
...THE HEAVEN KINGDOM...
Pengawal yang berjaga didepan pintu ruangan Raja pun sudah mengumumkan kedatangan ku dan setelah terdengar sahutan dari dalam mereka membukan pintu ganda tersebut dan aku dipersilahkan masuk.
Dilangkah kesepuluh mata ku menangkap keberadaan Alexander yang sedang duduk dibalik meja kerja nya.
Aku menarik kedua sisi gaun ku dan sedikit membungkuk memberi salam “Keberkahan pada Yang Mulia Raja dan Heaven Land\~”
Ku dengar suara kursi yang tertarik kebelakang disusul langkah kaki tegap mendekat kearah ku.
“Kenapa kau lama sekali?” Tanya nya nya datar.
“Maafkan hamba membuat Yang Mulia menunggu, hamba hanya menyelesaikan beberapa pekerjaan sebelum menemui Yang Mulia” Ucap ku berbohong.
“Memang nya apa yang kau kerjakan hm?” Ucap nya bertanya retoris.
Sialan dia menyindir kepengangguran ku dengan gaya.
“Hanya beberapa kegiatan wanita Yang Mulia” Jawab ku berusaha sopan.
“Apa itu?”
Kenapa kau harus tahu?
“Menyulam Yang Mulia” Jawab ku singkat.
__ADS_1
Dahi nya mengernyit sekilas dan kembali berwajah datar.
”Kau yakin? Menyulam atau menemui pria asing dipasar?”
HAH?
“Ma—maaf Yang Mulia, hamba tidak mengerti” Jantung ku memacu diatas normal, seperti maling ayam yang tertangkap warga.
“Nona Weasly pergi ke pasar seorang diri untuk menemui pria asing disana dan duduk berduaan sepanjang hari ditaman bunga desa—masih tidak mengerti nona Weasly?” Tanya nya sarkas.
Mengerti, aku sangat mengerti. Hanya saja bagaimana dia tahu aku pergi ke pasar dan menemui pria. Padahal aku sudah menyamar sebaik mungkin.
“Kau pasti bertanya bagaimana aku bisa tahu, bukan?”
Aku mengangguk kaku sebagai jawaban.
Dia maju selangkah dan aku bisa melihat ujung sepatu nya yang artinya jarak kami sangat dekat, didetik berikut nya jemari besar nan dingin menyentuh dagu ku lalu mengangkat nya.
Mata ku langsung menangkat sorot mata tajam berwarna biru menyala itu, tatapan nya menakutkan.
“Aku bisa mengetahui apapun yang kau lakukan nona Weasly, jadi pastikan diri mu tidak melakukan hal tidak berguna” Ucap nya dengan penuh penekanan disetiap kata.
“Mohon maaf Yang Mulia-“ Suara ku bergetar “Hamba hanya ingin menemui teman dipasar” Lanjut ku membela diri.
Tangan nya masih menangkup dagu ku.
__ADS_1
“Teman? Kau berteman dengan pria yang baru sekali kau temui, semudah itu?”
“Be…benar Yang Mulia, hamba tidak pernah memilih dalam berteman”
“Cih! Aku tidak peduli, tetapi jika sekali lagi aku mengetahui mu menemui pria asing itu maka aku akan menebas leher nya didepan mata kepala mu sendiri” Dia mengancam marah dan melepaskan dagu ku dari cengkraman nya.
“Ta..tapi kenapa Yang Mulia, apa ada larangan bagi wanita bangsawan untuk berteman dengan rakyat biasa?”
“Aku tidak membahas tentang wanita bangsawan, aku membahas tentang mu nona Weasly. Duke Eros adalah batas toleransi ku! Tidak ada teman pria yang lain” Dia berseru marah.
Maksud nya bagaimana ya, ada yang bisa bantu jelaskan. Aku hanya berteman dengan pria pasar itu dan untuk Leon juga kami hanya berteman. Alexander bahkan tidak pernah mengancam menebas leher Leon seperti ini.
“Batas toleransi? Hamba tidak mengerti Yang Mulia” Jawab ku polos.
“Kau tidak perlu mengerti yang terpenting adalah kau tidak lagi menemui pria manapun, mengerti hm?” Bisik nya rendah.
“Tapi Yang Mulia hamba dan pria itu han—“
“Baiklah, seperti nya kau menantang perintah ku” Ucap nya memotong, lalu berteriak “PENGAWAL!!”
Drap drap drap
Dua pengawal datang dan langsung bersimpuh di bawah kaki Alexander menunggu perintah.
”Seret pria itu kehadapan ku sekarang dan panggil algojo untuk menebas kepala nya!!”
__ADS_1
Mendengar perintah itu tubuh ku langsung menegang, apa dia serius dengan perkataan nya? Hanya karena aku berteman dengan pria itu Alexander bisa semarah ini, tapi kenapa?
...👑👑👑...