The Heaven Kingdom

The Heaven Kingdom
THK—Pelelangan


__ADS_3

“Tahan!”


Suara berat penjaga menahan langkah ku dan Alexander.


“Ada perlu apa disini?” Tanya penjaga yang kedua.


Aku memeluk lengan kekar Alexander “Kau masih bertanya tuan, tentu saja kami ingin berpesta didalam. Benarkan sayang?” Ucapku dengan suara lemah lembut.


“Hem” Jawab nya singkat.


“Orang yang tidak berkepentingan dilarang masuk tuan dan nona” Tegas si penjaga.


“Tidak berkepentingan katamu!!? Apa melayani pelanggan yang membutuhkan pelayanan ku bukan kepentingan bagimu” Seru ku marah.


Aku mendekati dua penjaga itu dan berbisik “Dengar ya, aku anggota tetap ditempat ini dan pelanggan ku ini adalah pelanggan yang saangaaatt istimewa jika aku mengecewakan nya tempat ini bisa saja ditutup paksa oleh nya”


Dua penjaga itu menatap ku tidak percaya lalu melirik sekilas kearah Alexander yang berdiri tegap ditempat nya.


“Masih tidak percaya? Baiklah kuberitahu. Dia adalah kepala bandit utara yang sedang menyamar, kalian pasti tau bukan kekuatan dari kepala bandit utara seperti apa?” Ucap ku masih berbisik.


Tubuh kedua penjaga itu langsung terpaku dan menatap takut kearah Alexander, dan yang ditatap hanya diam saja.

__ADS_1


Aku mundur dan kembali memeluk lengan Alexander “Jadi beri kami ruang untuk masuk, ahh biar ku tebak kalian pasti curiga dengan penampilan ku yang tertutup ini bukn?” Tebak ku.


Aku tertawa manja “Duh sayang, ini semua karena mu tidak mengijinkan aku berpenampilan terbuka\~” Keluh ku manja pada Alexander. Tidak lupa dengan suara yang mendayu-dayu.


“Maafkan aku, pelanggan ku ini sangat posesif. Dia tidak ingin tubuhku menjadi tontonan para lelaki mata keranjang. Dan kesabaran nya tidak cukup tebal untuk tidak menebas leher lelaki yang menatap kearah ku, Benarkan sayang?” Aku bermanja dan mengelus pelan dada bidang Alexander. Bisa kurasakan tubuhnya menegang sesaat.


Dih dasar pria lemah!


“Eekhhhmm” Kedua penjaga itu langsung menunduk.


“Baik tuan dan nona, silahkan masuk” Kedua penjaga membuka kan pintu dan membiarkan aku dan Alexander masuk.


Astaga mereka percaya tentang bualan ku, ketua bandit utara? Yang benar saja!!


Bahkan aku tidak mengenal manusia bandit itu, aku hanya mendengar cerita penghantar tidur dari Lela.


”Apa yang kau bisik kan pada mereka?” Tanya nya.


Mata ku berkeliaran menatap setiap sudut dari tempat ini dan benar dugaan ku, tempat ini hanya dipenuhi orang-orang yang saling memburu demi melepaskan hasrat *****ual mereka.


Menjijikan!

__ADS_1


Setiap sudut dari tempat ini dipenuhi sepasang manusia dengan kegiatan mereka masing-masing yang bisa kalian tebak kegiatan apa itu, yaa apalagi kalau bukan bercumbu.


“Kau tidak perlu tau, yang penting kita bisa lulus dari pemeriksaan. Sekarang cepat cari apa yang kau inginkan dari tempat ini aku tidak ingin berlama-lama disini” Ucapku risih.


Ini kali pertamanya aku memasuki tempat seperti ini, di dunia sebelumnya bahkan aku tidak pernah berpikiran untuk menginjak kan kaki ditempat ini.


Selain tidak kepikiran, aku juga tidak punya waktu untuk ini karena tuntutan pekerjaan yang tidak ada habis nya.


“Yasudah, eratkan tudung mu jangan sampai ada yang melihat wajah bahkan matamu sekalipun ditempat ini” Ucapnya penuh peringatan.


Alexander menarik ku menuju sebuah ruangan yang terlihat seperti ruangan theater, dimana ada panggung dan sederet kursi penonton.


“Apakah ada pentas seni disini?” Tanya ku penasaran.


Kursi penonton sudah dipenuhi oleh beberapa orang dan dipanggung terlihat sebuah kerangkeng besi berbentuk seperti kandang hewan namun lumayan tinggi.


“Bukan pentas seni, tapi pelelangan budak”


Whaatts?!


...👑👑👑...

__ADS_1


__ADS_2