The Heaven Kingdom

The Heaven Kingdom
THK—Permintaan


__ADS_3

“Berbagi penderitaan, apa hubungan kalian sedekat itu sampai bisa berbagi penderitaan?” Tanya Alexander dengan nada sinis.


“Dia….dia sudah berjanji pada ku untuk mengingat alur cerita awal sesuai dengan alur yang dikarang nya. Tapi belum sempat dia mengingat nya kau sudah membunuh nya, rasa nya tidak adil jika aku ditinggalkan sendirian disini. Menderita dan dia seenak nya pergi” Tanpa sadar aku berbicara banyak tentang pria pasar itu.


“Kau menyukai nya?”


“Tidak bodoh! Kenapa kau terus saja menanyakan itu, aku tidak menyukai nya! Aku hanya butuh dia untuk bisa keluar dari dunia ini”


“Dunia ini?” Beo Alexander.


“Iya” Aku mengangkat pandangan ku dan menatapa Alexander lekat.


”Ini bukan tempat ku, aku tidak bisa berlama-lama disini. Tidak ada satu orang pun yang aku kenali…” Jemari halus ku meraba rahang kokoh Alexander.


Entalah, aku hanya ingin melakukan itu.


“Aku tidak mengerti maksud mu”


“Kau tidak akan mengerti, karena kau akan menganggap ku gila jika bercerita kejadian mustahil yang aku alami” Aku memutus kontak mata dan kembali bersandar di dada bidangnya.


“Ceritakan saja, aku tidak akan menganggap mu gila” Alexander membujuk dengan pelan.


“Benarkah? Kau tidak akan menganggap ku gila” Tanya ku semangat dan Alexander mengangguk yakin.


Rasa nya seperti mendapat teman bercerita, membagi emosi yang selalu ku pendam. Yaa Alexander memberikan apa yang aku butuhkan saat ini.


“Aku hanya tertidur dan saat bangun aku sudah berada di duni fantasi ini” Ucap ku.


“Dunia fantasi?

__ADS_1


Angguk “Hm, dunia yang kita tempati sekarang ini hanya dunia fantasi. Hasil dari imajinasi seseorang yang disebut penulis atau pengarang”


“Aku tidak mengerti” Dahi nya mengernyit dalam.


“CK! Kau ini seorang Raja tapi kenapa bodoh sekali sih, begitu saja tidak mengerti” Maki ku marah.


Sekali lagi, ini semua diluar kendali ku.


“Bisa kau jelaskan lebih rinci, biar aku mengerti” Pinta nya.


“Tidak jadi, aku sudah malas berbicara dengan orang bodoh seperti mu” Ucap ku kesal.


“Wah….hari ini kau sangat bebas memaki ku ya. Karena kau mabuk aku maafkan” Ucap nya sarkas tapi aku tidak peduli.


“Aku tidak mabuk!!” Seru ku marah setelah itu kembali diam. Ujung jari ku berputar-putar membentuk pola lingkaran diatas dada bidang Alexander.


“Alexander?” Panggil ku pelan.


“Apa kau mencintai ku? Tidak tidak! Maksud ku—“ Ku angkat pandangan ku dan menatap lekat bola mata biru terang nan tajam itu.


”Kau mencintai Roseanne Weasly?” Ulang ku.


Alexander diam, dia hanya membalas tatapan ku dengan datar tidak ada pancaran apapun dimata nya.


“Yang dimaksud dengan ‘KAU’ itu adalah Lily?” Tanya nya balik.


Aku mengangguk “Benar, kau mencintai Lily atau Roseanne Weasly?” Aku bertanya ulang.


“Kenapa bertanya seperti itu?” Bukan nya menjawab dia justru bertanya balik.

__ADS_1


“Tidak ada, aku hanya ingin memastikan. Akan lebih baik jika kau mencintai nona Weasly.”Ucap ku bergumam, kesadaran ku terasa semakin tipis.


Aku mengantuk.


“Lalu bagaimana jika aku mencintai Lily, seseorang kau maksud adalah dirimu saat ini”


“Tidak….tidak boleh. Karena suatu saat nanti aku harus kembali ke tempat asalku” Gumam ku pelan diambang kesadaran.


“Hei! Jangan tidur, kau harus menjelaskan nya!” Tepukan dari telapak tangan besar nya memaksa ku untuk tetap sadar.


“Aku….mengantuk sekali” Jawab ku lemah.


“Tidak, kau tidak boleh tidur! Bangun. Jangan membuat cerita menganggantung seperti ini” Alexander terus menepuk pipi ku pelan.


“Ck! Aku tidak tidur, lihat lihat” Aku membuka paksa kedua mata ku menunjuk kan pada Alexander jika aku masih sadar.


Tapi didetik berikutnya aku kembali memejamkan mata dan bergumam.


“Alexander, boleh kah aku meminta sesuatu padamu?”


“Hm, apa itu?” Tanya nya.


“Jangan….meni kahi…Aurelia Ruby”


Setelah mengatakan itu aku jatuh ke dunia mimpi tidak mendengar jawaban apapun dari Alexnder.


...👑👑👑...


Mbak Anne sering ketiduran disaat-saat tidak tepat!

__ADS_1


belum juga dijawab mas Raja, udah molor aja!


__ADS_2