
...The Heaven Kingdom...
...👑...
“Leon! Jangan asal bicara, nanti ada yang dengar dan salah paham”
Dia meringis dan mengelus pundak nya yang baru ku pukul.
”Pukulan mu sakit juga nona Weasly”
Aku tahu dia hanya pura-pura kesakitan, mana mungkin badan sekekar itu bisa kesakitan jika dipukul dengan lengan kecilku.
“Sakit yaa? Sini biar ku tambahi”
Aku mendekat dan mencubit kecil lengan dan pinggang nya.
“Ampun! ampun..cubitan mu benar-benar sakit”
Dia berseru kesakitan, rasakan cubitan kepiting ku.
“Rasakan! Hahahaha”
Seketika aku tertawa melihat raut merengut nya, sangat tidak cocok dengan wajah seram nya.
“Hentikan! wajah merengut mu itu sangat tidak cocok untuk mu…hahahaha”
“Tertawa lah sepuas mu nona Weasly”
“Hei! Sudah cukup bermesraan nya, semua orang sudah menunggu kalian berdua”
Seruan itu kontan membuat kami berdua menengok kebelakang dan begitu menemukan Alexander, kami langsung bergerak cepat untuk berdiri namun kaki ku terpeleset karena batu yang sedikit basah dan hampir jatuh jika Leon tidak menangkap pinggang ku cepat.
”Te..terimakasih Leon”
Aku dan Leon kembali tegak dan menunduk kearah Alexander.
Belum sempat kami menjawab ucapan nya Alexander sudah pergi berlalu diikuti pengawalnya dibelakang.
Apa aku salah lihat? Dia menatap marah kearah ku tadi.
“Ayo kita susul”
Leon menyadarkan ku dan dengan cepat kami menyusul langkah Alexander yang belum terlalu jauh.
.
.
Setelah makan malam semua orang kembali ke tenda nya masing-masing untuk tidur sebelum besok pagi melanjutkan perjalanan lagi. Beberapa pengawal tetap terjaga demi menjaga keamanan sekitar tenda apalagi saat ini mereka harus menjaga Raja mereka.
Aku belum mengantuk sama sekali karena selama perjalanan aku lebih banyak tidur, jadi aku memilih untuk menikmati malam di tepi sungai.
Aku mengambil lentera dikamarku sebagai penerang jalan, karena sungai nya tidak terlalu jauh jadi aku berani saja jika pergi seorang diri.
Sampai nya disungai, aku duduk diatas bebatuan, meletakkan lentera di dekat kaki lalu menatap sekitar.
Malam ini tidak terlalu gelap masih ada cahaya remang dari bulan yang memantul di air sungai, sangat indah dan—
Apa itu! Ada pergerakan dari balik pohon besar yang tidak jauh dari tempat ku duduk.
Apa itu binatang buas, harimau, singa, jerapah, gajah?
Astaga! Kenapa aku jadi menyebutkan nama-nama binatang, dasar bodoh!
Aku ketakutan segera berdiri meraih lentera ku dan berlari sekuat tenaga tetapi bunyi derap langkah seperti seseorang yang berlari ikut mengejar ku dibelakang.
Siapa itu?
Suara nya semakin dekat membuat ku ketakutan setengah mati tetapi aku tetap berlari semampu ku sampai di detik berikut nya sebuah tangan menarik pinggang ku.
“To…tolong..tolong jangan makan aku! Daging ku tidak enak…huhu”
Dengan sesak nafas aku memohon pada siapapun yang kini sedang merangkul pinggang ku erat.
__ADS_1
Sebentar—apa binatang buas memiliki tangan yang bisa merangkul seperti ini?
Jika memang binatang buas, harus nya dia langsung melahap ku tidak memeluk ku…
Tapi aku mengenali wangi ini—
“Kenapa lari? Aku tidak akan memakan mu”
Suara dingin nan berat ini juga aku kenal, sangat tidak mungkin seekor binatang bisa bicara. Dengan berani aku membuka mata dan—
“Astaga! Alexander!!”
Teriak ku pelan, aku sangat panik sampai tidak sadar memanggil namanya.
“Maksud ku..Yang Mulia Raja, sedang apa kau?”
Aku meralat panggilan ku ketika sadar.
“Kau mengenali ku?”
Bisik nya pelan dan aku baru sadar kalau dia mengajak ku bersembunyi dibalik batang pohon yang besar.
“Tentu saja…aku hafal wangi tubuh mu ini..”
Jawab ku lantang, hanya itu yang ku kenali karena dia memakai tudung jubah nya sampai separuh wajah nya tertutup.
“Bagus”
“Lepaskan!”
Aku menarik tubuh ku untuk memberi sedikit jarak diantara kami, tapi tidak bisa.Tangan nya begitu erat mengikat pinggang ku.
“Tidak! Aku tidak akan melepaskan mu”
Dia semakin mengeratkan tangan nya dan mendekapku sampai tidak ada jarak sedikitpun diantara kami.
“Apa yang kau lakukan!! Lepas nanti ada yang lihat”
Aku terus berontak berusaha melepaskan dekapan nya, tapi lagi-lagi tenaga ku tidak sekuat dirinya.
Kapan aku begitu?
“Jarang bicara sembarangan, aku tidak pernah bermesraan dengan Leon!”
Aku membantah tegas.
“Jadi kau memanggilnya Leon? Romantis sekali”
Dapat kurasakan jika dekapan nya kian erat sampai membuat ku susah bernafas.
“Ak..aku..tidak bisa bernafas”
Mendengarku yang terbata dia langsung melonggarkan dekapan nya meski kedua tangan nya masih bertengger manis dipinggang ku.
“Apa aku menyakiti mu?”
Dia berbicara didepan wajah ku dengan nada menyesal.
“Ya! Jadi ku mohon lepaskan aku”
”Tidak akan! Jika ku lepas maka kau akan kembali bermesraan dengan Duke Eros”
Anak ini kenapa sih!?
“Hei..Yang Mulia Raja jangan asal bicara aku tidak pernah—“
“Panggil aku Alexander!”
Ucap nya memotong kalimat ku.
“Tidak! Nanti kekasih mu memarahi ku lagi”
Aku menggeliat berharap tangan nya lepas dari pinggang ku.
__ADS_1
“Aku tidak peduli”
”Astaga! Kau ini kenapa sih? Kemarin-kemarin kau bersikap dingin dan seolah tidak mengenal ku dan sekarang kau begini. Sebenarnya apa mau mu hah!!?”
Aku membentak nya pelan.
“Kau, aku mau kau!”
Jawaban nya membuat ku semakin pusing, ditambah jarak wajah nya yang hanya beberapa centi dariku.
“Ku mohon, lepaskan aku. Jangan sampai ada yang melihat mu memeluk ku seperti ini”
”Apa kau setakut itu jika ada yang melihat kita berdua?”
Sudah tahu tapi masih tanya, pria breng sek ini.
“Iya! Ingat, kau sudah punya kekasih. Aku tidak ingin orang lain beranggapan buruk tentang mu dan aku”
Aku sudah lelah terus memberontak tapi tidak bisa lepas juga.
“Apa kau menggoda Duke Leon seperti kau menggoda ku?”
Menggoda katanya, huh tahu apa dia tentang ku.
“Jaga ucapan mu, aku tidak pernah menggoda siapapun”
“Kau menggoda ku lalu meninggalkan ku begitu saja, lalu ketika melihat Duke Eros kau juga menggoda nya. Apa kau memang suka menggoda pria nona Weasly?”
Deg!
Ucapan nya benar-benar menyentil harga diri ku.
”Dengar Yang Mulia Raja, aku tidak tahu apa yang terjadi antara kau dan Roseanne Weasly sebelum nya kalau benar-benar dia menggoda mu aku meminta maaf atas itu. Tetapi bukan berarti kau bisa menuduh nya sebagai wanita penggoda karena kau tidak tahu apa-apa tentang hidup yang dia jalani”
Karena dia menggoda mu hanya untuk mengikuti perintah Ayah bajingan nya, bukan benar-benar keinginan nya.
“Jadi aku mohon berhenti menganggu ku dan aku juga tidak akan menganggu kehidupan mu dan kekasih mu, anggap saja kita tidak saling mengenal sebelum nya perlahan sampai kau menikahi calon ratu mu. Selesai”
Dia membuka tudung jubah nya dan langsung ku lihat mata biru nya menyala penuh amarah menatap ku.
“Semudah itu kau berbicara, setelah semua yang kau lakukan padaku”
“Sebenarnya aku bingung bagaimana cara menjelaskan nya pada mu Yang Mulia Raja, tetapi satu hal yang harus kau tahu, Roseanne Weasly yang kau kenal sudah mati. Yang ada dihadapan mu sekarang ini bukan Roseanne Weasly yang kau kenal”
Aku menekan setiap katanya agar dia dapat mengerti.
“Kau pikir aku percaya?”
“Terserah padamu, yang jelas aku sudah memberitahu mu sekarang. Aku memohon untuk kemurahan hati mu agar memaafkan semua perlakuan buruk yang telah dilakukan Roseanne Weasly terhadap mu dan kekasih mu. Dan aku juga berjanji ke depan nya, aku tidak akan menganggu ketenangan kalian bahkan aku akan berusaha keras untuk tidak muncul dihadapan kalian”
Dia diam matanya terus menatap ku lekat bahkan tidak berkedip sejak tadi, aku tidak tahu perasaan apa yang dia rasakan sekarang. Tetapi aku menangkap adanya rasa kecewa yang dipancar kan oleh matanya.
“Aku berjan—emmpp”
Lembut, hangat dan bergerak-gerak.
Astaga! Dia mencium ku..lagi?
Aku berontak dan memukuli dada bidang nya agar berhenti mencium ku tetapi bukan nya berhenti, cumbuan nya semakin kasar dan melahap rakus bibir ku.
Tangan kanan nya menahan tengkuk leher ku guna memperdalam ciuman nya dan tangan satunya lagi dia gunakam untuk merengkuh pinggang ku.
“Lepphh…aass”
Demi apa…rasanya mau pingsan karena kehabisan oksigen.
Setelah puluhan detik dia melepas bibir nya pelan dan aku langsung menghirup rakus oksigen disekitar ku.
PLAK!!
Dengan penuh emosi aku menamparnya.
...👑👑👑...
__ADS_1
Mas Raja ada ada aja deh, padahal udah punya ayang tapi masih aja ganggu anak orang.
ckckck, tidak patut di contoh ya ges ya!