
“Tidak memiliki pekerjaan di istana bukan berarti aku tidak memiliki kesibukan lain, aku hidup bukan hanya untuk bekerja di istana”
Aku juga hidup untuk bertahan hidup agar aku tetap hidup sampai mengetahui alasan ku hidup disini dan tentu saja untuk bisa keluar dari hidup ini dalam keadaan hidup.
Membingungkan? Ya, memang begitulah hidup ku.
"Begitu rupanya, aku kira nona Weasly sudah bekerja untuk istana sekarang sebab aku mendengar kabar jika nona Weasly ikut dalam kasus perlelangan budak ilegal yang beberapa waktu lalu di bantai prajurit istana" Jelas Aurelia dengan nada sindiran.
"Ah kasus itu lagi, apa sebegitu populer nya kasus itu sampai dalam waktu dekat ini sudah dua orang yang menanyai tentang keterlibatan ku didalam nya?" Jujur aku penasaran, kasus yang aku pikir sederhana karena penyelesaian nya tidak begitu melibatkan banyak orang. Justru aku tidak tahu menahu Alexander menyeretku dalam kasus ini.
Aku pikir dia hanya hendak mengajak ku mengunjungi festival rakyat, tidak lebih dari itu.
"Nona Weasly tidak tau? Kasus ini sudah lama menjadi problematik yang mengganjal di pertahanan kerajaan. Nona Weasly bisa mencari tau sendiri tentang kasus ini sebab yang ingin aku bahas bukan tentang populer nya kasus ini namun alasan kenapa nona Ruby bisa terlibat"
"Alasan aku terlibat yaa?" Dengan gestur berpikir aku menatap Aurelia lama.
"Bagaimana jika alasan ku terlibat adalah karena aku dijebak...apa nona Ruby akan percaya?" Tanya ku.
"Dijebak?" Beo nya tak mengerti.
__ADS_1
"Ya aku dijebak, lebih tepatnya Yang Mulia Raja menjebak ku secara sadar agar terlibat dalam kasus ini. Kasus yanh bahkan aku tidak tau" Aku ku.
"Maaf nona Weasly aku tidak mengerti" Wajah nya memperlihatkan kesal dan kebingungan secara bersamaan.
"Jadi begini, malam itu Yang Mulia Raja meminta ku ah tidak lebih tepatnya memaksa ku untuk menemani nya ke festival rakyat. Ingat dia memaksa ku dan kau tau jika perintah Raja adalah hal mutlak yang harus dipatuhi jadi aku tidak bisa menolak" Ucap ku berusaha menjelaskan.
"Kenapa Yang Mulia Raja mengajak nona Weasly biasanya beliau mengajak ku" Gumam nya pelan tapi masih jelas terdengar oleh ku.
"Untuk alasan itu nona Ruby bisa tanyakan langsung pada beliau, yang ingin aku sampaikan adalah aku dijebak itu saja"
Entah karena alasan apa aku rasa perlu ada pelurusan disini, aku tidak ingin mendengar perkataan menyakitkan seperti yang aku dengar dari Ragnar.
"Itu tidak bisa dikatakan dijebak karena nona Weasly masih bisa menolak atau nona Weasly yang menawarkan diri-"
"Kau menuduhku karena kesal kenapa bukan kau yang diajak untuk pergi ke festival itu, nona Ruby itu bukan urusan ku tanyakan langsung alasan kekasih mu mengajak ku" Lanjutku semakin ketus.
"Kalau begitu, mari kita menghadap Yang Mulia Raja sekarang untuk memperjelasnya"
Sepertinya dia tidak mau kalah.
__ADS_1
"Lakukan sendiri nona Ruby, aku sibuk" Setelah itu aku berdiri dan hendak pergi, namun perkataan dari Aurelia Ruby menghentikan langkah ku.
"Apa bagimu memetik bunga sekarang ini lebih penting daripada menjaga nama baik Raja!!" Aurelia berseru marah.
Aku berbalik menatap datar pada wajah marah nya "Apa maksud mu?"
"Kau tidak tau jika sekarang nama baik Yang Mulia Raja sudah tercoreng karena ulah mu?"
Sebenarnya apa yang ingin dibicarakan wanita bodoh ini.
"Apa yang ingin kau katakan, jangan bertele-tele" Tekan ku marah.
"Orang lain menganggap Yang Mulia Raja sebagai pria yang tidak setia karena sudah tergoda oleh wanita sepertimu!!" Serunya galak penuh emosi.
"Wanita seperti ku?"
"Ya! Wanita penggoda yang selalu melakukan segala cara agar Yang Mulia Raja melirik kearahmu padahal kau tau jika aku sudah diramalkan sebagai calon pendamping pemimpin masa depan. PENDAMPING RAJA!!" Ucap nya menggebu dan menekan dua kata terkahirnya.
"Namun begitu kau tetap saja berusaha menggoda nya tanpa tau malu, sekarang yang mendapatkan dampak buruk dari kelakuan mu adalah Yang Mulia Raja dan aku!!"
__ADS_1
"Mereka berpikir aku tidak bisa menjaga kekasih ku sampai bisa tergoda oleh wanita seperti mu, wanita sialan kau membuat ku Mal--"
PLAK