak mengerti banyak tentang riasan wajah dan lain-lain di dunia sebelum nya aku hanya wanita tomboy yang tidak terlalu memperhatikan penampilan.
Setelah selesai dengan riasan dan gaun sekarang Lela memakaikan sepatu boots berwarna hitam senada dengan gaun ku, tinggi nya mencapai lutut yaa setidak nya lebih nyaman karena bagian betis ku tertutup.
Ketika dirasa sudah sempurna aku, lela dan beberapa pelayan pun beranjak menuju istana untuk menemui Alexander.
.
.
__ADS_1
BERSAMBUNG..