
"Sedang apa kalian?"
Suara dingin nan berat itu mengintrupsi kegiatan ku bersama Leon. dengan kompak kami menoleh dan menemukan keberadaan Alexander dan Aurelia disana.
Setelah sadar aku kontan berdiri dan menunduk memberi salam hormat.
"Kerberkahan pada Yang Mulia Raja dan Heavenland~"
Aku gugup sekali, semoga mereka tidak salah paham dan mengira aku dan Leon sedang berciuman. Tapi jika dilihat sekilas posisi ku dan Leon memang sangat ambigu, dasar bodoh!
Lalu disusul Leon yang juga memberi salam tapi tidak gemetaran seperti ku, pria itu terlihat santai.
"Ada perlu apa Yang Mulia menyusul hamba kemari?"
Tanya Leon santai.
"Bukan kah kalian berdua diminta kembali sebelum penobatan dimulai?"
Bukan Alexander yang menjawab tetapi kekasih nya, romantis sekali yaa mereka sehati.
"Hamba memohon maaf Yang Mulia karena sudah lupa waktu"
Leon mengabaikan Aurelia dan menunduk dalam kearah Alexander, tentu saja aku ikutan karena kalau bukan mendengar cerita ku pasti Leon tidak lupa waktu.
Apa aku sudah memberitahu satu hal?
Seperti nya Leon selalu mengacuhkan Aurelia!
Tolong ingatkan aku untuk menanyakan tentang hubungan mereka pada Lela nanti.
"Masuk!"
Kalau dia bersuara itu tandanya kami di maafkan, setelah itu Alexander pergi diekori oleh kekasih nya.
Melihat itu aku langsung menghelas nafas lega dan menoleh kearah Leon.
"Leon maafkan aku, kau jadi lupa waktu karena mendengarkan cerita ku"
Aku tulus meminta maaf dan pria itu hanya menjawab dengan tersenyum tipis.
"Tidak apa Lily, ayo pergi"
Leon menarik lengan ku dan mengalungkanya di lengan kanan nya, aku tahu dia sengaja untuk membantu ku berjalan.
"Kau masih memanggil ku Lily, itu berarti kau percaya dengan cerita ku Leon?"
Dia mengangguk tanpa menoleh kearah ku dan tetap berjalan pelan mengikuti Alexander.
"Benarkah? kenapa kau percaya, bukan kah cerita ku terdengar mustahil?"
Aku bertanya antusias karena ada orang yang mempercayai cerita ku yang bahkan aku sendiri pun masih merasa tidak percaya dengan semua ini.
"Aku tidak percaya sepenuh nya, tetapi aku percaya jika kau bukan lah Roseanne Weasly yang ku kenal"
Dia menatap ku lekat, meski hanya sekilas tapi bisa ku lihat ada pancaran rindu dari matanya.
Entah sejak kapan aku bisa membaca arti dari cara orang lain memandang ku, Aurelia yang selalu memandang ku marah dan baru saja Leon memandang ku dengan pancaran rindu yang tidak bisa aku tebak.
Emm--satu lagi! Alexander yang selalu memandang ku...sayang?
__ADS_1
Entalah, aku tidak boleh percaya dengan mata ku sendiri karena Alexander bukanlah seseorang yang mudah ditebak.
"Bagaimana cara mu membedakan nya?"
Apa dijidat ku tertulis 'Roseanne Palsu' sampai Leon bisa menebak? Tapi tadi waktu bercermin jidat ku terlihat mulus dan--Glowing.
Wanita dizaman ini pakai skincare apa ya kira-kira, wajah mereka terlihat glowing berkilat.
"Karena Roseanne Weasly yang asli tidak akan mau menggandeng ku seperti ini"
Baru saja aku ingin bertanya, bunyi lonceng diruangan aula istana ini berbunyi kencang tanda acara akan dimulai.
Dalam hati aku masih bertanya-tanya, apa Roseanne pernah bertemu dengan Leon sebelum nya? Apa hubungan mereka buruk, sampai Leon bicara seperti itu.
Astaga! ini menambah daftar pertanyaan ku pada Lela.
Aku mendongak menatap Leon yang sudah fokus menyaksikan persembahan acara banyak para gadis cantik yang menari diiringi musik, aku tidak kenal jenis musik ini tapi tetap terdengar asik.
Tapi tetap tidak se-asik musik Kill this love dari Blackpink, huhuhu Blackpink girl group favorite ku.
Apa didunia ini sudah ada girl band atau pun boyband ya?
huh aku bicara ngawur karena terlalu keras berpikir sejak tadi.
Aku menoleh kesamping untuk melihat orang sekitar dan mata ku tidak sengaja bertemu pandang dengan mata tajam Alexander yang kebetulan berdiri disana.
Sekarang dia memandang ku marah, seperti nya dia marah karena aku dan Leon lupa waktu membuat nya harus menyusul kami.
Tapi sebenarnya dia yang bodoh, untuk apa dia menyusul kami langsung. Dia bisa saja menyuruh salah satu dari pelayan nya.
Emm--Tapi sepertinya dia tidak marah karena itu deh! Wajah nya seperti seseorang yang marah karena kekasih nya tercyduk berselingkuh....? aduh aku merinding.
Kenapa dia terus menatap ku padahal aku sudah membuang muka.
Setelah acara penobatan, akhirnya kami tiba diacara menikmati hidangan.
Acara yang kutunggu-tunggu...hehe
Kerajaan ini benar-benar totalitas melayani tamu nya, seperti sekarang. Tiap meja sudah ada dua orang pelayan yang melayani tamu untuk menikmati hidangan. Wajar saja sih, orang-orang disini pasti dari keluarga bangsawan yang hidup nya harus serba dilayani.
Tetapi berhubung aku bukan bangsawan asli di negeri ini, jadi aku tidak manja ataupun memerintahkan pelayan mengambil makanan ku.
Dengan sabar menunggu kedua pelayan itu melayani hidangan untuk Alexander dan Aurelia, peraturan nya tetap sama "Dahulukan Raja".
Setelah selesai pelayan itu menawarkan bantuan pada ku tetapi aku menolak karena bisa ambil sendiri dan aku ingin sesuai dengan porsi makan ku.
Leon juga menolak tawaran pelayan, dia hanya mengambil gelas yang berisi minuman. Entah apa aku tidak tahu.
"Kau tidak makan Leon?"
Dia menggeleng sekali dan kembali meneguk minuman nya.
"Harus makan! nanti kau kena maag dan asam lambung mu naik"
"Aku tidak mengerti apa itu maag dan asam lambung naik yang kau maksud, tapi aku sedang tidak lapar. Terimakasih Lily"
Apa dizaman ini sakit maag dan asam lambung belum ditemukan? ck! beruntung sekali.
Apalah daya aku hanya manusia dari masa depan yang sudah terkontaminasi banyak penyakit.
__ADS_1
Aku mengambil beberapa potongan ayam bakar yang sejak tadi menggoda iman ku, dia terlihat glowing seperti jidat Roseanne Weasly.
Hidangan di meja ini semua nya terlihat sangat menggoda imam, ada ayam bakar, sapi panggang, roti dan banyak lagi yang tidak bisa ku sebutkan satu persatu.
Tapi sayang sekali disini tidak ada Sambal, lalapan dan juga--Nasi!
Padahal di dunia ku, belum makan namanya kalau belum pakai nasi.
Tapi tidak masalah, tanpa nasi aku masih bisa kenyang saking banyak nya makanan yang dihidangkan.
Kulihat Alexander dan Aurelia sudah mulai menyuap makanan mereka masing-masing dan waktu nya untuk ku makan juga.
Kutusuk daging ayam dengan garpu lalu kuarahkan ke mulut Leon.
"Aaaaaa..."
Leon menegang seketika dan sepasang kekasih itu tiba-tiba berhenti menyuap makanan.
Kenapa apa yang salah?
Aku menatap mereka bergantian.
"Kenapa Leon, aku hanya ingin menyuapkan mu?"
Ayam disendok ku masih tergantung diudara karena Leon tak kunjung membuka mulut nya.
"Ekkheem..."
Leon berdehem lalu menurunkan tangan ku dan melihat kearah Alexander sekilas.
"Tidak perlu menyuap ku Lily, kau makan lah sendiri"
Dia tersenyum tipis.
"Aku tidak mungkin makan sendiri sedangkan teman ku kelaparan, itu namanya tidak setia kawan. Ayo makanlah, aku suap... Aaaaa"
Pranggg
Bunyi sendok yang dibanting ke piring membuat gerakan ku berhenti dan melihat kearah sumber suara.
Alexander menatap ku penuh amarah dan menggengam kuat pisau makan ditangan nya.
Kenapa sih?
Setelah itu dia beranjak dari duduk nya dan pergi diikuti pelayan nya dibelakang.
"Kau sungguh tidak tahu sopan santun nona Weasly"
Ucapan Aurelia menyadarkan ku lari keterkejutan dan menatap bingung wanita itu lalu menatap Leon untuk meminta jawaban.
"Tidak apa Lily, makan lah makanan mu. Aku sedang tidak lapar"
Leon tersenyum dan mengelus pucuk kepala ku lembut.
Bukan itu yang ingin ku dengar!
Aku hanya ingin tahu dimana letak ketidak sopanan ku....dan kenapa Alexander terlihat begitu marah padaku?
Sialan! suasana ini menghilangkan selera makan ku.
__ADS_1
Jangan lupa vote, hadiah dan komen nya..