The Heaven Kingdom

The Heaven Kingdom
THK—Bertemu Pandang


__ADS_3

...The Heaven Kingdom...


...👑...


“Kenapa kau mendandani ku berlebihan seperti ini Lela?”


Aku menegur Lela yang sibuk mengerjakan tugas nya.


“Malam ini penobatan Raja Starland akan dihadiri para bangsawan dari seluruh penjuru negeri ini nona Anne”


Jawab Lela dengan tangan yang sibuk menata surai panjang ku.


Sudah hampir setengah jam dia tidak juga selesai menata surai panjang ku, entah seperti apa nanti bentuk nya aku pun penasaran.


“Aku juga tahu kalau malam penobatan ini akan dihadiri banyak bangsawan, tapi yang aku tanyakan kenapa kau mendandani ku berlebihan seperti ini?”


Aku tidak salah karena mulai dari riasan yang terasa berat diwajah ku ditanwajah sampa


“Nona harus terlihat sempurna selaku perwakilan dari kerajaan Heavenland”


“Maksud mu jangan sampai aku mempermalukan Heavenland dengan penampilan kacau ku heh?”


Mendengarku yang bicara ketus Lela langsung panik menghentikan pekerjaan nya diatas kepala ku.


“Bukan seperti itu nona Anne, hamba hanya tidak ingin nona Anne diejek oleh puteri bangsawan lain”


Dia menunduk hormat


“Aku hanya bercanda, lanjutkan pekerjaan mu. Malam ini akan ku biarkan kau melakukan apa yang kau mau”


Yaa…sekali-kali aku membiarkan Lela berkreasi sesuka hatinya, pasti cukup berat bagi nya selama ini menjadi pelayan pribadi Roseanne.


“Baik nona, hamba akan membuat nona Anne terlihat bersinar malam ini sampai Raja Starland pun tertarik pada nona”


”Jangan membual Lela, kau pikir ini dongeng Cinderella”


Ini memang cerita dongeng, tapi aku belum tahu apa cerita dongeng ini sama dengan cerita dongeng princess yang sering ku dengar.


“Siapa Cinderella nona?”


Melihat Lela yang kebingungan aku yakin jika cerita dongen princess belum ada pada zaman ini, atau memang penulis tidak membekali para karakter nya dengan ilmu pengetahuan tentang itu.


“Lupakan!”


Aku malas menjelaskan nya pada mu Lela.


.


.


.


Sungguh, aku mengutuk Lela yang mendandani ku seperti ini. Bagaimana dia bisa setega ini memakai kan ku gaun yang berat, lebar dengan warna yang mencolok ini padaku.


“Lela…aku mengutuk mu!”


Pekik ku tertahan pada Lela yang berjalan dibelakang ku, dia benar-benar melakukan apapun sesuai kemauan nya. Mentang-mentang aku beri kebebasan dia jadi ngelunjak.


“Berjalan lah dengan anggun nona Weasly..”


Lela dengan wajah tanpa dosa nya masih berani menegur cara berjalan ku.


Bagaimana aku bisa berjalan dengan anggun jika gaun yang ku pakai seberat ini, belum lagi korset yang menekan perut ku sampai mau muntah rasanya.


“Yang Mulia Raja, nona Ruby dan Duke Eros sudah menunggu nona di ruang sebelah sana”


Aku mengikuti ruangan yang ditunjuk Lela.

__ADS_1


Baru saja masuk aku sudah dilempari ucapan sinis dari Aurelia Ruby.


“Kau membuat Yang Mulia Raja menunggu mu, nona Weasly”


Gadis yang menggunakan gaun berwarna biru itu menatap ku tajam.


Ugh penampilan nya membuat mata ku silau, gaun biru dengan hiasan batu-batu bersinar. Aku pikir hanya aku yang memakai gaun berlebihan ternyata Aurelia Ruby lebih parah.


“Keberkahan menyertai Yang Mulia Raja dan. Heavenland\~\~”


Aku mengabaikan Aurelia Ruby dan memberi salam penghormatan pada Alexander yang duduk tenang disamping kekasih nya.


“Hamba memohon maaf karena telah membuat Yang Mulia Raja menunggu”


Sambil berlutut aku memasang wajah menyesal.


Membuat Raja menunggu bukanlah hal yang bisa dilakukan oleh siapa pun jadi aku wajib meminta maaf.


Alexander tidak langsung membalas dia hanya diam dan memandangi ku lama sampai suara Leon menyadarkan nya.


“Kau cantik sekali Anne, apa kau juga ingin menarik perhatian Raja Starland seperti para puteri bangsawan lain?”


Leon memandang ku dengan wajah tengil, sungguh wajah seram nya tidak cocok.


“Terimakasih Leon, tapi aku sedang tidak ingin menarik perhatian siapapun”


Aku tersenyum tipis, semoga sepasang kekasih itu tidak salah paham dengan aku yang berpenampilan ekstra begini.


Salahkan saja Lela!


“Baguslah, jika nona Anne tidak bertujuan seperti itu. Karena bisa saja pria yang akan nona Anne goda sudah memiliki kekasih”


Terus sindir aku, terus saja!


“Aku berkata “menarik perhatian” bukan menggoda, nona Ruby”


“Itu terdengar sama”


Aurelia menanggapi santai, tanpa tahu hati ku sudah panas.


“Nona Ruby tenang saja, saya tidak ingin menggoda siapapun dan kalau sampai ada pria yang tergoda berarti kekasih pria tersebut tidak pandai menjaga kekasih nya dan bisa saja pria itu tidak mencintai kekasih nya. Karena jika dia mencintai kekasih nya, pria itu tidak akan tergoda dengan wanita manapun”


Belum sempat Aurelia membalas ucapan ku, Alexander sudah berdiri dari duduk nya.


Apa mungkin dia merasa tersindir.


“Ayo!”


Alexander berdiri diikuti oleh Aurelia berjalan menuju pintu ruangan.


Kurang ajar, dia mengabaikan permohonan maaf ku. Dia pikir berlutut dengan gaun sebesar ini gampang apa.


Belum lagi hak tinggi yang membuat ku susah berdiri.


“Berdirilah Anne”


Untung saja ada Leon yang membantu berdiri dan merapikan sedikit ujung gaun ku yang kusut.


“Terimakasih Leon”


Leon mengangguk dan menyodorkan tangan nya untuk ku gandeng.


“Pegangan padaku nanti kau terjatuh”


Aku melihat sekilas pada pasangan yang sudah berjalan lebih dulu.


“Kau yang terbaik Leon”

__ADS_1


Ku kalungkan tangan kanan ku di lengan Leon dan beranjak dari ruangan tersebut sebelum membuat Raja menunggu.


.


.


Seorang pengawal yang berdiri di dekat pintu raksasa ini berteriak memberitahu kalau Raja Heavenland telah tiba.


“YANG MULIA RAJA HEAVENLAND TELAH TIBA—“


Setelah itu pintu terbuka, Alexander dan Aurelia Ruby dengan anggun memasuki ruangan disusul aku dan Leon.


Satu kata untuk ruangan ini.


AMAZING!!!!!


Ballroom benar-benar luas dan sangat cantik dengan berbagai hiasan khas kerajaan, ini pertama kali aku melihat ballroom kerajaan secara langsung. Biasanya aku hanya melihat nya dari movies princess di dunia ku.


“Tutup mulut mu Anne nanti ada gajah masuk”


Leon menyadarkan jiwa norak ku yang menganga kagum begitu memasuki ballroom.


“Mulut ku tidak selebar itu!”


Aku memukul lengan Leon kuat.


Leon meringis kesakitan dan mengelus tangan nya.


“Astaga Anne, tidak ada anggun nya sama sekali”


Aku tahu pukulan ku tidak sekuat itu tapi memang Leon suka berdrama, mirip dengan Aurelia.


“Kalian ingin terus berdebat?”


Suara dingin nan datar itu menegur kami yang tertinggal di belakang.


Kenapa pria itu selalu sinis padaku, sejak tadi dia menatap ku seolah-olah ingin memakan ku. Padahal aku sudah bersikap hormat dan tidak menggangu kekasih nya.


Kami berempat dipersilahkan untuk duduk di meja bundar yang sudah disediakan, dengan berbagai macam jenis manakan diatas nya.


Mendadak perut ku lapar.


Aku menarik ujung baju Leon untung saja pria itu menoleh dan langsung peka mencondongkan tubuh nya kearah ku.


”Apa sudah bisa makan?”


Bisik ku pelan mata ku tidak lepas dari makanan di meja.


”Hahahah..”


Kenapa Leon tertawa, kan aku hanya bertanya.


“Apa makanan itu lebih menarik perhatian mu Anne, apa kau tidak tertarik dengan pria tampan yang disana”


Leon menunjuk seorang pria yang duduk di kursi bertahta kan emas.


“Memang nya siapa dia?”


Bisik ku lagi dan menatao kearah pria itu.


“Dia Lucian Osiris…”


Saat aku melirik kearah pria itu lagi dan—


Deg!


Kami bertemu pandang.

__ADS_1


...👑👑👑...


__ADS_2