The Heaven Kingdom

The Heaven Kingdom
THK--Apa Aku Mirip Ibu


__ADS_3

...THE HEAVEN KINGDOM...


"Nona..."


De**g**!!


Pria yang kuhindari tadi sudah berada tepat dihadapan ku, dengan nafas tersenggal menunduk menumpu kan kedua tangan nya di lutut. Seperti nya berusaha keras berlari mengejar ku.


"Ka...kau siapa, kenapa mengikuti ku?" Dengan tergagap ku coba bertanya pada pria asing itu.


Pria menarik nafas dalam dan menghembuskan nya pelan guna mengatur nafas nya yang sempat tersenggal.


"Mari bicara, aku tidak berniat jahat padamu" Ucap nya, Suara pria itu terdengar membujuk.


"Lalu untuk apa kau mengikuti ku, aku tidak membawa barang berharga apapun. jadi ku mohon lepaskan aku" Aku Masih salam posisi berjongkok diantara kantong sampah.


"Tidak! tidak, aku tidak ingin merampok ataupun menginginkan barang berharga mu tapi ada hal yang ingin ku bicarakan" Ucap pria itu mengelak.


"Benarkah? Apa yang ingin kau bicarakan?" Aku bertanya heran, ini pertemuan pertama kami dan dia bilang ingin bicara pada ku. Aneh bukan bahkan aku tidak mengenal nya.


Pria itu mendekat dan mengulurkan tangan nya untuk membantu ku berdiri.


"Keluar lah, tidak nyaman jika bicara dalam posisi seperti itu---"


"TIDAK! Jangan mendekat atau aku akan berteriak" Seru ku mengancam, persetan dengan larangan tidak boleh bersuara keras disini lebih baik aku ditangkap bandit pasar daripada harus dicelakai pria ini.


Pria itu menghela nafas pelan lalu menatap ku yang masih ketakutan di tempat.


"Baiklah, nona Roseanne Weasly"


"Kau mengenal ku?" Cicit ku penasaran karena kata Lela ini pertama kalinya aku keluar dari lingkungan istana ataupun kediaman Weasly dan juga aku tidak seterkenal itu sampai semua orang mengenaliku.


"Tentu saja aku mengenal mu, karena aku yang menciptakan mu nona" Ucap pria asing itu.


Meski bingung dengan maksud ucapan nya aku masih diam tidak menanggapi apapun.


"Tapi....kau siapa, aku tidak mengenal mu" Ucap nya lagi menatap ku penuh minat.


Lah, barusan dia bilang dialah yang menciptakan ku tapi kenapa tidak mengenal ku. Ini orang gila atau bukan sih? Huaaa Lela tolong aku.


"Kau gila?" Aku bertanya sarkas.


"Aku tidak gila, tetapi--" Pria itu menggantung ucapan nya dan menatap ku lekat.


Tatapan nya membuat ku risih rasanya ingin mencongkel bola matanya dan menggantikan nya dengan mata kaki agar tidak menatap orang lain seperti itu.


"Bagaimana kau bisa sampai disini nona?" Tanya nya lagi.


"Jangan basa-basi katakan apa mau mu!?" Sentak ku tegas, karena mulai muak dengan semua ucapan pria ini.


"Maksud ku, bagaimana kau bisa berada di tubuh Roseanne Weasly? tidak! yang lebih penting adalah bagaimana kau bisa sampai di dunia novel ini?" Tanya pria itu beruntun.

__ADS_1


Tadi apa katanya, dunia novel aku tidak salah dengarkan?


"Kau....."


.


.


.


"NONA!" Seruan khawatir Lela langsung menyambut kedatangan ku.


"Nona baik-baik saja?" Lela memindai penampilan ku dengan tatapan nya, memastikan apakah aku terluka atau tidak.


"Dimana kalian menemukan nya?" Ku dengar Ragnar bertanya pada salah satu pengawal yang membopong ku.


"Nona Anne ditemukan di bagian utara pasar tuan" Jawab pengawal itu lugas.


"Bawa dia masuk" Setelah mendengar perintah Ragnar pengawal pembawa tandu yang aku naiki pun bergerak memasuki rumah.


Sesampai nya didalam rumah aku turun dengan pelan dibantu Lela dan dua pelayan wanita lain, memapah ku menuju kamar setelah itu para pengawal diperintahkan keluar oleh Ragnar.


"Apa ada yang sakit nona?" Tanya Lela setelah berhasil membantu ku untuk berbaring diranjang.


"Hanya luka diperut ku saja" Jawab ku lemas, sesuai dugaan. Tendangan kaki Emmett dibagian perut kemarin memang meninggalkan bekas ungu kebiruan yang sakit nya luar biasa tidak hilang meski sudah diberi obat.


"Saya akan kompres lagi nona dan mengoleskan obat nya" Jawab Lela dan bergerak pamit meninggalkan ku disusul dua pelayan tadi.


Pintu kamar ku terbuka menampak kan sosok pria Weasly yang tadi menyambut ku di pintu.


"Ada apa?" Aku bergumam malas.


"Apa yang terjadi pada mu dipasar?" Tanya Ragnar dengan wajah datar nya.


"Aku hanya tersesat" Jawab ku singkat, tidak berniat menceritakan kejadian sebenar nya.


"Kau tersesat dari siang sampai malam, apa kau buta arah!?" Bentak nya marah.


Aku tidak tahu dia marah karena khawatir atau marah karena aku merepotkan nya dan para pengawal nya untuk mencari ku dipasar.


"Ya aku buta arah, sekarang keluar lah aku ingin istirahat" Ucap ku memohon.


Bukan nya menurut, Ragnar justru mendekati ranjang ku dan berdiri disamping tubuh ku yang berbaring.


"Apa kau terluka?"


Mendengar bisikan pelan nya membuat ku membuka mata untuk bisa menatap Ragnar, aku tidak salah dengar. Dia bicara dengan nada khawatir meski tidak terlalu ketara, Ragnar khawatir pada ku? Itu tanda nya dia kakak yang baik bukan?


"Tidak, hanya luka diperut ku bertambah sakit" Aku mendelik kesal karena tidak menemukan raut khawatir nya, mungkin dia pandai menyembunyikan perasaan.


Entalah!

__ADS_1


"Perintahkan pelayan mu untuk mengobati" Ucap nya lagi.


"Tidak perlu kau ingatkan, aku juga tahu apa yang harus ku lakukan. Sekarang keluar lah!" Perintah ku lagi.


"Ini yang terakhir aku mendengar kau ikut dengan pelayan kepasar, kalau sampai terjadi lagi aku sendiri yang akan menebas leher semua pelayan mu" Ucap Ragnar mengancam.


Ugh! Seketika bulu roma ku berdiri mendengar ancaman nya,


"Aku tidak main-main, jaga sikap mu kalau kau bertindak bodoh lagi nyawa mereka lah yang menjadi taruhan nya"


"Kau mengkhawatirkan ku?" Akhirnya pertanyaan ini terlontar dari mulut ku.


Ragnar tidak langsung menjawab, mata tajam nya yang berwarna biru itu menatap ku lekat. Tidak lama lalu dia membuang muka ke sembarang arah.


Ragnar, secara garis wajah dia terlihat sangat mirip dengan Emmett. Netra nya yang berwarna biru terang terlihat sempurna dipadukan dengan alis nya yang menukik tajam, hidung nya yang mancung serta rahang nya yang kokoh menambah kesan 'menakutkan' bagi orang lain.


Aku yakin, gen Emmett mendominasi di tubuh Ragnar. Berbeda dengan Roseanne. Selain netra sebelah kanan nya yang berwarna biru terang yang serupa dengan Emmett dan Ragnar. Tidak ada lagi kemiripan fisik apapun yang dimilki Roseanne dengan Emmett, mungkin saja penulis membuat visual Roseanne ini menyerupai sang ibu. Tapi aku pun tidak tahu pasti karena tidak pernah melihat wanita itu secara langsung.


"Aku tidak mengkhawatirkan mu, tapi aku hanya malas melibatkan diri jika kau bertindak bodoh lagi" Ucapan Ragnar menyentak ku dari lamunan.


Aku memaksa duduk meski perut ku terasa ngilu, aku harus memastikan perasaan Ragnar pada Roseanne "Kau tidak mengkhawatirkan adik cantik mu ini?"


"Tidak!" Jawab Ragnar tegas


"Kau tidak menyayangi ku?"


"Tidak!" Ragnar masih menjawab tegas.


"Apa aku mirip dengan ibu?"


"Ti--" Ucapan nya terhenti, mungkin dia masih berpikir aku menanyakan perihal perasaan nya pada Roseanne. Oleh sebab itu dia hendak menjawab 'Tidak'.


"Aku mirip dengan ibu, Ragnar?" Aku menarik ujung baju nya untuk meminta atensi.


"Ya, kau mirip dengan ibu. Sangat" Jawab nya pelan sambil menatap ku lekat.


"Kau menyayangi ibu?"


"Tentu saja!" Ragnar menjawab tegas.


"Lalu kenapa kau tidak menyayangi ku padahal aku mirip dengan ibu!" Aku berseru kesal, ada apa dengan pria inu.


Ragnar mengernyit tidak suka "Kau lupa--" Tanya nya


Bukan aku lupa, tapi memang aku tidak tahu apa-apa tentang cerita setiap tokoh di novel ini.


"Jika bukan karena melahirkan mu, ibu pasti masih hidup"


Deg!


Bersambung

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2