
...THE HEAVEN KINGDOM...
"Nona! nona sudah sadar?"
Suara khawatir dari Lela menyapa ku, mata yang baru saj terbuka
"Lela sedang apa kau disini?"
Aku menatap Lela samar karena kedua ku masih buram.
"Dimana Delia, apa dia sudah membersihkan kamar ku?"
Aku meracau tidak jelas.
"Hamba....hamba sedang merawat nona Anne"
Meski kebingungan Lela tetap menjawab.
"Memang nya aku kenapa?"
Aku baik-baik saja hanya kenapa badan ku terasa lemas ya?
"Nona tidak sadarkan diri setelah, ditemukan tenggelam di danau biru tadi malam"
Astaga!
Aku terperanjat sadar, benar!
Terakhir kali aku berada di danau biru dan meloncat ke air danau, dingin dan tenggelam?
Lalu kenapa aku bisa berada disini? bukan kah seharus nya aku mati di dasar danau.
"Ini ada dimana Lela?"
Lagi-lagi pertanyaan ku membuat Lela mengernyit bingung.
"Nona Anne ada di kamar"
"Bukan maksud ku, di dunia mana?"
Aku hanya memastikan, melihat keberadaan Lela di depan mata ku berarti aku masih ada di dunia novel seperti sebelum nya.
"Emm--maaf nona hamba tidak mengerti maksud dari pertanyaan nona"
"Apa aku masih berada di Heaven Land?"
Ku mohon jangan jawab iya, aku sedikit takut dengan kebenaran itu
"Benar nona Anne"
"APAAA???" Aku berteriak kuat.
Baik, aku tahu respon ku berlebihan untuk ukuran orang yang sudah mengetahui kenyataan nya.
Tapi tetap saja aku tidak bisa menerima kenyataan ini dengan senang hati, aku sudah berusaha antara hidup dan mati di kedalaman danau biru. Tapi apa yang aku dapat?
"Non...nonaa... ada apa?"
Lela tegugu ketakutan mendengar ku berteriak.
"Kenapa aku tidak mati saja..."
Geram ku frustasi, mendapati kenyataan yang tidak sesuai harapan ku.
"Siapa yang menyelamat kan ku? Kenapa dia tidak membiarkan ku mati tenggelam saja hah?"
Aku membrondongi Lela dengan pertanyaan gila.
"Kau gila?"
Suara berat dingin itu terdengar dari orang yang baru saja memasuki kamar ku.
"Kau....sedang apa kau disini?"
Aku menatap jengah pria dengan wajah datar itu.
"Keberkahan pada Yang Mulia Raja dan Heavend Land~"
Suara lembut Lela memberi salam hormat.
__ADS_1
Pria itu berjalan angkuh mendekati ranjang ku, entah untuk apa dia disini aku tidak tahu.
"Tidak perlu memberi salam, badan mu masih lemah"
Cih! Siapa juga yang mau memberi mu salam hormat, percaya diri sekali.
Telapak tangan hangat nya terulur menyentuh dahi ku membuat ku tersentak, memandang pelaku nya.
"Badan mu sudah tidak hangat lagi"
Apa sih pegang-pegang! aku menggerutu dalam hati tapi tidak berani menepis tangan nya.
"Jangan lupa tetap berikan dia ramuan obat yang diberikan tabib"
Dia memeringati Lela yang dibalas anggukan pelan oleh Lela.
Setelah beberapa menit pria itu tidak bergerak dari posisi nya membuat ku kesal.
"Kenapa masih disini, pergilah! aku ingin istirahat"
Bohong, aku hanya malas dengan keberadaan mu.
"Kau sungguh tidak bisa berterimakasih pada orang yang membantu mu?"
Aku memandang Lela, berharap wanita itu memberi penjelasan atas perkataan Alexander barusan.
"Mam..maaf nona, Yang Mulia Raja lah yang telah menemukan nona tenggelam tadi malam"
Oh jadi dia...
DIAAAAA?
Ohh..jadi pria ini yang sudah menggagalkan usaha ku untuk mengembalikan ingatan Roseanne? kurang ajar!
Aku turun dari ranjang mendekati Alexander dan meraih kerah kemeja nya.
"Kenapa kau menyelamatkan ku!?"
Aku berteriak marah tepat diwajah Alexander.
Pria itu merengut bingung menatap datar pada ku.
Aku berteriak kesal.
"Aku...aku tidak ingin berada di dunia bodoh ini"
Tubuh ku merosot pelan cengkraman tangan ku terlelas dari kerah nya lalu terduduk lemah dilantai.
Huhu huu huu
Aku menangis tersedu, usaha ku untuk kembali ke dunia ku gagal tidak ada ingatan apapun yang kembali pada ku.
Teori sinetron?
Sialan! Ternyata teori sinetron itu tidak benar, lihat saja jika nanti aku bsrhasil kembali ke dunia ku. Akan ku tuntut semua produser film yang menciptakan cerita bohong itu.
"Kau ingin mati hah?"
Dia berjongkok menyamakan tinggi nya dengan ku yang masih terduduk dilantai.
Aku mengangguk yakin, menatap nya sebentar dan kembali menunduk lanjut menangis.
"Aku tidak bisa bertahan lebih lama di dunia ini, ini bukan tempat ku...hiks hikss"
"Ini tempat mu dan selama nya kau tidak akan bisa pergi dari sini tanpa izin ku"
Aku yang sudah menangis tersedu-sedu tidak lagi menanggapi ucapan ambigu nya.
"Naik kembali keranjang mu dan istirahat lah"
Dia menarik lengan ku untuk membantu bangkit, tetapi karena aku masih lemah.
Setelah berhasil merebahkan tubub ku diranjang dia menarik selimut ku sampai sebatas dada.
"Ini terakhir kali aku melihat mu melakukan hal bodoh seperti tadi malam"
Ucap nya datar.
Aku bukna melakukan hal bodoh, itu hanya bentuk usaha ku agar keluar dari dunia ini.
__ADS_1
"Kau tidak akan bisa mati tanpa izin ku"
Memang nya kau dewa kematian yang berwewenang mengatur hidup mati seseorang.
"Pergilah!"
Aku berbalik membelakangi nya, berharap dia paham dan segera pergi.
"Baiklah"
Setelah itu aku melihat sosok nya hilang ditelan pintu, syukurlah dia pergi. Entah kenapa sejak bangun tadi aku merasa hawa mengancam disekitar nya.
Ada perasaan gelisah dan ketakutan saat di berada disini, sebelum nya aku tidak pernah merasakan hawa seperti ini di dekat nya.
Huh
Aku menghela nafas pelan, sekarang usaha apalagi yang bisa ku lakukan?
“Sekali lagi kau bilang ini novel sampah, akan ku sumpahi kau bertransmigrasi ke novel ini dan memperbaiki alur novel agar sesuai dengan keinginan mu”
Perkataan Delia kembali terbayang, membuat ku semakin kesal.
Delia sahabat laknat ku, bagiamana aku bisa mengubah alur novel ini agar sesuai dengan selera ku sedangkan aku tidak mengingat bagaimana cerita sebenarnya dari novel itu.
Apa semua yang kujalani di dunia ini benar-benar ada di dalam cerita novek yang sebenar nya?
Atau alur sudah berubah sejak aku berada disini.
AARRRRGGGHHHH
Novel sampah, terkutuk, sialan, anj--
Astaga kemampuan mengumpat ku berkembang pesat sejak tinggal di dunia ini.
"Lela!"
Aku memanggil Lela yang masih setia berada di sudut kamar ku.
"Iya nona?"
"Bagaimana bisa Alexander menemukan di danau biru?"
"Nona Anne, tidak diperbolehkan menyebut nama Yang Mulia Raja dengan sebutan nama saja"
Ucap Lela menegur ku pelan.
"Jawab saja pertanyaan ku"
Aku malas berdebat tentang itu sekarang.
"Hamba tidak tahu pasti keadaan yang terjadi di danau biru, tiba-tiba saja Yang Mulia Raja datang bersama nona yang berada di gendongan Yang Mulia dalam kesadaran pingsan dan basah kuyup"
Jelas Lela.
"Apa dia tidak ada bicara apapun?"
Aku ingin tahu kenapa dia bisa menemukan ku, padahal sebelum melompat ke danau aku sudah memastikan tidak ada orang disekitar danau.
"Yang Mulia tidak ada bicara apa-apa nona, beliau hanya menyuruh hamba memanggil tabib istana untuk memeriksa keadaan nona"
Aku harus bertanya langsung pada nya nanti.
"Tapi.."
Lela menggantung ucapan nya.
"Kenapa?"
"Yang Mulia Raja terlihat sangat panik dan khawatir sama seperti nona yang pingsan diruangan Yang Mulia Raja, saat kita berada di Kerajaan Starland"
Kenapa dia selalu bersikap khawatir jika menyangkut Roseanne?
Apa dugaan ku benar?
Usaha Roseanne menarik perhatian Alexander telah berhasil, bahkan lebih dari yang Roseanne perkirakan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Kalau kata aku sih yes!
__ADS_1