
...THE HEAVEN KINGDOM...
Aku menikmati malam berbintang dari balkon kamar ku seorang diri, setelah kembali nya dari istana bertemu Alexander aku tidak melakukan banyak hal lagi selain melamun.
"Selamat malam nona Anne, apa nona ingin makan malam dibawa ke kamar?" Suara lembut Lela menyapa rungu.
Aku hanya mengangguk tanpa menoleh "Dan tolong bawakan aku kertas dan pena atau yang bisa digunakan untuk menulis surat"
"Baik nona" Jawab Lela tanpa banyak tanya dan mundur meninggalkan ku sendirian di balkon.
.
Tidak butuh waktu lama, aku telah menyelesaikan surat berisi permohonan maaf ku pada keluarga Eros atas sikap ku yang tidak bisa menghadiri undangan makan malam yang sebelumnya bisa ku sepakati. Tanpa memberitahu alasan ku tidak bisa menepati undangan aku justru menjanjikan untuk datang diundangan makan malam berikutnya.
Ya, demi sebuah sopan santun dan membangun relasi. Mau bagaimana pun keluarga Eros masih satu-satunya keluarga yang menganggap keberadaan ku di kerajaan Heaven Land ini, Leonidas yang mau berteman dengan ku dan sang pejabat Eros yang sudah bersikap ramah padaku saat persidangan terakhir kali.
"Lela, minta seseorang untuk mengirimkan surat ku ke kediaman keluarga Eros malam ini juga" Perintahku sambil mengangsur amplop berwarna coklat pada Lela.
"Baik nona, hamba permisi"
"Eh tunggu!"
Lela berhenti dan menatap ku menunggu perintah.
__ADS_1
"Besok pagi pagi sekali aku akan pergi ke festival rakyat bersama Yang Mulia Raja, jadi tolong persiapkan kebutuhan ku"
"Baik nona, apa besok hamba akan ikut dengan nona Anne?" Tanya Lela memastikan.
Aku cemberut "Tidak, Alexander tidak mengijinkan ku membawa mu. Pria breng-" Hampir saja aku mengumpati Raja nya di hadapan Lela.
"Emm...hanya siapkan saja kebutuhan ku Lela, kau tetaplah tinggal di kediaman Weasly" Setelah mengerti Lela pun pamit undur diri.
.
.
.
Tapi aku acuh hanya melirik nya sekilas dan beralih menatap Lela yang mengantarkan ku pagi ini ke gerbang samping istana.
"Kau bisa kembali Lela, terimakasih~"
Lela mengangguk dengan wajah yang ketakutan, yaa aku tahu pasti dia merasa takut dengan sikap ku yang mengacuhkan keberadaan Alexander "Baik nona, semoga selamat sampai tujuan. Hamba permisi~"
Lela memberi hormat dan berlalu.
"Kau tidak ingin meminta maaf karena membuat ku menunggu mu?" Tanya Alexander lagi, rupanya dia tidak puas.
__ADS_1
"Ku rasa tidak perlu, aku tidak meminta mu untuk menunggu. Jika tidak senang kenapa kau tidak pergi saja sendiri!?" Ucapan sarkas ku dibalas pelototan tidak santai dari nya.
"Ayo berangkat, tunggu apalagi?"
"Benar-benar tidak tahu malu" Gerutu Alexander.
"Ck, kenapa susah sekali naiknya sih!" Aku memaki kaki pendek Roseanne yang kesusahan mencapai anak tangga dari kereta kuda didepan nya ditambah lagi dengan gaun kepanjangan yang dipilihkan Lela.
"Aku jalan kaki saja!!" Maki ku kesal, menyerah menaiki kereta kuda yang tinggi ini meski dicoba berkali-kali tetap kaki ku tidak sampai.
"Kau yakin? Lokasi festival rakyat nya cukup jauh, kurasa jika kau berjalan kaki akan sampai besok subuh" Ucap Alexander acuh, lalu melewati ku begitu saja dan menaiki kereta kudanya.
Sialan! Dia tidak peka!
"Yasudah kau pegilah sendiri, ku susul besok aja. BYE!!" Baru saja hendak beranjak meninggalkan nya, suara dingin penuh ancaman itu kembali terdengar.
"Naik. Atau kau yang menggantikan kuda nya"
AARRRGGGGHHHHH!!
^^^🥀🥀🥀^^^
Setelah baca ulang beberapa chapter, akhirnya utor sadar novel ini kacau banget. Masiih jauuuuuhhhhh banget dari kata bagus, maaf yak!
__ADS_1
duh jadi insecure kan....