The Heaven Kingdom

The Heaven Kingdom
THK--Ramalan Pemimpin Masa Depan


__ADS_3

...THE HEAVEN KINGDOM...


"Berikan tubuh mu, maka semua selesai" Suara sinis itu menyadarkan ku.


Aku terpaksa mendongak untuk bisa melihat wajah Emmett yang berdiri menjulang di hadapan ku, tidak habis pikir sekali kenapa bisa seorang ayah menyuruh anak nya memberikan tubuh pada pria yang yang sudah memiliki kekasih.


"Kenapa menatap ku seperti itu, kau tidak terima dengan perintah ku hah!" Kembali Emmett membentak ku kuat.


Sejujurnya aku tidak takut pada Emmett hanya saja pria ini mengingat kan ku dengan pria yang ada di masa lalu pada kehidupan nyata ku.


"Apa pantas seorang ayah memerintahkan puteri nya untuk melakukan hal kotor itu?" Tanya ku berbisik.


Untuk kali ini saja, aku ingin memberanikan diri melawan pria bejat sejenis Emmett ini.


"HAHAHAHA" Emmett tertawa sarkas lalu menatap ku rendah.


"Kau bertanya tentang kepantasan? harus nya aku yang bertanya. Apa pantas aku membiarkan anak pembawa sial seperti mu hidup?"


Anak pembawa sial katanya?


"Jawaban nya tidak! tapi aku sedikit berbaik hati membiarkan mu hidup, aku hanya meminta mu menggoda Raja itupun tidak bisa kau lakukan" Emmett mencerca ku dengan sarkas tidak lupa tatapan nya yang merendahkan ku.


"Aku tidak meminta mu untuk membiarkan ku hidup dan menjalani dunia sialan dengan orang sialan seperti mu!!" Aku berteriak keras, entah kenapa perasaan ku terasa sakit mendengar ucapan nya tadi, mungkin saja jiwa ku sudah menyatu dengan tubuh Roseanne sehingga bisa merasakan perasaan Roseanne yang sebenarnya.


BUKK


Dia menendang ku kuat dibagian perut, membuat ku meringis kesakitan. Karena posisi ku yang masih terduduk di lantai membuat rasa sakit nya berkali lipat.


Sakit sekali..


BUKK


Emmett menendang perut ku kedua kali nya.


"Sudah berani berteriak pada ku hah!" Bentak Emmett dan menekuk kaki nya mensejajarkan tinggi nya dengan ku.


Aku kuat! Aku tidak akan mau ditindas oleh pria tua seperti mu, Emmett. Tidak ada tatapan ketakutan, aku menatap nya nyalang meski perut ku luar biasa sakit.


Emmett menunjuk kepala ku dengan jarinya "Dengan tidak tahu dirinya kau menolak perintah ku, berteriak pada ku dan menatap ku seperti itu hah. Seperti nya aku terlalu baik pada mu beberapa waktu belakangan ini, sampai kau lupa diri" Diakhiri dengan tangan nya yang menolak kuat kepala ku sampai aku tersungkur.

__ADS_1


"Baik kata mu..ayah baik mana yang menyuruh puteri nya seperti mu, cuih!!" Aku meludah kedepan, sayang sekali jarak nya jauh dan tidak terkena ludahan ku.


"Kau!" Dia menatap ku dengan mata merah berapikan amarah.


"PENGAWALL!!!" Emmett berteriak kencang memanggil pengawal yang beridir di depan pintu.


BRUKK


Dua orang pengawal pria masuk dan langsung berlutut dibawah kaki Emmett menunggu perintah dari tuan nya.


"Seret anak sialan ini ke ruang bawah tanah" Mendengar perintah Emmett dua pengawal itu langsung berdiri dan menarik tangan ku kasar.


"LEPAASS SIALAN!!" Aku berontak melepaskan diri, tapi apa daya. Kekuatan dari tubuh kecil ini tidak akan sebanding dengan dua pengawal yang bertubuh besar.


"Cukup ayah"


Pria yang sejak tadi diam diujung ruangan itu akhirnya berbicara, sialan! aku sampai lupa kalau ada orang lain di sini selain aku dan Emmett.


Kenapa dia baru bersuara sekarang kenapa tidak menghentikan Emmett saat menendang ku tadi, kau menunggu momen untuk jadi pahlawan kesiangan heh?


Ragnar Weasly bangkit dari duduk nya dan mendekat kearah ku dan Emmett yang berada di tengah ruangan.


"Lepaskan dia!" Perintah Ragnar pada dua pengawal itu, namun tidak langsung dilaksanakan sebelum Emmett yang memerintahkan langsung. Setelah melihat Emmett yang mengangguk dua pengawal itu melepaskan cekalan mereka dari tangan ku.


Karena tubuh ku yang tidak siap dan perut ku yang ngilu, aku tidak bisa menahan bobot tubuh ku sendiri membuat kembali jatuh mengenaskan di lantai.


"Aawwwwsssss" Ringis ku pelan menekan bagian perut ku yang sakit bekas tendang pria sial Emmett.


"Cukup ayah jangan menyiksa nya lagi" Suara Ragnar kembali terdengar datar tapi ada nada tegas saat di bicara.


"Anak sialan ini pantas mendapat nya Ragnar, dia hanya ku perintah kan menggoda Raja sebagai imbalan karena aku membiarkan nya hidup. Tetapi itu saja tidak becus dia lakukan!" Geram Emmett marah.


"Tidak akan semudah itu ayah, Yang Mulia Raja sudah memiliki nona Ruby disisi nya. Mereka berdua sudah diramalkan menjadi pemimpin negeri ini dimasa depan, sekeras apapun ayah berusaha memisahkan mereka tidak akan bisa apalagi hanya mengutus adik kecil ini" Ragnar bicara panjang lebar dan diujung kalimat nya dia menatap ku sambil menyeringai.


"Aku tidak percaya dengan ramalan dari peramal istana itu, aku yakin peramal itu hanya suruhan dari keluarga Ruby untuk mengatakan kebohongan perihal ramalam pemimpin masa depan" Pandangn Emmett menajam ketika dia berbicara.


Aku tidak tahu apa yang mereka bicarakan karena setelah hidup hampir sebulan disini, aku tidak pernah dengar tentang ramalam pemimpin masa depan.


"Aku juga tidak percaya ayah, tapi kita tidak bisa gegabah menuduh keluarga Ruby yang kasta nya berada diatas keluarga Weasly" Setelah berucap, Ragnar berjongkok dan meraih lengan ku.

__ADS_1


Kenapa dia? jangan sok jadi pahlawan kesiangan deh kakak Ragnar.


"Kita akan pikirkan cara lain untuk membongkar kebusukan keluarga Ruby" Aku sudah berhasil berdiri atas bantuan Ragnar dan sekarang pria itu merangkul pinggang ku dengan sebelah tangan.


Kalau bukan karena tubuh ku kesakitan ditambah gaun lebar ku yang menyebalkan ini, aku tidak akan rela dibantu oleh mu.


"Ayah istirahat lah, ayah pasti lelah karena baru kembali dari perjalanan jauh. Kami permisi dulu" Setelah mengucapkan itu, Ragnar membawa ku keluar dari ruangan dan Emmett tidak ada bicara apapun.


KLEK


Begitu pintu tertutup aku langsung melepaskan lengan Ragnar dari pinggang ku dan berusaha berdiri sendiri meski sedikit sulit.


"Terimakasih" Ucap ku sarkas memandang Ragnar lekat.


"Mari kuantarkan, pasti sakit jika kau berjalan sendiri" Ucapan Ragnar membuat ku sungguh muak.


Pria ini, entah kenapa aku tidak bisa menebak sikap nya. Entah kakak yang baik atau tidak, jika dia kakak yang baik sudah pasti dia akan menyelamat kan ku dari tendangan Emmett tetapi pria ini justru bicara setelah Emmett menendang ku.


"Tidak, terimakasih tawaran nya" Biasanya Lela akan menunggu ku diluar ruangan, tapi sejak tadi aku tidak melihat Lela. Ahh mungkin dia ada kesibukan lain.


"Permisi....kakak..?" Setelah pamit aku berbalik dan melangkah pelan sambil memegang perut.


Tendangan Emmett tidak main-main, seperti nya dia memang sengaja ingin membunuh ku tadi.


"Kau berubah!" Seru Ragnar yang berada tiga langkah dibelakang ku.


Jujur, aku muak dengan nya tapi aku harus menahan sebentar demi mencari tahu dia ada di pihak ku atau justru *serumpu*n dengan si brengsek Emmett.


Aku berbalik dan menatap nya "Apa maksud mu?"


"Tidak ada" Jawaban singkat nya membuat ku kesal.


"Terserah" Setelah itu aku melanjutkan langkah meninggalkan Ragnar.


Jarak kediaman ku dari istana sebernarnya tidak terlalu jauh. Tapi dengan keadaan seperti ini aku tidak bisa berjalan kesana sekarang jadi lebih baik aku menunggu Lela di danau biru karena danau biru tidak jauh dari sini.


Semoga Lela mencari ku.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2