The Heaven Kingdom

The Heaven Kingdom
THK—Tujuan Awal


__ADS_3

“Keluar”


“Ma maaf tu..tuan, kam—“ Aku tergagap mencari alasan.


Aura pria tua ini sangat mencekam dan menakutkan, dari mana dia muncul nya padahal sejak tadi di lorong tempat ku dan Leon berdiri tidak terlihat kehadiran makhluk lain.


“Kau…”Pria itu menatap ku lekat.


“Buku ini terlihat sangat menarik, jadi aku penasaran dengan isinya” Hanya itu alasan yang bosa ku temukan sekarang.


Namun tatapan tajam pria itu tidak kunjung terlepas dari ku.


“Buku ini tidak bisa dibaca oleh sembarangan orang” Jawab nya pelan lalu meletakkan kembali buku itu ke rak nya.


“Silahkan keluar, jika tidak ada lagi yang kalian cari” Perintahnya tegas dan berbalik.


“Jika buku ini tidak bisa dibaca oleh orang lain kenapa harus dipajang disini?“


“Karena tempatnya” Jawaban singkat itu semakin membingungkan.


“Ayo keluar” Leon menarik ku menyusuri lorong untuk keluar. Namun saat mencapai pintu pria itu memanggilku.


“Nona…”


Aku dan Leon berbalik dan menunggu apa yang akan dibicarakan pria itu selanjutnya.


“Jika butuh pertunjuk datanglah ke bukit Khuld” Setelah mengatakan itu dia berlalu dan menghilang dibalik rak-rak buku.

__ADS_1


“Bukit Khuld? Kau tau bukit itu Leon?” Cicit ku pelan.


“Aku tidak yakin…” Jawab Leon dengan ragu.


.


.


.


Sudah sepekan sejak kejadian di perpusatakaan kuno festival rakyat itu dan aku belum bisa menuntaskan rasa penasaran ku tentang buku ‘kelahiran anak surga’ ditambah dengan pria tua yang menyuruhku ke bukit Khuld jika butuh petunjuk.


Yang membuat ku bingung adalah kenapa aku butuh petunjuk? Memang nya aku kenapa sampai membutuhkan petunjuk. Saking penasaran nya aku mengajak Lela untuk berkunjung kembali ke perpustakaan itu namun aku tidak menemukan apapun, perpustakaan nya hilang bak di telan bumi menyisakan kios kosong yang terlihat tidak pernah di huni sebelum nya. Bertanya ke orang sekitar pun tidak ada yang mengetahui, benar-benar membuat ku pusing.


Leon juga sudah kembali bertugas dua hari setelah kepergian kami ke festival rakyat, ternyata seorang Duke sesibuk itu ya. Tapi kenapa Raja nya tampak berleha-leha sampai memiliki waktu luang memanggil ku ke istana seperti saat ini.


Dua prajurit penjaga pintu memberitahukan kedatang ku pada Alexander lalu aku dipersilahkan masuk seperti biasa pelayan akan menunggu diluar.


Aku masuk dengan wajah datar, ruangan ini sangat gelap meski siang hari hanya mengandalkan penerangan dari obor api yang terletak disudut ruangan. Padahal jika jendala terbuka pasti akan terang. Hemm mungkin pemilik ruangan ini menyukai kegelapan.


“Keberkahan pada Yang Mulia Raja dan Heavend Land” Meski gelap aku masih bisa menemukan keberadaan sosok Alexander yang duduk dibalik dibalik meja kerja nya.


Karena tidak ada jawaban aku kembali bertanya “Ada perlu apa Yang Mulia memanggil hamba, apa hamba melakukan kesalahan lagi?”


KREEKK


Alexander bangkit dari kursi nya dan berjalan mendekat kearah ku secara refleks aku mundur.

__ADS_1


”Kenapa mundur, kau takut?” Suara dingin menyeramkan itu terdengar.


“Hamba tidak takut Yang Mulia, hamba hanya ingin menjaga jarak” Jawab ku pelan.


“Untuk?”


“Tentu saja untuk menepati janji pada kekasih Yang Mulia—“


“Dia bukan kekasih ku” Jawaban tegas darinya membuat kalimat ku terpotong.


“Maaf?”


“Aku tidak memiliki kekasih, kau harus ingat itu” Lanjutnya lagi.


“Maaf Yang Mulia, itu bukanlah urusan hamba” Jawab ku acuh tak peduli “Lalu ada perlu apa Yang Mulia memanggil hamba kemari?” Tanya ku Kembali ketujuan awal.


Alexander menghembuskan nafas “Besok ada Rapat Pejabat, ku harap kau tidak lupa dengan tujuan mu hadir di rapat pejabat beberapa waktu lalu”


(eps 67-69)


“Tujuan?” Cicit ku pelan, berusaha mengingat.


Ah Benar!


...👑👑👑...


Karna kelamaan update Anne pun sampe lupa tujuan awalnya hahahah

__ADS_1


Bagi yang sama sama lup silahkan dibaca ulang eps 67-69 yaaa


__ADS_2