
...THE HEAVEN KINGDOM...
"Ya lucu sekali, aku terjebak disini" Pria itu terkekeh miris menertawakan nasib malang nya.
"Apa kau mengingat hal yang terakhir terjadi sebelum kau bangun di dunia ini?"
"Ingat, aku hanya menyebrang di perempatan lampu merah dan tertabrak truk yang menerobos lampu merah dari arah yang berlawanan dan BRRAAKK!" Ucap nya sambil membuat gerakan dari kedua tangan nya.
"Kau Mati ditempat?" Tanya ku.
"Tidak tahu"
"Kenapa tidak tahu?" Geram ku marah.
"Bagaimana aku bisa tahu, ketika bangun aku sudah berada di dunia lain"Jawab nya tidak kalah marah.
"Wiihh santai dong jangan marah-marah...hahah" Aku menertawai wajah marah nya.
"Kau....Lupakan! lalu bagaimana dengan mu?" Dia bertanya balik.
Aku menunjuk diri "Aku?" Dia mengangguk tanda iya.
"Setelah berdebat dengan sahabat ku, aku tidur dan yaa--disinilah aku" Jawab ku santai.
"Begitu saja?" Dahi nya mengernyit heran.
"Ya, apa kau berharap aku bernasib sial seperti mu? Setidak nya aku lebih beruntung" Jawab ku.
Ya aku sedikit beruntung tidak merasakan sakit sebelum berpindah ke dunia ini, hanya satu hal yang sampai sekarang membuat ku penasaran. Apa aku meninggal saat tertidur?
"Kau meninggal saat tidur?" Dia dan aku memiliki pertanyaan yang sama.
__ADS_1
"Sama seperti mu, aku tidak tahu"
Setelah itu kami berdua hening, sibuk dengan pikiran masing-masing ditemani dengan hembusan angin yang menerbangkan beberapa kelopak bunga.
Aku menatap nya sekilas dan mengangkat pembicaraan baru "Apa kau yakin dengan alasan kita terjebak disini?"
Dia mengangguk yakin "Awalnya aku tidak yakin, tapi setelah bertemu dengan mu akhirnya aku sangat yakin. Alasan kita terjebak didunia novel ini adalah karena tidak menyukai novel itu sendiri" Jawab nya.
"Sebentar, apa kau benar-benar tidak menyukai novel yang kau buat sendiri?" Melihat dia mengangguk aku semakin keheranan.
"Sulit dipercaya jika seorang penulis novel tidak menyukai novel yang dia tulis sendiri, hahaha" Ucap ku menyindir nya dengan sepenuh hati.
"Aku saja tidak percaya bagaimana dengan mu" Ucap nya pasrah.
"Tapi apa kau tahu, jika novel mu itu menjadi salah satu novel terlaris?" Tanya ku lagi.
"Aku tahu, tapi tidak ada rasa bangga sedikitpun dalam diri ku" Pandangan kosong nya lurus kedepan.
Yang aku tahu sebagai penulis novel, ada rasa bangga tersendiri jika karya yang dihasilkan disukai banyak orang.
"Bukan kah sudah ku beritahu jika novel yang dijual dipasaran itu tidak sesuai dengan pemikiran ku. Dengan kata lain jika novel itu sudah di revisi banyak oleh penerbit"
"Jadi itu alasan mu tidak menyukai novel mu sendiri?" Tanya ku.
Dia mengangguk yakin "Alur novel ku dirombak habis oleh pihak penerbit, mereka memaksakan novel itu sesuai dengan selera pasar" Sekilas terlihat rasa kecewa dimatanya..
"Apa aku boleh tahu apa alasan mu tidak menyukai novel ku?" Tanya nya mengalihkan pembicaraan.
Mungkin saja topik tentang alur novel yang diubah oleh penerbit, dia kurang menyukai nya. Hemm entalah.
"Yang ku ingat, aku tidak suka dengan akhir yang bahagia hanya milik tokoh utama protagonis" Aku masih mengingat jelas perdebatan ku dengan Delia sebelum tertidur (Prolog)
__ADS_1
Pria itu terdiam seperti nya dia sedang berdebat dengan pikiran nya sendiri.
"Lalu bagaimana akhir yang kau harapkan?" Tanya nya setelah beberapa saat hening.
"Entalah, aku tidak tahu. Jika aku mengingat alur novel itu mungkin bisa ku simpulkan akhir yang sesuai harapan ku. Tapi sayang sekali aku tidak mengingat apapun" Cicit ku.
Dia mengangguk entah karena alasan apa.
"Lalu, apa kau mengingat alur awal yang ingin kau tulis?"
"Tidak" Jawab nya singkat.
"APA!? Jangan bercanda, kau satu-satu nya harapan ku untuk memperbaiki alur novel ini dan segera menemukan jalan keluar dari sini" Ucap ku geram.
"Aku tidak bercanda--tapi mungkin aku bisa mengingat nya jika kau ceritakan sudah sampai mana alur yang berjalan sekarang"
Aku mendengus sebal.
"Alexander dan Aurelia Ruby akan segera menikah" Aku menjawab datar.
"Benarkah!?" Seru nya terkejut.
"Hei, kenapa reaksi mu berlebihan. Bukan kah harus begitu akhirnya? Tokoh utama wanita yang bersatu dengan tokoh utama pria"
"Kenapa kau terdengar tidak senang" Tanya nya mendelik penasaran.
"Ahh kelihatan ya?" Aku terkekeh pelan "Bukan apa-apa, aku hanya merasa jika pernikahan mereka tidak harus terjadi" Lanjut ku.
...****************...
Hadiah, vote dan komen nya jangan lupa ygy!
__ADS_1