The Heaven Kingdom

The Heaven Kingdom
THK—Perubahan Sikap


__ADS_3

...THE HEAVEN KINGDOM...


Pagi ini aku duduk di dekat jendela kamarku, menikmati teh dan cemilan kue kering yang disediakan Lela.


Jendela kamarku berhadapan langsung ke arah taman yang luas sekali, sejauh mata memandang ada banyak tanaman bunga yang bahkan tidak aku kenali jenis nya. Kediaman Weasly berada di bagian selatan istana yang jarak nya tidak terlalu jauh dari istana utama.


Menurut Lela, masing-masing pejabat istana diberikan rumah dimana rumah itu tersebar disetiap sudut istana utama yang tipe sesuai dengan jabatan yang di emban. Mungkin jabatan perdana menteri cukup tinggi diantara pejabat lainnya sehingga kediaman Weasly sangat mewah dan besar entah berapa hektar aku tidak tahu.


Pikiran ku melayang pada kejadian kemarin, bagaimana aku bangun dikamar Alexander setelah pingsan dari mabuk. Saat aku bangun hari sudah gelap dan gaun ku sudah berganti menjadi gaun tidur, sempat mengamuk dan menuduh Alexander melakukan hal mesum pada ku tetapi dengan cepat dia menyanggah dengan menghadirkan kesaksian dari Lela, pelayan ku.


Ternyata gaun ku diganti oleh Lela, tentu saja setelah membersihkan tubuh ku dari bekas muntahan isi perut ku sebelumnya.


Menurut penjelasan Lela, dia dipanggil oleh pengawal Raja dan dibawa ke kamar pribadi Raja untuk mengurusi ku yang terus muntah.


Ahh cukup lega mendengar penjelasan Lela meski sempat merasa bersalah karena baju kebesaran Alexander pun juga terkena muntah ku tapi segara ku tepis rasa bersalah itu, tentu saja ini semua karena dia kenapa dia tidak cepat melarang ku meneguk minuman terkutuk itu sampai membuat ku mabuk berat.

__ADS_1


Seandainya dari awal Alexander memberitahu bahwa cairan merah itu adalah Wine demi apapun aku tidak akan meneguk nya, tapi Alexander malah menyebut nya Anggur. Tentu saja aku salah paham!


Malam harinya aku dibiarkan kembali ke kediaman Weasly, tapi malam itu aku merasa ada perubahan pada Alexander. Dia menjadi lebih pendiam dan tidak banyak tingkah.


Iya aku tahu jika dia memanglah seperti itu, tetapi kali ini berbeda. Ku perhatikan dia tidak mau menatap kearah ku, dia selalu mengelak saat aku menatap matanya. Tidak seperti biasa nya dan dia juga mengacuhkan ku.


Entalah, mungkin aku melakukan kesalahan yang membuat dia bersikap seperti itu. Tapi apa?


KRIIEETT


“Ya, ada apa?” Jawab ku acuh.


Lela mendekat kearah ku dan menundukkan kepala nya.


“Apa nona ingin bersiap sekarang?”

__ADS_1


Ah benar juga, hari ini ada agenda penting yang sangat ku tunggu. Bukannya memikirkan agenda penting itu aku justrus sibuk memikirkan perubahan sikap Alexander padaku.


“Terlalu pagi Lela, nanti saja” Jawab ku acuh dan Lela hanya pasrah mengangguk dan mundur pamit diri.


Setelah Lela menghilang dibalik pintu kamar ku, pikiran ku merenung.


Hari ini adalah rapat pejabat digelar, hari yang sangat aku tunggu beberapa waktu dengan semangat. Tetapi entah kenapa setelah mengetahui bahwa pria pasar itu sudah mati ditangan Alexander membuat ku sudah tidak bersemangat dengan hari ini.


Aku tidak bercanda, ada setitik rasa kehilangan di hatiku dengan kepergian pria pasar itu. Ada juga rasa bersalah yang besar. Harusnya kami bisa keluar dari dunia novel ini bersama. Meksi ketika keluar dari dunia novel ini tidak ada jaminan jika jiwa kami akan kembali ke tubuh asli.


Pria pasar itu bilang jika di dunia nyata dia sudah meninggal, tapi aku tidak yakin tentang hal itu sebelum memastikan nya sendiri. Bisa saja tubuh nya terbaring koma dirumah sakit dan aku berharap tubuh asli ku juga masih bisa bertahan.


Huh! Entalah, pikiran ku semakin sulit. Jika di rapat pejabat nanti aku tetap memajukan pendapatku tentang kebijakan pemilihan pemimpin masa depan pasti banyak yang tidak terima mengingat kebijakan sekarang sudah dijalani sejak Kerajaan terdahulu.


...👑👑👑...

__ADS_1


__ADS_2