
...THE HEAVEN KINGDOM...
"Kenapa tidak harus terjadi?" Tanya nya kebingungan.
"Perasaan ku mengatakan jika Aurelia Ruby bukan lah wanita yang baik seperti kelihatan nya, beberapa kali aku memergoki dia menatap sinis kearah ku dan dibalik sikap lemah lembut nya aku merasakan kepalsuan" Ungkap ku jujur.
"Dan--Sikap Alexander juga sangat membingungkan...AARRGGHH sialan! tokoh novel ini membuat ku gila!!" Pekik ku marah.
"Aku rasa wajar saja dia bersikap sinis pada Roseanne, bukan kah kau bilang Roseanne sering menggoda Alexander dan untuk Alexander aku juga tidak tahu alasan nya" Ucap nya.
"Ya dan itu karena mu yang menulis karakter menyedihkan Roseanne! huh kau menyebalkan" Seru ku memaki nya.
"Hei jangan marah padaku, aku tidak tahu apakah karakter Roseanne adalah hasil dari revisi pihak penerbit. Kau tidak bisa menyalahkan ku" Ucap nya membela diri.
Baik, sekarang dia menjadikan 'Revisi pihak penerbit' sebagai alasan untuk mengelak dari kekacauan novel nya.
"Apapun alasan nya, kau yang salah. Kalau tidak bisa membuat novel dengan baik setidak nya jangan menulis!" Ucap ku masih marah.
"Jaga bicara mu nona, kau bisa melukai perasaan mereka yang sedang berusaha berkarya. Aku tidak setuju jika pendapat mu seperti itu, siapapun orang nya mau berbakat atau tidak. Semua orang berhak untuk berkarya" Jawab nya serius, huh dia tersinggung dengan ucapan ku.
"Maaf jika kau tersinggung, itu hanya bentuk kekesalan ku yang tidak tahu harus menyalahkan siapa dari semua kejadian ini" Aku menunduk lesu karena merasa bersalah.
"Tidak apa, kau pantas menyalahkan ku karena bagaimana pun sumber malasah nya adalah novel yang aku buat" Jawab nya tersenyum tipis.
"Lalu bagaimana sekarang, kita terjebak. Tidak mengetahui alur yang ada dan tidak tahu bagaimana cara nya keluar" Ucap ku sedih.
__ADS_1
"Pertama aku harus meminta maaf padamu" Dia menepuk pelan pundak ku "Kau pasti merasa frustasi karena terjebak disini, maaf kan aku"
Aku yang bingung harus menjawab apa, akhirnya mengangguk. Meski tahu ini bukan kesalahan nya dan dia pun juga pasti merasakan hal yang sama dengan ku, frustasi.
"Aku tidak sefrustasi yang kau bayangkan, aku memiliki hidup yang lebih layak dan baik disini daripada didunia sebelum nya" Jawab ku tersenyum menghibur diri.
Benar, aku hidup baik dan layak disini. Aku punya keluarga, ayah dan kakak laki-laki, tidak sebatang kara seperti disebelum nya. Meski mereka tidak seindah yang kubayangkan setidak nya aku sudah berkesempatan merasakan moment ini.
"Yaa, kita harus mengambil sisi baik nya demi menghibur diri" Pria itu terkekeh garing.
"Lalu apa sekarang?" Tanya ku.
"Kau ingin mendengar pendapat ku?" Dia menyamping dan menatap ku lekat.
Aku mengangguk.
"Kenapa harus aku?" Tanya ku tidak terima.
"Lalu siapa aku? kau gila, jangan kan untuk membatalkan pernikahan mereka masuk ke lingkungan istana saja aku tidak bisa"
Ah benar, dia tidak bisa berkeliaran bebas memasuki lingkungan istana karena bukan bangsawan.
"Selanjut nya?" Cicit ku.
"Nanti kita pikirkan lagi, aku akan berusaha mengingat alur awal yang ku buat"
__ADS_1
Aku hanya mendesah kecewa, tidak ada alasan pasti yang bisa ku berikan jika aku benar-benar membatalkan pernikahan mereka.
"Kata mu kau mencurigai Aurelia Ruby bukan? Kau bisa menjadikan kecurigaan mu sebagai alasan membatalkan pernikahan mereka" Ucap nya seolah bisa menebak apa yang aku pikirkan.
"Tidak akan mudah dan alasan kecurigaan ku juga tidak mendasar" Jawab ku.
"Hanya untuk sementara sampai kau bisa menemukan alasan mu yang sebenar nya"
"Alasan ku sebenarnya, misalkan?" Tanya ku bingung.
"Misalnya--kau mencintai Alexander?" Tanya nya tak yakin.
Aku melotot tidak terima dan dia hanya terkekeh menanggapi.
"Menurut ku itu satu-satu nya alasan yang kuat, jika seseorang ingin membatalkan pernikahan orang lain. Yaaa mencintai salah satu pengantin nya" Katanya sok bijak.
"Tapi aku tidak mencintai Alexander!" Pekik ku.
"Wah santai, tidak perlu teriak begitu. Kan ku bilang misalnya bukan berarti kau harus benar-benar melakukan itu, jika tidak ingin seperti itu berarti kau harus membuktikan kecurigaan mu terhadap Aurelia Ruby" Ucap nya menjelaskan.
"Tapi aku lebih menyaran kan yang pertama, hahah" Dia tertawa kencang, untung saja sudah jauh dari kawasan pasar kalau tidak kami akan ditangkap bandit karena membuat keributan.
"Kau...." Geram ku.
Bagaimana bisa dia menyarankan ku untuk mencintai Alexander? Pria datar, dingin dengan seribu tingkah mesum nya. Tidak mungkin aku bisa jatuh cinta pada pria sejenis itu.
__ADS_1
...****************...