
Aku tidak berbohong saat bilang jika aku bisa berenang, Aku yang asli maksud nya LilyAnne bisa berenang kemampuan renang ku juga sudah diakui oleh tingkat kota. Tapi kenapa sekarang aku tidak bisa menggerakkan tubuh Roseanne Weasly untuk naik ke permukaan.
Ugghh dadaku mulai sesak, stok oksigen diparu-paru ku mulai menipis. Tubuh ku makin dalam tenggelam cahaya dari atas permukaan danau tidak terlihat lagi, namun begitu aku tidak menyerah ku tanggalkan beberapa layer gaun yang membuat ku susah untuk bergerak keatas.
Terus ku coba mendorong tubuh ku dengan mengayunkan tangan dengan arah berlawanan.
Tidak! Aku tidak ingin mati seperti ini!
Siapa pun tolong aku!
Urrgghh—aku lelah dan tiba-tiba mata ku terasa berat, apa karena mengantuk?
Baiklah aku akan tidur sebentar, sebelum ada yang datang menolong ku.
...👑👑👑...
Dimana ini, kenapa gelap sekali apa aku benar-benar sudah mati?
Tapi aku bisa masih merasakan debaran jantung dan nafas hangat ku, setelah mengumpulkan kesadaran aku bangun dari pembaringan dan beraba sekitar berusaha menemukan secercah cahaya di kegelapan.
Aku menemukan sebuah pintu dengan kenop yang terbuat dari kayu, ku tarik kenop pintu itu lalu didetik berikutnya mata ku disilaukan oleh cahaya yang sangat terang sampai mata ku terasa sakit. Ketika membuka mata lagi tidak kutemukan cahaya yang menyilaukan seperti sebelumnya, pemandangan di depan ku hanya rerumputan yang tumbuh liar dimana tinggi nya sampai mencapai pinggang ku. Sejauh mata memandang aku tidak menemukan keberadaan manusia lain disini.
Aku melangkah keluar dengan mata liar menatap sekitar dan berharap menemukan seseorang untuk kutanyai.
“Kau sudah datang?” Suara berat namun renta itu menyapa ku, aku langsung berbalik mencari sumber suara.
Begitu berbalik aku menemukan sosok pria tua dengan jubah serba putih, wajah nya terasa tidak asing tapi dimana aku pernah melihatnya.
“Kita pernah bertemu di perpusatakaan tua saat festival rakyat” Jawab nya Seolah bisa membaca pikiran ku.
“Tuan—“ Cicit ku pelan karena aku bingung harus memanggilnya dengan sebutan apa.
“Panggil saja Abu” Jawabnya lagi, aku semakin yakin jika dia bisa membaca pikiran ku.
“Baik tuan Abu, aku ingin bertanya ini ada dimana?”
__ADS_1
“Bukit Khuld” Jawabnya singkat.
“Bukit Khuld?” Beo ku “Bukit yang saat itu anda minta untuk aku datangi?” Tanya ku memastikan.
“Ya, aku sudah lama menunggu mu disini” Jawab Abu.
“Lalu ini ada dimana? Kenapa tidak ada satu orangpun disini selain kita”
“Bukit ini hanya bisa didatangi jiwa-jiwa yang tersesat seperti mu”
“Jiwa tersesat?” Aku semakin bingung “Apa tempat ini tidak nyata?” Abu mengangguk.
Pantas saja, aku sudah bertanya pada Lela dan pelayan-pelayan sepuh di kediaman Weasly tapi mereka sama sekali tidak mengetahui tentang bukit Khuld yang aku maksud.
“Jadi anda tahu jika aku bukan jiwa asli dari pemilik tubuh ini?” lagi, pertanyaan ku hanya dibals anggukan oleh Abu.
“Bagaimana bisa anda tahu, selama ini tidak ada orang yang menyadarinya” Sedikit terkejut juga.
“Cahaya jiwa mu memendarkan warna hitam, warna yang hanya dimiliki jiwa-jiwa tersesat” Abu menatap lekat kearah ku dengan tatapan yang kosong.
Aku tidak penasaran bagaimana dia bisa tahu jika jiwa ku memancarkan warna hitam, meski ini semua terkesan tidak masuk akal aku tetap berusaha untuk percaya dengan semua nya. Semenjak hidup di dunia fiksi ini, pola pikir manusia normal ku yang tidak percaya dengan hal mistis dan abnormal seketika berubah.
“Kau tidak bisa kembali” Jawaban singkat itu membuat ku terperangah.
“Ke kenapa tidak bisa tuan?“
“Karena jiwa asli mu sudah menyatu dengan raga yang kau tempati, kesamaan yang kau miliki dengan raga itulah yang membuat keduanya menyatu”
“Kesamaan?”
“Ya, kau dan raga itu sama-sama diciptakan saat bulan surga muncul”
Tidak! Di dunia nyata bahkan tidak ada yang tahu kapan tepatnya manusia diciptakan oleh penciptanya, manusia hanya tahu waktu dia lahir kedunia dan juga aku tidak lahir saat bulan surga muncul. Aku lahir dibulan Desember.
“Perhitungan nya tentu saja berbeda, banyak rahasia langit yang tidak diketahui oleh manusia” Ujar Abu menjawab pertanyaan yang mencekol dihati ku.
__ADS_1
Aku abaikan kejanggalan itu sementara demi mencari informasi yang lebih banyak “Kau berada disini bersama ku, apa kau juga jiwa yang tersesat sama sepertiku tuan Abu?”
Abu masih dengan wajah datar nya menjawab “Tidak, aku hanya suruhan yang diperintahkan untuk mengarahkan jiwa yang tersesat seperti mu”
“Mengarahkan bagaimana? Bukan kan kau sendiri yang bilang jika aku tidak bisa kembali?” Tanya ku geram, Pria tua ini tidak mau menjelaskan semua nya tanpa harus ditanya. Jawaban nya pun sangat tidak memuaskan.
“Kembali pada takdir mu yang seharusnya”
SRRRIIIINGGG
Tiba-tiba cahaya terang menyilaukan mataku, hanya sekilas. Ketika membuka mata lagi, Abu sudah tidak ada di hadapan ku dan tempat yang awalnya dipenuhi rerumputan liar kini berubah menjadi tempat yang sedikit asing.
Ada bangunan tua terbuat dari kayu yang ku tebak adalah sebuah rumah, karena penasaran aku melangkah mendekati rumah tersebut dilangkah ketiga aku mendengar suara bisikan dari dalam rumah.
Suara percakapan dari beberapa orang yang seperti tengah mendiskusikan sesuatu tapi tidak terdengar jelas, ku edarkan mataku untuk mengamati sekitar rumah ini.
DEG
Apa itu, apa yang kulihat ini benar-benar nyata?
Bisa tebak apa yang sudah ku temukan disini?
Mengejutkan aku melihat sosok wanita rambut putih pirang yang sangat ku kenali ciri fisik nya, itu Roseanne Weasly!
Aku langsung meraba tubuh ku untuk memastikan tubuh yang aku tempati masih sama dan ternyata masih. Aku masih ada ditubuh Roseanne Weasly Lalu kenapa ada dua Roseanne Weasly disini?
Aku berlari kecil menghampiri sosok Roseanne Weasly yang berdiri gugup dibalik tembok rumah tua itu.
“Anne!” Panggil ku pelan agar mendapat perhatian nya, namun tidak ada jawaban padahal jarak kami hanya terpaut tiga langkah saja. Harusnya dia bisa mendengar suara ku.
Aku kembali melangkah dan berhenti tepat dihadapan Roseanne, tapi dia tetap tidak bereaksi apapun. Layaknya tidak melihat keberadaan ku, Roseanne tetap berdiri gelisah menggigit kuku jemarinya gugup.
Gerak-gerik nya mencurigakan seperti seorang pencuri yang takut ketahuan namun ada rasa penasaran yang terpancar kuat dari mata nya, sesekali dia melirik takut kedalam rumah tua itu.
Aku yang penasaran ikut melihat kedalam rumah tua itu melalui celah kayu yang mengeluarkan sedikit cahaya dari dalam rumah, disana aku melihat ada Pejabat Ruby disana dengan—
__ADS_1
Peramal kepercayaan kerajaan.
...👑👑👑...