
Keesokan harinya, Roseanne Weasly memenuhi panggilan untuk menghadiri pengadilan. Panggilan ini menimbulkan banyak asumsi miring dari banyak pihak apalagi pemicu nya adalah kekerasan yang dilakukan seorang pejabat tinggi pada puteri perdana menteri.
“NONA WEASLY SUDAH TIBA\~”
Suara tegas penjaga pintu itu berteriak memberitahu kedatangan ku, setelah itu pintu ganda tinggi itu di bukakan aku melangkah masuk dengan kepala menunduk.
Bukan karena takut hanya saja aku tidak ingin mood ku langsung rusak ketika melihat wajah-wajah para pejabat s*alan itu.
Masih sangat kental diingatan ku saat pertama kali aku diadili diruangan ini, semua mata menatap ku nyalang dan berbagai bisikan yang tidak menyenangkan menyapa telinga ku.
Saat itu—rasanya sungguh menakutkan, aku diadili atas perbuatan yang bahkan aku tidak lakukan sama sekali. Aku hanya gadis dari dunia nyata yang terdampar tanpa ingatan apapun tentang dunia novel yang aku datangi.
Ajaibnya, aku bisa bertahan hidup sampai sekarang. Disini.
Kali kedua berada disini tidak membuat rasa berdebar ku luntur sedikitpun, tapi setidaknya kali ini aku berada dipihak yang tidak bersalah jadi terasa lebih baik.
Teriakan penjaga pintu yang memberitahu kedatangan Alexander menyadarkan ku dari lamunan, bunyi pintu yang terbuka serentak dengan bunyi gerakan bersimpuh para pejabat diruangan ini. Termasuk aku.
Langkah tegap Alexander diiringi dengan salam hormat kami, pria itu—
Akh entalah, aku harus bersikap baik untuk hari ini padanya.
__ADS_1
Semua orang kembali berdiri tegak saat Alexander sudah duduk di kursi kebesaran nya, Alexander menggerakan tangan nya memberi tanda pada pria yang berdiri disamping GONG itu.
Paham dengan tanda yang diberikan sang Raja, pria itu dengan cepat menabuh Gong dihadapan nya sampai menimbulkan bunyi yang berdengung ditelinga.
“Pengadilan dimulai!” Suara dingin Alexander menyapa setelah dengungan gong berhenti.
Aku mendongak menatap kedepan, terlihat pejabat Ruby berjalan angkuh menuju tengah ruangan lebih tepat nya dihadapan sang Raja.
“Bacakan!” Perintah Alexander pada jaksa umum yang memegang gulungan kertas berisi tindakan yang dilakukan pejabat Ruby.
Seorang pria paruh baya yang berdiri di bariksan paling depan membacakan kesalahan pejabat Ruby.
Seru nya kuat, lalu kini semua mata tertuju pada ku yang berdiri disisi kanan ruangan tempat korban memberikan kesaksian.
“Bagaimana nona Weasly?” Tanya Alexander dengan dingin.
Aku mengedarkan pandangan kearah para pejabat dan mata tajam Emmett saat ini menarik perhatian ku sepenuhnya.
Emmett, memandang ku tajam sarat ancaman.
Sejak awal aku memang tidak ingin memperpanjang masalah ini, bukan karena takut dengan keluarga Ruby hanya saja aku tidak ingin mencari lawan yang bisa mengancam keselamatan ku di dunia ini. Aku juga tidak perlu mengurusi hal-hal lain, aku hanya ingin fokus mencari jalan keluar dari sini.
__ADS_1
Tapi berbeda dengan ku, Emmett kemarin mengancam ku untuk memberikan hukuman yang berat dan memanfaatkan kesempatan ini untuk menjatuhkan citra keluarga Ruby.
“Bagaimana nona Weasly!“ Teguran Alexander menyadarkan ku.
Aku mendongak kearah Alexander dan beralih kearah pejabat Ruby yang saat ini menatap tajam kearah ku.
“Izin menjawab Yang Mulia—“ Seru ku gugup.
“Silahkan”
“Hamba….tidak ak akan-“
Aku mendadak gagu, apalagi tatapan tajam dari arah Emmett bisa kurasakan.
Jangan takut Lily\~
Jangan takut Lily\~
...👑👑👑...
Para reader yang budiman dan dermawan, jangan lupa sesajen nya ygy\~\~
__ADS_1