
“TIDAK BODOH!! AARRGHHH KAU MEMBUAT KU GILA!!” Aku berteriak frustasi.
“Sudahlah Alexander, aku lelah berhadapan dengan mu” Ucap ku lelah.
Tanpa tahu malu Alexander mengusap jejak air mata di kedua pipi ku, dia melakukan nya dengan lembut seolah-olah bukan dia penyebab ku menangis.
Cih! Sok manis sekali.
“Dia tidak pantas untuk kau tangisi” Ucap nya setelah selesai dengan urusan membersihkan wajah ku.
“Kau tidak tahu apa-apa” Jawab ku ketus melepaskan rengkuhan sebelah tangan nya.
Aku meraih gelas ramping yang tersimpan diatas meja kecil itu “Ini apa? Aku haus” Belum sempat Alexander menjawab nya, aku sudah meminum cairan merah itu dalam sekali tenggakan. Aku benar-benar haus.
“Itu—anggur” Cicit Alexander pelan menatap gelas yang sudah kosong itu dengan nanar.
“Anggur? Apa sekarang anggur tersedia dalam bentuk cairan yang bisa diminum?” Tanya ku polos.
Seolah mendapat ilham aku mencentikkan jari diudara “Aha! Aku tahu, ini jus anggur bukan?” Tebak ku sok tahu.
Alexander terkekeh pelan “Bukan, ini minuman beralkohol” Jawab nya sambil menyeringai.
“Hm? Minuman beralkohol?—“ Tiba-tiba saja kepala ku terasa berdenyut, rasa pusing ku sebelum nya semakin menjadi. Tapi ada yang berbeda, tubuh ku teras sedikit lebih ringan.
Rasa nya seperti sedang terbang melayang.
Perasaan apa ini?
Alexander diam tidak lagi menjawab pertanyaan ku.
“Hei, kenapa kau diam saja?” Tegur ku pada Alexander.
__ADS_1
“Kau ingin aku bicara apa?” Ada tatapan jahil yang terpancar dari mata biru nya.
“Emm—“ Aku berpikir sejenak, entah kenapa pikiran ku seperti tidak bisa ku kontrol.
“Tentang perasaan mu, mungkin” Ungkap ku balik.
“Perasaan yang seperti apa?”
Aku menepuk kedua pipi nya pelan “Kenapa kau banyak tanya sekali huh, tinggal jawab saja apa susah nya!” Seru ku marah.
“Kau sudah mabuk nona Weasly”
“Tidak! Aku tidak mabuk” Elak ku, nada bicara ku sudah tidak seperti biasanya ”Tidak ada orang yang mabuk hanya karena minum jus anggur!” Ucap ku tegas.
Alexander menatap ku “Tetapi yang kau minum barusan bukanlah jus anggur biasa nona Weasly”
“Jangan panggil aku nona Weasly, karena aku bukan Roseanne Weasly” Seru ku tidak terima.
“Lalu?”
“Lily? Apa itu nama mu?” Ada seringai tipis di sudut bibir nya.
Aku mengangguk semangat “Ya nama ku Lily Anne” Lanjut ku sambil tersenyum.
“Nama yang indah” Ucap Alexander.
“Benarkah, nama ku indah. Tapi kenapa Delia selalu mengejek nama ku. Cih dasar sahabat laknat yang satu itu tidak pernah bisa membuat ku senang saja” Cerca ku panjang lebar.
Merasa kepala ku tidak bisa diajak kompromi aku pun mendaratkan kepala ku di dada bidang Alexander, menghirup aroma tubuh yang belakangan ini aku sukai.
“Aku suka wangi mu” Ungkap ku tanpa sadar.
__ADS_1
“Kau suka nona Weasly?”
“Cih sudah kubilang panggil aku Lily!” Dengan santai aku memukul bahu lebar nya.
“Ah maaf, aku belum terbiasa. Lily”
Mendengar Alexander memanggil ku dengan nama Lily aku kesenangan, rasa senang yang kuanggap berlebihan karena dengan semangat aku mengecup pelan pipi kiri Alexander “Terimakasih, aku sangat rindu dipanggil Lily” Ucap ku sendu.
Tubuh ini bergerak begitu saja tanpa bisa ku kendalikan, aku hanya melakukan yang ada di dalam pikiran ku.
“Hahaha” Ku dengar Alexander tertawa renyah, entah apa yang di tertawai.
“Kalau begini, aku lebih suka kau yang mabuk” Dia bergumam pelan, tapi masih terdengar oleh ku meski begitu aku tidak menanggapi nya.
“Bisa kau tuangkan lagi jus anggur itu ke gelas, aku haus lagi” Tunjuk ku pada botol kaca yang berisi cairan merah itu.
“Tidak, minum segelas saja sudah membuat mu tidak waras begini. Jika minum lebih banyak lagi kau bisa dalam bahaya”
“Dalam bahaya, apa jus anggur itu bisa membuat mati?” Alexander mengangguk.
“Kalau begitu biarkan aku minum, aku ingin mati” Baru saja aku hendak meraih botol kaca itu tangan Alexander lebih dulu meraih nya dan membanting nya ke lantai.
PRANGG
Botol kaca itu pecah dan isi nya berserakan dilantai.
”Kenapa kau membuang nya, itu kan jatah ku” Rengek ku sambil memukul bahu nya sekuat tenaga.
“Kau ingin mati huh?” Tanya Alexander dingin.
“Iya, aku ingin mati meninggalkan semua beban ku yang ada di dunia ini”
__ADS_1
“Gara-gara kau, aku harus menanggung semua ini sendirian. Andai kau tidak membunuh pria pasar itu maka aku masih bisa berbagi penderitaan ini bersama nya”
...👑👑👑...