The Heaven Kingdom

The Heaven Kingdom
THK—Rapat Pejabat (3)


__ADS_3

Mendengar amukan Alexander, pejabat Ruby tersadar dari perilaku nya dan segera melepaskan cengkraman nya dari leher ku.


BRUK


Uhuk…uhukkk


Aku ambruk ke lantai dan terbatuk-batuk setelah berhasil lepas dari pejabat Ruby, meski aku ingin dia mengamuk tetapi kenapa sampai kekerasan fisik begini.


DRAP DRAP


Seseorang berlari dan ketika mendongak aku mendapati wajah khawatir seorang Ragnar Weasly.


“Ragnar?” Gumam ku pelan, tapi tidak menghentikan kegiatan ku mengelus leher.


“Kau tak apa?” Tanya nya khawatir dan membantu berdiri dengan lembut.


Ragnar, sejak kapan dia berada disini dan kenapa aku tidak melihat nya sejak tadi.


Setelah berhasil membantu ku tegak, Ragnar merangkul pinggang ku menahan beban tubuh ku agar tidak tumbang kembali.


“Apa ini sakit?” Ragnar mengelus bagian leher ku yang sakit.

__ADS_1


Aku mengangguk, tiba-tiba ingin menangis karena diperlakukan lembut seperti ini oleh Ragnar. Apa dia sedang memainkan peran kakak yang baik saat ini?


“Sejak tadi aku berusaha memaklumi sikap bicara mu yang tidak tahu adab itu pejabat Ruby, tetapi bukan nya sadar kau justru semakin menjadi dan melakukan kekerasan fisik dalam rapat ini!” Seruan murka Alexander mengalihkan rasa haru ku terhdap tingkah Ragnar.


Sontak saja pejabat Ruby langsung ambruk ke lantai dalam posisi bersujud “Mohon ampuni hamba Yang Mulia” Mohon nya lirih.


“Ada apa dengan mu pejabat Ruby, kenapa kau bertingkah layaknya penghianat yang takut ketahuan” Ucapan Alexander mengundang keributan.


Aku tidak melepaskan rangkulan Ragnar dari pinggang ku, menatap benci kearah pejabat Ruby yang saat ini tengah bersujud didekat kaki ku memohon ampunan pada Alexander.


Ugh! Rasanya ingin ku sepak kepala bapak tua kurang ajar ini!


Apa-apaan tatapan itu?


Setelah beberapa detik menatap tidak suka kearah tangan Ragnar, Alexander beralih kearah pejabat Ruby.


“Tidak ada ampunan terhadap seorang pejabat yang tidak beradab seperti mu pejabat Ruby, akan ada pengadilan untuk mu nanti” Suara dingin serat ancaman itu sangat menakutkan bagi siapapun yang mendengar nya.


“Rapat ditutup sampai disini, untuk keputusan akan dilakukan dirapat berikut nya” Terang Alexander menatap semua pejabat.


Keadaan sudah tidak bisa dikendalikan sejak pejabat Ruby bertindak kasar terhadapku, mereka sibuk menggosipkan pejabat Ruby.

__ADS_1


Alexander turun dan mendekat kearah ku mengabaikan tubuh pejabat Ruby yang masih dalam posisi bersujud.


TAP


Langkah nya berhenti tepat dihadapan ku dan Ragnar, menatap wajah ku sebentar dan beralih kearah leher ku. Dia mengehala nafas berat tapi tetap tidak bicara apapun.


Sebelum benar-benar beranjak dari hadapan kami, bisa ku lihat Alexander sempat menatap tidak suka kearah tangan Ragnar yang masih betah bertengger dipinggang ku dan berdecih pelan lalu pergi keluar dari ruangan aula.


Entah Ragnar juga mendengar decihan nya, aku tidak tahu.


Setelah kepergian Alexander keadaan ruangan aula semakin tidak terkendali, para pejabat sibuk bergosip.


Ketika pejabat Ruby bangun dari sujud nya Ragnar dengan sigap menarik ku kebelakang punggung nya menjauhkan ku dari jangkauan pejabat Ruby.


“Adik mu sudah bertindak lancang tuan muda Weasly” Tegus pejabat Ruby pada Ragnar.


“Adik ku tidak lancang, dia hanya menyampaikan pendapat nya. Dan ku rasa pejabat Ruby lah yang bertindak lancang sampai menyakiti adik ku” Jawab Ragnar sinis.


Wahh aku sedikit terharu karena sikap Ragnar yang melindungi ku.


...👑👑👑...

__ADS_1


__ADS_2