
Perdebatan kata HAH telah selesai dan aku pihak yang kalah karena takut dengan ancaman yang dia berikan, aku sudah hafal dengan pikiran mesum nya itu jadi lebih baik mundur untuk menang.
Kami melanjutkan langkah dalam keheningan dan tangan yang saling bertaut, aku menyerah untuk melepaskan tautan nya karena tidak akan bisa sebelum dia sendirilah yang ingin melepaskan.
Menoleh kebelakang, Lela berjalan di jarak yang cukup jauh dari aku dan Alexander pasti Lela merasa terkejut terhadap tingkah absurd Raja nya sendiri. Dan demi keaman Lela memilih menjaga jarak.
“Alexander..” Panggil ku pelan.
“Hm?” Sahut nya.
“Kau, sejak kapan berdiri disana tadi lalu—apa kau mendengar obrolan ku—“
“Aku mendengar nya” Potong nya cepat, sebelum aku menyelesaikan pertanyaan ku.
“Jangan salah paham, aku tidak bermaksud menyalahkan nona Ruby. Aku hanya kesal karena dia menuduhku memancing amarah pejabat Ruby sampai membuat beliau marah padahal aku adalah korban disana dan juga dia tidak terima jika pejabat Ruby masuk rapat pengadilan untuk mendapat hukuman. Rapat pengadilan nya saja belum ditentukan tapi nona Ruby sudah lebih dulu menyalahkan ku” Terang ku berkeluh kesah.
“Lagi pula mereka lucu sekali, jika tidak ingin merusak citra nama keluarga sendiri harus nya menjaga dengan baik dong jangan bertindak sembarangan. Sangat mengecewakan pejabat Ruby bersikap seperti itu, harusnya beliau paham betul perihal hukum di rapat keistanaan” Geram ku marah. Lalu aku tersadar satu hal.
“Ups…maaf, aku tidak bermaksud menjele-jelek kan nama calon keluarga istri mu”
__ADS_1
Alexander tidak memberi reaksi apapun.
“Untung saja Emmett bukan lah ayah yang baik, jadi tidak akan mengamuk jika puteri nya dilukai orang lain. Tidak terbayang bagaimana jika Emmett ayah yang baik pasti terjadi keributan besar antar para pejabat istana” Desah ku sedikit kecewa.
Sebenarnya aku kecewa dengan sikap Emmett kali ini yang diam saja saat melihat puteri nya disakiti orang lain di depan mata kepala nya sendiri, tapi sedikit lega juga karena terhindar dari keributan yang tidak penting.
Tapi..Ragnar, sikap nya sedikit membuat rasa kecewa ku terhadap Emmett terobati. Yaa setidaknya masih tersisa satu anggota keluarga yang sedikit peduli daripada tidak sama sekali bukan.
“Aku sedikit iri dengan nona Ruby, ayah nya begitu peduli padanya—“ Lalu ku tatap punggung tegap Alexander.
Dan aku iri—dia bisa memiliki seseorang seperti mu.
“Hah?” Sahut ku refleks.
Dengan cepat aku membekap mulut ku sendiri.
“Aku senang mendengar mu mengetahui tugas seorang RATU, jadi aku tidak perlu repot menjelaskan padamu lagi” Lanjut Alexander.
Arah bicara nya sedikiti tidak terbaca, membuat ku kebingungan.
__ADS_1
“Hah?”
Alexander berbalik cepat dan menatap ku datar.
“Maaf, kata HAH tidak bisa berhenti keluar dari mulut ku…hehe” Aku terkekeh canggung.
”Kau juga kalau bicara yang jelas dan lengkap dong, kapasitas otak ku tidak terlalu cukup mengartikan bahasa mu”
“Aku senang kau mengetahui tugas seorang Ratu jadi kedepan nya aku tidak perlu repot menjelaskan nya pada mu lagi, aku ingin kau belajar lebih banyak lagi tentang tugas seorang Ratu untuk bekal mu kedepan nya. Ku rasa cukup menyenangkan jika didampingi seseorang yang cerdas” Alexander bicara panjang lebar.
Hening……
Otak ku tengah mengolah dna mencari makna dari ucapan Alexander tadi, dan—
“Kau—ingin aku mengajari nona Ruby tentang tugas seorang Ratu?”
CTAK!
“Awwss KENAPA KAU MENYENTIL KU!!” Teriak ku kesakitan, jelas sakit dia menyentil jidat glowing ku dengan sepenuh hati nan gembira. Jangan lupakan tenaga badak nya meski hanya menyentil menggunakan jari.
__ADS_1
Alexander mendekatkan wajah nya “Karena kau bodoh dan tidak PEKA!”