The Heaven Kingdom

The Heaven Kingdom
THK—Mengingatkan


__ADS_3

Selepas dari ruangan Alexander aku langsung mengajak Lela untuk mampir ke danau biru, untuk menghilangkan rasa kesal ku pada Alexander dan sedikit mencari udara segar.


Danau biru pada malam hari tidak kalah indah seperti saat siang, meski saat malam danau ini tidak memancarkan warna biru andalan nya tetap saja danau ini sangat indah. Pijar cahaya bulan yang memantul ke hamparan air membuat kesan misterius yang menenangkan.


Ku hirup udara disini dengan rakus berharap benang kusut dikepala ku bisa lurus dengan sendirinya, tapi harapan tinggal harapan. Tidak akan ada yang bisa meluruskan benang kusut itu jika tidak aku sendiri.


Melihat danau ini membuat ku kembali mengingat mimpi buruk ku kemarin, mereka-reka apakah danau dalam mimpi ku adalah danau biru ini mengingat sebelum Roseanne pernah tenggelam disini bersama Aurelia Ruby. Lalu apakah wanita bersurai gelap dalam mimpi ku itu adalah Aurelia Ruby.


Tetapi aku yakin jika wanita itu bukanlah Aurelia Ruby, meski tidak mengingat wajah nya dengan jelas tapi entah mengapa aku merasa tidak asing dengan dia.


“Selamat malam, nona Weasly”


Aku menoleh dan menemui keberadaan seseorang yang baru saja aku pikirkan.


“Selamat malam nona Ruby”


Ya, Aurelia Ruby. Entah sejak kapan dia berada disekitar ku.


“Apa saya boleh bergabung duduk dengan nona Weasly disini?” Tanya nya lembut, seperti biasanya.


“Ya silahkan” Aku bergeser untuk memberinya ruang duduk.


“Apa yang sedang nona Weasly lakukan disini?” Pertanyaan basa-basi pun di mulai.

__ADS_1


“Hanya ingin menghirup udara segar” Jawab ku seadanya.


Hening sesaat, aku yang memang sedang tidak ingin banyak bicarapun hanya diam menunggu Aurelia Ruby berbicara.


“Nona Weasly, aku ingin meminta maaf” Ucapnya pelan setelah beberapa saat diam.


Aku menoleh kearah nya “Meminta maaf untuk apa, nona Ruby tidak melakukan salah apapun padaku”


“Aku meminta maaf atas kesalahan yang dilakukan ayah ku pada nona Weasly saat rapat pejabat”


Ah aku mengerti, entah permintaan maaf nya tulus atau tidak aku tidak terlalu peduli juga.


“Tidak apa, aku paham jika pejabat Ruby hanya sedang terbawa emosi saat itu”


“Aku tidak memojokkan siapapun disana, aku hanya ingin mengajukan pendapat tetapi pejabat Ruby terus menyanggah dengan tidak beradab sampai membuat Yang Mulia Raja marah” Jawab ku telak.


“Aku tidak yakin jika ayah seperti itu tanpa penyebab apapun, pasti ada pihak yang memancing terlebih dahulu” Ucap nya yakin.


Aku terkekeh pelan “Nona Ruby tidak ada ditempat kejadian, kenapa bisa bicara seyakin itu. Lagi pula berdebat adalah hal yang wajar terjadi saat rapat tidak ada yang memasang umpan untuk memancing disana”


“Aku hanya tidak ingin ayah masuk rapat pengadilan dan mendapatkan hukuman yang tidak pantas. Itu bisa merusak citra keluarga Ruby, harus nya nona Weasly tidak bersifat lancang saat rapat pejabat”


Wahh…saat ini dia sedang menyalahkan ku atas perbuatan ayah nya sendiri, sudah jelas aku adalah korban disini.

__ADS_1


“Aku beritahu, pejabat Ruby mendapat pengadilan nanti adalah karena kesalahan yang beliau lakukan sendiri. Pertama pejabat Ruby terus memotong ucapan seseorang dirapat dengan tidak sopan bahkan beliau juga memotong kalimat Yang Mulia Raja, kedua pejabat Ruby melakukan kekerasaan pada seseorang tanpa sebab yang jelas dihadapan Raja dan pejabat istana lain. Apa nona Ruby tidak pernah belajar tentang kode etik dan larangan yang harus dipatuhi saat berada dalam rapat keistanaan?” Tanya ku sarkas.


Mati saja kau, sudah salah sok berlagak benar pula dan menyalahkan orang lain.


“Aku memaklumi jika nona Ruby tidak pernah belajar tentang kode etik dan larangan yang harus dipatuhi dalam rapat keistanaan karena seorang wanita bangsawan pada umum nya hanya akan mempelajari cara untuk mempercantik diri dan bersikap anggun bukan? Tapi sedikit mengecewakan jika pejabat Ruby yang sudah lama menjabat tidak mengingat perihal kode etik dan larangan itu” Lanjutku.


Masih ingin melawan ku huh?


Aurelia Ruby terdiam, aku yakin bahkan ini pertama kalinya dia mendengar adanya “kode etik dan larangan” yang aku sebutkan tadi.


“Nona Ruby cobalah belajar banyak hal tentang peraturan keistanaan, akan sangat mengecewakan jika seorang RATU masa depan tidak mengetahui apapun tentang negeri yang dia pimpin. Dan aku ingatkan, menjadi Ratu bukan hanya tentang melayani Raja di ranjang saja tetapi juga mendampingi Raja BERTUGAS”


Dia menatap ku marah, matanya memerah dan jemarinya saling mengepal kuat.


Kenapa marah, aku sudah baik hati mengingatkan mu heh!


“Kau bicara keterlaluan nona Weasly” Ucapnya geram.


Aku acuh dan segera berdiri dari duduk ku.


”Aku hanya mengingatkan, sebelum nona Ruby malu dikemudian hari. Aku permisi selamat malam”


Setelah itu aku berputar arah dan hendak mendekat kearah Lela yang berdiri tidak jauh dari kami tapi betapa terkejut nya aku saat menangkap keberadaan sosok yang berdiri menjulang didepan Lela.

__ADS_1


ASTAGA!


__ADS_2