The Heaven Kingdom

The Heaven Kingdom
THK—Kapan Bulan Surga Timbul?


__ADS_3

...THE HEAVEN KINGDOM...


"Jika bukan karena melahirkan mu, ibu pasti masih hidup"


“Maksud mu, ibu meninggal ketika melahirkan ku?” Tanya ku pelan, sedikit takut dengan wajah Ragnar yang mengeras mungkin pertanyaan ku mengingatkan dia pada kenangan buruk itu.


“Kenapa kau bertanya tentang hal itu seolah-olah kau tidak mengetahui apapun” Alis nya menukik tajam.


Percakapan ku tadi malam dengan Ragnar diakhiri dengan bantingan pintu yang keras, ya Ragnar pergi setelah mengucapkan kalimat terakhirnya. Ku rasa dia marah karena aku bertindak seperti orang tidak mengetahui apapun, aku tidak menyalahkan dia yang marah karena itu justru aku memaki diri ku sendiri yang terjun ke dunia ini tanpa bekal pengetahuan apapun.


Huufftttt


“Kenapa kau gemar sekali menghela nafas?” Suara datar penuh ejekan ini, aku mengenal nya.


Tidak perlu menoleh, karena dia akan duduk dengan sendiri nya di samping ku.


Tep


Benarkan, dengan tidak tahu malu nya dia sudah duduk disamping ku.


”Apakah menghela nafas dan duduk merenung di danau biru ini sudah menjadi kesibukan mu sekarang, Lily?” Dia mulai menanyakan hal tidak penting.


“Apa menganggu ku yang sedang bernafas juga menjadi kesibukan mu sekarang Duke Eros?” Ucap ku menyindir.


“Tentu saja tidak, aku memiliki kesibukan yang lebih penting daripada menganggu mu bernafas” Yaa..Leon dengan kesombongan nya.


“Ck! Lalu sedang apa kau disini, pergi sana! Menganggu saja” Maki ku sambil mendorong bahu Leon.


“Ini tempat umum yang bisa dikunjung para bangsawan istana ini, kau tidak bisa melarang ku duduk disini” Ucap Leon lugas.


“Ya, lakukan semau mu Duke Eros” Aku sedang di mode malas berdebat sekarang.


“Apa yang ku pikirkan, wajah mu terlihat kusut sekali?”

__ADS_1


“Banyak sekali, sampai rasanya kepala ku hampir pecah” Jawab ku lemas.


“Cih! Seperti kau bisa berpikir saja” Leon mendelik kesal.


“Oiya ada yang ingin ku tanyakan!” Aku mengabaikan ejekan nya.


“Kau harus bayar setiap satu pertanyaan, kau pikir aku hidup hanya untuk menjawab semua pertanyaan mu?”


Astaga pria ini kenapa jadi menyebalkan sekali.


“Bayar pakai apa, aku tidak ada uang” Keluh ku.


”Apa perdana menteri Emmett sudah jatuh miskin, sampai puteri nya pun tidak punya uang”


“Cukup Leon! Aku hanya ingin bertanya tapi kenapa kau terus mengejek ku” Aku mencubit lengan nya sekuat tenaga.


“Shh…aku bercanda! Lepaskan cubitan maut mu itu” Leon meringis kesakitan.


Cih! Berlebihan sekali, tidak mungkin cubitan ku terasa sakit dilengan nya yang penuh otot itu.


“Ya serius, memang nya apa yang ingin kau tanya?” Tanya nya sambil mengelus lengan bekas cubitan maut ku.


“Kau tahu bulan surga?”


Wajah Leon langsung berubah datar lalu menggeser duduk nya menghadap kearah ku.


“Kalau tidak mengingat kau bukanlah Roseanne Weasly yang asli, aku sudah memaki mu bodoh sejak kemarin. Tentu saja aku tahu bulan surga” Cerca Leon.


“Kapan bulan surga akan timbul Leon?” Aku butuh penjelasan tentang waktu nya karena Ragnar tidak menjawab dengan jelas.


Leon terlihat berpikir sebentar “Emm—timbul nya bulan surga tidak bisa dipastikan” Jawab Leon.


“Kenapa begitu, bukan kah bulan surga itu sangat penting bagi kerajaan karena bulan surga menjadi hari penobatan pemimpin masa depan?”

__ADS_1


“Kau tahu dari mana?” Tanya Leon bingung.


“Dari kakak ku” Leon mengangguk paham.


“Timbul nya bulan surga tidak bisa dipastikan bisa saja besok atau nanti malam, tidak ada yang tahu. Dan untuk penobatan pemimpin masa depan tidak dilakukan pada saat bulan surga timbul, penobatan yang terjadi hanya penobatan pendamping Raja atau dengan kata lain hari pernikahan Raja dengan calon Ratu yang terpilih di ramalan sebelum nya” Jawab Leon panjang lebar.


“Menurut mu kapan bulan surga timbul?” Aku masih kekeh dengan pertanyaan awal ku karena penjelasan Leon tadi sama saja dengan Ragnar.


“Sudah ku bilang tidak ada yang tahu…tapi kemungkinan ada seseorang yang bisa menebak kapan muncul nya bulan surga—“ Leon sengaja menggantung ucapan nya agar aku kesal.


“Siapa?“ Tanya ku geram.


“Yang Mulia Raja” Jawab Leon santai.


Benar! Alexander, kenapa aku tidak kepikiran ya.


“Bagaimana cara nya dia bisa menebak kapan kemunculan bulan surga?” Tanya ku penasaran.


“Tentu saja karena beliau adalah Raja, kau pikir seorang Raja terpilih hanya berdasarkan ramalan pemimpin masa depan? Tidak semudah itu. Selain karena garis keturunan, seorang Raja bisa terpilih karena dia memiliki ‘kelebihan’ yang tidak dimiliki siapapun” Jawab Leon.


Kelebihan yang tidak dimiliki siapapun? Kelebihan sejenis apa yang dimiliki Alexander ya, apa sikap mesum nya termasuk kelebihan?


“Ngomong-ngomong, kenapa kau ingin tahu waktu kemunculan bulan surga?”


“Emm—hanya ingin mempersiapkan diri untuk acara penobatan Ratu” Jawab ku asal.


“Kenapa kau harus mempersiapkan diri, yang dinobatkan adalah Nona Ruby bukan kau” Ucapan Leon menyadarkan ku pada kenyataan pahit ini.


“Justru karena nona Ruby lah yang dinobatkan makanya aku harus mempersiapkan diri” Jawab ku santai.


Karena aku harus mempersiapkan diri untuk membatalkan acara penobatan itu!


Bersambung

__ADS_1


...👑👑👑...


__ADS_2