
Pada sore hari nya Lela membantu ku bersiap, ku pilih atasan kemeja berwarna putih dengan rimpel dibagian dada dan kedua lengan nya untuk tampilan yang formal ku pilih bawahan rok berwarna hitam berkilat dengan hiasan beberapa mutiara dibagian tengah.
Tidak lupa, rambut indah ku digulung tinggi menyisakan beberapa helaian rambut dibagian depan.
Sempurna!
Satu kata yang menggambarkan penampilan ku, ah salah maksud ku penampilan Roseanne.
“Kita berangkat sekarang nona?” Tanya Lela yang selesai membereskan perlengkapan yang dia guanakan untuk mendandani ku.
Aku mengangguk dan berdiri dari kursi “Ayo” Ajak ku.
.
.
.
“NONA WEASLY SUDAH TIBA!!” Teriak pengawal penjaga mengumumkan kedatangan ku.
__ADS_1
KREEKK
Pintu besar ganda itu terbuka lebar dan aku dipersilahkan masuk oleh pengawal, dengan langkah pelan nan anggung aku melangkah memasuki ruangan besar itu.
Didalam ruangan sudah dipenuhi dengan banyak pejabat yang bahkan tidak aku kenali siapa mereka. Mata ku bergulir terus mencari keberadaan Emmett dibarisan para pejabat pria itu.
Ketemu! Emmett dengan rambut putih nya terlihat sangat mencolok dibandingkan yang lain jadi cukup mudah menemukan nya, mata kami bertemu beberapa detik yang bisa kulihat dari tatapan Emmett ada ancaman.
Ini pertama kali aku merasa nyaman dengan keberadaan Emmett disekitar ku karena dia satu-satu nya yang aku kenali.
Ruangan sangat hening sampai bunyi langkah ku terdengar menggema diruangan ini.
Aku bisa merasakan tusukan tidak kasat mata yang berasal dari tatapan tajam para pejabat yang sejak awal sudah menatap tidak suka pada ku.
“Keberkahan pada Yang Mulia Raja dan Heaven Land\~”
Dengan sedikit membungkuk dan menarik kedua sisi gaun, aku memberi salam hormat padanya.
Raja Heaven Land, Alexander Lincoln memberi isyarat tangan untuk mempersilahkan ku untuk berdiri.
Aku berdiri dan mendongakkan kepala kearah Alexander dikursi tahta, seperti pada hakikat nya seorang Raja yang kasta nya berada diatas rakyat jadi wajar saja jika kursi nya berada diatas aku dan pejabat lain berada dibawah.
__ADS_1
“Aku mendengar bahwa nona Weasly ingin mengajukan pendapat tentang kebijakan pemilihan pemimpin masa depan, apa itu benar?” Alexander langsung menembak pada tujuan ku hadir di rapat pejabat malam ini.
Aku mengangguk pelan “Hamba menjawab, itu benar Yang Mulia”
“Pendapat seperti apa yang hendak nona Weasly ajukan, apa nona tahu jika bisa saja pendapat nona Weasly dianggap menentang sistem kebijakan kerajaan terdahulu?” Seorang pria tua yang seperti nya sebaya dengan Emmett memotong ucapan ku.
“Tidak bisakah pejabat Ruby mendengarkan putri ku berbicara sampai selesai tanpa menyanggah nya” Emmett, suara ketidaksukaan nya terdengar.
Pejabat Ruby? Apakah dia ayah dari Aurelia Ruby, aku menoleh kearah suara pejabat Ruby ingin melihat rupa ayah dari Aurelia Ruby.
Ah, jadi dia! Ini pertama kali aku melihat rupa kepala keluarga Ruby, tidak tampan sama sekali. Lebih tampan Emmett.
Haha
Sempat-sempat nya aku menilai ketampan seorang pria tua yang kedepan nya akan menjadi musuh ku dalam mendobrak kebijakan ini.
“Terimakasih telah mengingatkan ku pejabat Ruby, tetapi berdiri nya aku disini tidak dengan tujuan menentang kebijakan kerajaan terdahulu” Aku berusaha memberikan senyum termanisku pada pejabat Ruby, yaa hitung-hitung first impression yang baik.
“Katakan apa tujuan mu” Suara datar Alexander mengalihkan perhatian ku dari pejabat Ruby.
“Hamba menjawab, hamba ingin mengajukan perubahan pada kebijakan pemilihan pemimpin masa depan. Seperti yang kita semua ketahui bahwa sejak dahulu pemilihan pemimpin masa depan dilakukan dengan ramalan yang dilakukan oleh peramal kepercayaan kerajaan, hamba rasa cara itu perlu diubah karena kurang bisa dipercay—“
__ADS_1
“Kau meragukan sistem yang sudah digunakan ratusan tahun oleh kerajaan Heaven Land” Sambar pejabat Ruby seenak nya memotong ucapan ku.
Bersambung…