
“Sebelum nya hamba memohon maaf nona, bukan nya hamba tidak mengijinkan nona untuk ikut serta ke pasar. Tetapi hamba hanya tidak ingin kejadian beberapa waktu lalu terulang lagi” Terang Lela.
Pagi-pagi sekali aku sudah membuat keributan dikediaman Weasly karena merengek pada Lela ingin ikut bersama pelayan ke pasar.
“Tidak Lela, aku akan berusaha untuk tetap berada di belakang kalian. Ku mohon aku sangat ingin ke pasar, berada dirumah setiap hari membuat kepala ku pusing” Racau ku merengek seperti bayi pada Lela.
“Tapi nona—“
“Ada apa ini?” Suara Ragnar menyapa dari arah tangga.
“Selamat pagi tuan\~” Sapa Lela dengan hormat.
“Ada apa?” Tanya Ragnar lagi setelah berada di hadapan aku dan Lela.
“Nona Anne memaksa ingin ikut hamba dan pelayan lain ke pasar Tuan” Ucap Lela mengadukan ku.
Ragnar langsung melirik ku dari sudut mata nya dan aku hanya mendengus malas kearah nya.
“Biarkan dia ikut, jika itu kemauan nya” Ucap Ragnar.
“Tapi tuan, hamba takut nona Anne akan tersesat lagi—“
“Tidak Lela, kau tenang saja” Seru ku memotong bantahan Lela.
“Jika dia tersesat, biarkan saja aku tidak akan mengarahkan pengawal ku untuk mencari nya” Ragnar berucap sinis.
__ADS_1
“Dih, aku juga tidak berharap kau membantu ku” Balas ku tak kalah sinis.
“Benarkah kalau aku tidak mencari mu bisa dipastikan kau tidak akan bisa pulang lagi, tersesat di pasar dan ditangkap bandit pasar” Balas Ragnar.
“Aku bisa kembali sendiri tanpa bantuan mu sekalipun, jadi jangan berbangga diri!” Seru ku marah.
Mereka tidak tahu saja jika saat itu aku berbohong tentang aku yang tersesat dipasar, padahal beberapa jam menghilang aku hanya mengobrol berdua dengan pria pasar itu. Lebih tepat dia yang sibuk meyakinkan ku jika dia adalah penulis novel The Heaven Kingdom di dunia nyata.
“Cih, sombong sekali!” Sindir Ragnar.
“Kau pergilah, aku muak melihat wajah datar mu itu!” Aku mendorong Ragnar kasar.
“Ini rumah ku, kalau kau lupa!” Seru Ragnar tidak terima.
“Ya aku tahu, tapi aku sangat muak melihat wajah mu!” Aku kembali menodorong nya.
Setelah Ragnar menghilang dibalik pintu, aku menoleh kearah Lela yang sedang melongo melihat keributan antara aku dan Ragnar.
“Lela!” Tegur ku untuk menyadarkan Lela “Ragnar sudah memberi izin. Sekarang ayo berangkta!” Tanpa menunggu persetujuan dari Lela aku sudah berlalu dari sana.
.
.
.
__ADS_1
“Nona jangan pergi terlalu jauh dari para pelayan” Ucap Lela memperingati ku.
“Ya” Jawab singkat. Dengan patuh mengikuti Lela dan satu pelayan lain, tidak ingin terburu-buru dengan menajalankan tujuan utama ku ikut ke pasar.
Kami berkeliling dipasar dan sesekali berhenti di kios pedagang untuk membeli barang yang dibutuhkan.
“Lela aku ingin membeli beberapa buah segar” Lela langsung menoleh kebelakang.
“Benarkah nona, kalau begitu kita akan membeli nya di kios sebelah sana” Lela menunjuk kios yang berada diujung jalan.
“Tidak! Aku ingin membeli di kios yang sebelah sana, karena tadi aku bisa melihat buah-buah nya terlihat lebih segar” Aku menunjuk kearah berlawanan dari Lela tadi.
“Baiklah nona” Jawab Lela mengikuti arahan ku.
Dengan senyum tipis aku berjalan paling depan guna menunjukkan kios yang aku maksud.
Kami bertiga sampai di depan kios pedagang yang ku maksud, seorang pria bertubuh kurus dengan pakaian hitam lusuh nya terlihat sibuk menyusun beberapa buah.
“Permisi\~”
Tanpa melihat kearah ku pria itu langsung menawarkan dagangan nya.
“Silahkan dipilih nona, buah-buahan kami masih sangat segar dan—“ Ucapan nya terpotong kala mengangkat pandangan dan melihat keberadaan ku.
“Kau—“ Aku segera memberi kode pada nya agar tidak bicara apapun dan mata melirik kearah dua pelayan ku sekilas.
__ADS_1
...👑👑👑...