
...THE HEAVEN KINGDOM...
Langkah kaki dua pengawal itu menyentak ku dari lamunan dan langsung sadar jika aku harus menghentikan perintah gila Alexander.
“Tidak! Tidak!” Aku berteriak dan berlari menghadang dua pengawal itu.
“Tidak jangan lakukan!” Dua pengawal itu hanya menatap ku datar, aku tahu mereka tidak akan mendengarkan apapun perkataan ku karena tuan mereka adalah Alexander.
“Yang Mulia hamba mohon, hentikan mereka. Hamba tidak akan menentang perintah Yang Mulia” Ucapku cepat penuh permohonan pada Alexander.
Alexander masih bergeming menatap ku datar, sialan! Dia tidak berpengaruh dengan ucapan ku. Bisa fatal akibat nya jika dia tidak mencabut perintah nya. Satu nyawa bisa melayang.
Aku beranjak dari hadapan pengawal itu dan mendekat kearah Alexander. kuraih kedua tangan nya dan segera berlutut.
”Hamba memohon maaf telah menantang Yang Mulia tapi hamba mohon jangan melukai orang yang tidak bersalah, hamba akan menuruti apapun yang Yang Mulia inginkan” Ungkap ku memohon.
Tidak ada pilihan lain, aku harus benar-benar memohon dan merendah agar nyawa pria pasar itu tidak melayang. Bagaimanapun aku masih membutuhkan dia untuk mencari jalan keluar dari novel ini, dia satu-satu nya orang yang bisa kuajak bicara tentang hal ini jadi aku harus memastikan dia tetap hidup.
“Kau yakin?” Tanya nya.
“Ya! Hamba yakin” Jawab ku tegas tanpa keraguan.
Setelah hening beberapa detik, Alexander akhinya bersuara.
”Kembali berjaga!” Perintahnya pada dua pengawal itu.
“Baik Yang Mulia!” Setelah menjawab serentak, dua pengawal itu bergerak keluar ruangan.
Lega? Tentu saja tidak! Aku merasa ini hanya sementara mengingat sifat Alexander yang tidak bisa ditebak.
__ADS_1
“Mereka tidak akan menangkap pria itu kan Yang Mulia?” Tanya ku memastikan.
“Untuk hari ini iya, tapi jika kau menemui nya lagi jangan harap pria itu akan selamat” Ucap nya dingin.
Aku mengangguk yakin “Baik Yang Mulia, hamba tidak akan menemui pria itu lagi” Jawab ku menegaskan.
“Bagus, sekarang bangun!” Perintah nya sambil menarik pelan kedua tangan ku digenggaman nya.
Aku bernafas lega dan berusaha bangkit bertumpu pada kedua tangan ku yang digenggam Alexander tapi ketika meluruskan kaki kiri aku meringis.
“Ssshhh”
“Kenapa? Kau terluka?” Dengan gerakan cepat Alexander melepas tangan ku dan berjongkok.
“Ti…tidak Yang Mulia, hanya—“ Aku berusaha berjongkok menyamai Alexander.
“Lutut mu berdarah” Potong nya “Apa sakit?” Jemari nya menyentuh pelan lutut ku.
“Sshhhh, perih Yang Mulia. Tapi tak apa” Jawab ku.
“Cih! Kau terluka demi memohon pada ku untuk melepaskan teman pria mu” Dia mendongak menatap ku sinis.
Mungkin saja karena gerakan ku yang tiba-tiba dan cepat saat berlutut tadi menjadikan lutut ku yang terbuka bergesekan keras dengan lantai yang sedikit kasar sampai terkelupas dan berdarah.
“Hanya gerakan karena panik Yang Mulia” Jawab ku pelan tidak berani terlalu membela diri.
GREP
Alexander berdiri dan dengan gerakan cepat mengangkat ku digendongan nya, membuat ku terkejut.
__ADS_1
”Yang Mulia—“ Tegur ku pelan.
Tapi dia mengabaikan aku yang terkejut, dia justru melangkah kearah meja kerja nya dan menduduk kan ku diatas meja.
Astaga! Jangan bilang dia ingin berbuat mesum.
Kedua tangan nya melewati sisi tubuh ku dan bertumpu dimeja, jarak wajah kami sangat dekat sampai aku bisa merasakan hembusan nafas nya.
“Kau panik karena pria itu, apa kau menyukai nya hah?”
“Ti…tidak Yang Mulia, hamba hanya kasihan saja” Ucap ku terbata dan berusaha tidak menatap mata tajam nya.
“Dan—siapa yang mengijinkan mu memakai gaun pendek seperti ini hm?” Bisik nya.
Aku menunduk menatap gaun ku yang tersingkap sampai memperlihatkan kedua paha putih pucat mulus milik Anne.
Astaga! Ini pasti karena dia menduduk kan ku di meja tanpa aba-aba.
SREKKK
Jemari besar nan dingin itu bergerak menurunkan ujung gaun ku yang tersingkap, gerakan nya sangat pelan dan hati-hati meski begitu aku bisa merasakan ujung kulit jemari nya tak sengaja menyentuh kulit paha ku.
Aku merinding, siapapun tolong selamatkan aku!
“Aku tidak mengijinkan mu memakai gaun pendek lagi, kau mengerti!?” Dia berbisik pelan di telinga ku.
Apalagi kali ini? Kenapa aku selalu salah dimata mu. Wahai Yang Mulia Raja Alexander.
...👑👑👑...
__ADS_1