The Heaven Kingdom

The Heaven Kingdom
THK—Mencari Sekutu (2)


__ADS_3

“Apa maksud mu, nona Ruby?” Tanya Alexander lagi guna memastikan.


“Hamba ingin, Yang Mulia Raja memerintahkan pada nona Weasly agar tidak memberatkan hukuman untuk ayah hamba besok di pengadilan”Jelas Aurelia Ruby lagi.


“Kau memerintah ku?” Tanya Alexander datar.


Mendengar jawaban Alexander membuat ku menahan tawa yang hampir saja lepas di tambah raut wajah terkejut dan panik Aurelia Ruby mendengar suara datar itu.


“Ti..tidak Yang Mulia, hamba memohon” Aurelia Ruby menjawab gugup.


“Tidak sepantas nya kau memohon padaku nona Ruby, karena korban adalah nona Weasly” Papar Alexander menunjuk dengan dagunya kearahku.


Aurelia Ruby melirik ku sekilas dan tersenyum sinis lalu kembali menunduk.


”Hamba sudah memohon keringanan pada nona Weasly, tetapi hamba justru mendapat makian kasar dari nona Weasly” Ucap Aurelia Ruby dengan suara lirih.


Aku melotot tidak terima, ketika tatapan ku bertemu dengan Alexander aku langsung menggeleng cepat.


“Benarkah?” Tanya Alexander dengan tatapan menuduh.


“Jaga bicara mu nona Ruby, bisakah kau sebutkan bagian mana dari kalimat ku tadi pagi yang menurut mu makian kasar?!” Tanya ku tidak terima.


Aurelia Ruby terdiam, dia terus menunduk.

__ADS_1


”Kau datang ke kediaman ku dipagi buta tanpa pemberitahuan sebelumnya lalu berbicara sesuka mu, memerintah ku dan bertingkah seolah kau bukan pihak yang bersalah lalu sekarang kau berbicara hal yang sebaliknya di hadapan Yang Mulia. Sebenarnya apa yang kau ingin kan nona Ruby?”


“Apakah etika seorang wanita bangsawan dari keluarga Ruby seburuk ini?” Lanjutku sarkas.


“Yang Mulia…” Ruby mengabaikan ucapan ku dan justru menarik perhatian Alexander.


Alexander beralih menatap nya meski dengan wajah datar.


”Hamba hanya menginginkan kesetaraan dalam hukuman, pada kejadian malam di danau biru saat nona Weasly berusaha mencelakai ku. Kami keluarga Ruby dengan kemurahan hati sama sekali tidak memberatkan hukuman pada nona Weasly padahal jika tidak diselamatkan pengawal hamba bisa mati tenggelam malam itu” Ucap Ruby dengan suara lirih yang terdengar menyedihkan.


Alexander menatap ku sekilas lalu meraih gelas teh nya yang terletak di meja dengan tenang menyeruput isi nya.


”Kemarilah!” Perintahnya pada ku.


“Duduk” Perintah Alexander lagi.


SREEEKK


Aku menarik kursi kebelakang dan duduk dengan tenang, meski jantung ku berdebar kencang karena menahan emosi.


“Lalu, apa kau menginginkan hukuman yang sama pada pejabat Ruby?” Alexander bertanya pada Ruby.


Ruby menggeleng “Tidak Yang Mulia, harusnya hukuman yang lebih ringan dari itu sebagai ucapan terimakasih keluarga Weasly atas kemurahan hati keluarga Ruby” Ucap Ruby dengan tidak tahu malu nya.

__ADS_1


Jawaban tidak tahu malu nya tentu saja membuat ku menertawai nya.


“Kenapa kau tertawa ada yang lucu?” Sentak Ruby padaku, yaa mungkin di tersinggung.


“Kau! Kau yang lucu nona Ruby. Tingkah bodoh dan tidah tahu malu mu ini sangat lucu. Haha” Aku tertawa paksa.


“Kau…” Geram nya marah, tapi tidak bertahan lama. Detik berikutnya dia terisak lirih dan menatap Alexander.


Hanya orang bodoh yang percaya jika saat ini dia benar-benar menangis.


”Hiks…Yang Mulia” Adu nya terisak. Layaknya anak yang tidak diberi mainan oleh sang ayah.


Baru saja aku ingin berbicara Alexander sudah memperingati ku dari tatapan nya yang tajam itu.


Huh, sepertinya dia percaya jika Ruby benar-benar menangis. CK dasar bodoh.


“Kau ingin hukuman ayah mu diringankan, tetapi tidak mau jika hukuman nya sama seperti hukuman yang di dapat nona Weasly. Lalu sekarang apa mau mu?” Suara datar Alexander membuat isakan tangis Ruby berhenti.


“Aku sudah cukup baik mau membahas hal ini diluar pengadilan, jadi bicara yang jelas nona Ruby” Kecam Alexander dingin dan terdengar sangat menakutkan.


...👑👑👑...


Hai utor kembali dengan sejuta rindu yang menumpuk, mohon dimaafkan atas hilang nya utor dalam seminggu ini.

__ADS_1


masih panteskan kan ya kalau utor minta vote dan hadiah dari kalian semua para reader yang dermawan?


__ADS_2