The Heaven Kingdom

The Heaven Kingdom
THK—Pindah Kursi


__ADS_3

...The Heaven Kingdom...


...👑...


PLAK


Tangan ku bergetar setelah gerakan refleks ku menampar Alexander, meski sedikit terkejut tapi aku tidak menyesal sedikitpun karena telah menampar nya.


“Sebenarnya apa mau mu, apa kau ingin mempermainkan ku dengan cara seperti ini?”


Aku kecewa dengan Alexander yang bersikap sesuka nya padaku, hari ini dia mencium ku lalu besok dia akan mengacuhkan ku. Dia pikir aku wanita murahan.


“Apa aku begitu rendah nya dimatamu, sampai memperlakukan ku seperti wanita murahan yang bisa kau cumbu sesuka hati?”


Aku sudah berhasil lepas dari dekapan nya, mungkin dia sudah tidak fokus karena tamparan keras di pipinya.


“Berani sekali kau menampar ku”


Geram nya pelan menatap ku tajam.


“Bahkan aku bisa melakukan lebih dari itu jika kau berani menyentuh ku lagi, bajingan!”


Aku sudah tidak bisa menahan makian ku, persetan jika dia Raja bahkan Dewa sekalipun aku akan tetap memakinya.


GREP


Dia menarik tangan ku kuat sampai aku tubuhku menabrak dada bidang nya.


“Lepaskan!”


Kenapa dia suka sekali menarik ku seperti ini.


“Lepaskan aku baji ngan! Kenapa kau selalu bertindak sesuka mu, mencium ku lalu mengacuhkan ku sebenarnya apa mau mu…ku mohon…lepaskan aku…”


Hiks hiks hiks


Sial! Pria ini membuat ku menangis.


“Kumohon..hikss..Lepaskan aku”


Pukulan lemah ku layangkan bertubi-tubi mengenai dada nya.


Bukan nya melepaskan dekapan nya, Alexander justrus mendekap ku semakin erat dia menyembunyikan wajah nya di ceruk leher ku sampai aku bisa merasakan hembusan nafas hangat nya.


“Aku berjanji tidak…tidak akan mengganggu mu juga tidak akan muncul dihadapan mu..tap—“


Aku hanya merasa dia bersikap seperti ini karena tindakan Roseanne yang sering menggoda dia sebelum nya.


“Jangan! Jangan menghindari ku”


Hembusan nafas hangat nya menggelitik leher ku.


“Sadarlah kau sudah memiliki nona Ruby jadi tidak pantas mendekati wanita lain”


Mungkin ketika aku berbicara lembut, dia bisa mengerti.


Entah kenapa diam nya membuat setitik rasa kecewa dihati ku, seolah dia tidak membantah ucapan ku.


Kenapa bisa aku merasakan kecewa, aku tidak menyukai nya sama sekali. Apa ini perasaan Roseanne Weasly yang tersisa?


Tetapi Roseanne tidak menyukai Alexander karena dia mendekati Alexander atas perintah Emmett, bukan kehendak nya sendiri.


“Apa kau menyukai ku?”


Aku tersentak kala dia mendorong ku menjauh, untung saja keseimbangan tubuh ku bagus jadi tidak sampai tersungkur.


Setelah mendorong ku dia melempar tatapan tajam andalan nya.


”Jangan terlalu percaya diri nona Weasly, aku mencium mu bukan berarti aku menyukai mu”


“Lalu kenapa kau mencium ku?”

__ADS_1


“Aku hanya ingin dan juga terserah ku mau mencium siapapun”


Jawab nya tegas.


Ah! Jadi begini rasanya dicampak kan oleh pria?


Pantas saja Delia sampai menangis berhari-hari ketika di campak kan kekasih nya, karena memang sesakit ini rasanya.


Tapi Alexander bukan kekasih ku, kenapa aku harus menangis? Dasar bodoh!


Aku mendongak guna menghalang air mata ku jatuh, akan memalukan sekali jika dia melihat ku menangis.


”Kau benar, aku terlalu percaya diri menebak kau menyukai ku hanya karena beberapa kali mencium ku”


Aku mengangguk paham, berusaha untuk tidak terlihat kecewa.


“Seorang rendahan seperti ku memang tidak pantas, bahkan sekedar membayangkan nya saja aku sangat tidak pantas”


Ku mohon air mata jangan jatuh sekarang!


“Kalau begitu hamba permisi…Yang Mulia”


Aku memberi salam penghormatan, setelah itu meraih lentera ku yang sejak tadi teronggok di tanah.


.


.


.


Pagi hari sudah menyapa, semua pengawal dan pelayan sudah terlihat sibuk dengan pekerjaan mereka merapikan semua perlengkapan tenda karena sebentar lagi perjalanan akan di lanjut kan.


Aku sudah siap dengan dress sederhana ditutup dengan jubah hitam panjang ku, memang sengaja meminta Lela tidak memakaikan gaun yang ribet karena kami hanya berdiam diri di kereta dan juga tidak ada Emmett disini.


Aku berdiri disamping Leon yang juga sudah siap dengan penampilan ala prajurit nya, aku juga tidak terlalu begitu paham dengan atribut-atribut yang dia gunakan.


“Selamat pagi nona Weasly\~”


Dia menyapa ku hangat dengan suara datar nya.


Balasku pelan.


“Kau terlihat berbeda pagi ini dan ada apa dengan mata sembab mu? Apa kau menangis semalaman”


Kedua orang yang berdiri diseberang kami langsung menengok ku.


“Benar, kenapa mata mu terlihat sembab nona Weasly?”


Aurelia Ruby bertanya dengan anggun nya.


“Aku tidak menangis, ini hanya karena aku tidak tidur dengan baik tadi malam”


Jawab ku berbohong, sudah jelas aku menangis bombay karena Alexander brengsek Lincoln.


Ah! brengsek seperti nya cocok menjadi nama tengah nya.


“Kau berbohong, apa kau menangis karena tidak bisa berada satu tenda dengan ku?”


Astaga Leon, wajah garang mu itu terlihat tidak cocok untuk bercanda.


“Cukup Leon! Jangan mengarang”


Seru ku kesal, mood ku sangat buruk sejak kejadian malam tadi.


“Nona Weasly, tidak boleh memanggil seperti itu!”


Wanita ini juga kenapa suka sekali menegur ku.


“Tidak apa nona Ruby, aku yang menyuruh nona Weasly untuk memanggil ku dengan nama depan”


Kalau aku jadi mu pasti sudah malu sekali.

__ADS_1


“Benarkah? Aku hanya merasa kurang sopan jika seperti itu Duke Eros”


Dia masih tersenyum manis.


“Tidak masalah, kami berteman. Benarkan Anne?”


Leon mengacak rambut ku, dia sengaja supaya aku kesal.


Dia juga sengaja memanggil ku Anne karena nama itu hanya digunakan untuk sapaan orang terdekat.


“Berhenti mengacak rambut ku!!”


Aku menepis tangan Leon kasar dan merapikan tatanan rambut panjang ku.


“Kau menggemaskan”


Aku tidak tersanjung ketika Leon memuji seperti itu, aku justru aku geli.


Bayangkan saja pria dengan wajah seram dan mata nya yang berwarna merah itu memuji mu menggemaskan.


Menakutkan bukan?


“Kau menggelikan Leon”


Aku bergeser kesamping untuk menjauh dari nya.


Belum sempat Leon mendekat, seorang pengawal menghampiri kami.


“Kereta sudah siap Yang Mulia Raja”


Pengawal itu menunduk hormat pada Alexander.


Alexander mengangguk dan mengajak Aurelia Ruby pergi, meninggalkan aku dan Leon dibelakang.


Sudah ku bilang, dia akan mengacuhkan ku setelah mencium ku sesuka dengkul nya.


Dia bersikap acuh seperti tidak pernah terjadi apapun diantara kami berdua, jahat bukan?


Yaa sebenarnya pun aku tidak berharap dia akan bersikap ramah padaku, terlebih ada kekasih nya disini tapi tetapi setidak nya jangan acuh begitu aku kan jadi merasa dicampak kan.


“Ayo Anne, kau masih ingin disini?”


Teguran Leon menyadarkan ku.


Dengan langkah cepat aku menyusu Leon dan sesampai nya di depan kereta ternyata Alexander belum masuk dia menunggu di depan kereta.


“Ada apa Yang Mulia Raja?”


Tanya Leon kebingungan melihat Alexander yang belum naik.


“Naik!”


Mengabaikan Leon, Alexander justru memerintah kan ku untuk naik.


Setelah aku naik dengan bantuan pengawal disusul Alexander naik dan duduk dikursi disamping ku. Tentu aku terkejut, apa dia salah mengira aku Aurelia? Tapi tidak mungkin sudah jelas Aurelia tetap duduk di kursi nya yang sebelumnya.


“Yang Mulia—“


Tegur Aurelia Ruby yang duduk dikursi depan ku, mungkin dia bingung kenapa kekasih nya memilih duduk disamping ku.


Leon yang baru saja naik juga keheranan melihat Alexander sudah mengisi tempat duduk dia sebelum nya.


“Aku ingin duduk disini”


Ucapan Raja adalah perintah mutlak yang tidak bisa dibantah, yaa begitu lah sistem pemerintahan monarki.


Tanpa menanyakan alasan nya, Leon duduk disamping Aurelia dan wanita itupun tidak bersuara lagi memilih membuang pandangan nya keluar jendela.


Mungkin saja dia merasa disakiti oleh Alexander? Entalah.


Aku hanya memandang Alexander sekilas lalu menyenderkan tubuh dengan nyaman dan menutup wajah ku dengan tudung jubah, lebih baik aku tidur daripada terus mengutuk pria disamping ku.

__ADS_1


...👑👑👑...


Mas Raja mungkin cembukor liat mbak Anne duduk disamping mas Leon..


__ADS_2