The Heaven Kingdom

The Heaven Kingdom
THK—Transmigrasi Jiwa


__ADS_3

...The Heaven Kingdom...


...👑...


“Dia Lucian Osiris..”


Astaga! Pria itu melihat kearah ku, apa dia tahu kalau aku memerhatikan nya.


“Lucian Osiris itu siapa?”


Aku sedikit menggeser tubuh ku agar tertutup oleh tubuh tegap Leon.


Leon berseru heran.


“Astaga Anne, kau tidak tahu siapa dia?”


Aku hanya menggeleng tanpa dosa, mengabaikan tatapan sinis dan tajam dari sepasang kekasih yang duduk diseberang ku.


“Seperti nya otak mu bermasalah Anne”


Leon meraba kening ku dan langsung ku tepis kasar.


“Jangan sentuh aku, aku jyjyk!”


Leon hanya tertawa tampan.


Aku menggeser tempat duduk ku agar kembali lurus menghadap sepasang kekasih itu, aku pikir akan lebih baik daripada melihat Leon. Tapi nyatanya aku langsung disambut tatapan tajam Alexander.


Duh! Aku jadi bingung harus membuang pandangan kearah mana—


“Keberkahan pada Yang Mulia Raja dan Heavendland\~”


Seorang pria datang memberikan salam hormat pada Alexander.


Alexander berdiri dan tersenyum tipis membalas pria itu.


”Tidak perlu begitu Tuan Lucion Osiris, sekarang kau juga sudah menjadi seorang Raja”


Mendengar nama yang disebut Alexander aku langsung menoleh dan sedikit tersentak ketika Leon menarik lengan ku untuk berdiri.


Astaga dia pria yang tadi, jika dilihat dari jarak sedekat ini. Dia sangat tampan.


“Keberkahan pada Yang Mulia Raja dan Starland\~”


Leon menunduk memberi salam hormat, disusul Aurelia Ruby melakukan hal yang sama.


Aku yang masih melongo bingung langsung disenggol Leon.


”Kenapa?”


Belum sempat Leon menjawab pertanyaan ku, pria itu lebih dulu berbicara.


“Suatu kehormatan untuk ku bisa melihat langsung kecantikan Nona Weasly”


Dia meraih tangan ku lalu mengecup nya pelan, seperti yang dilakukan Leon saat pertama bertemu.


“Emm—senang bertemu dengan mu Tuan..?”


Dia hanya tersenyum tipis


Agak nya aku sedikit grogi ketika dia mengecup punggung lengan ku.


Leon mendekat dan berbisik pelan ditelinga ku.


”Dia Raja di negeri Starland, jadi beri hormat dengan benar Anne!”


Raja? Apa dia sama seperti Alexander?


Astaga pantas saja Leon dan Aurelia memberi salam hormat pada nya.


Matilah aku!


Dengan terbata-bata aku memberi hormat.


“Ke..ber..keberkahan pada Yang Mulia Raja dan Starland\~\~”


Aku menunduk dan menarik kedua sisi gaun ku, yaa begitu lah tata cara memberi salam pada sang Raja di dunia novel ini.

__ADS_1


“Kau terlihat bertambah cantik jika pipi mu merona merah seperti itu nona Weasly”


Setelah berucap itu dia beranjak pamit pada Aelxander dan kami bertiga, begitu dia pergi aku langsung terduduk lemas.


“Anne kau kenapa?”


Leon menepuk kepala ku pelan, entalah kenapa pria ini suka sekali menepuk kepala ku.


“Apa pipi ku merah Leon?”


Kumohon jangan jawab Iya!


“Iya, pipi mu merah merona memang nya kau kenapa?”


Berarti Lucian Osiris tadi mengejek pipi merah merona ku, apa dia sepeka itu sampai sadar pipi ku yang merona.


”Aku terlalu gugup…ekkhmm”


Aku berdehem pelan guna mengurangi kegugupan ku.


“Mema—“


“Berhenti bertanya Leon!”


Sela ku lebih dulu, sebelum Leon bertanya banyak alasan kegugupan ku.


“Mohon maaf Yang Mulia, hamba ingin bertanya”


Alexander langsung menatap ku begitu juga Aurelia, ku lihat gadis itu langsung bersikap siaga dan melotot begitu aku memanggil Alexander.


Hei, tenang saja girl, aku hanya ingin bertanya bukan ingin merebut kekasih mu sekarang. Emm—tidak tahu kalau nanti.


Hahahaha


“Ada apa?”


Tanya Alexander singkat, Aurelia makin melotot melihat Alexander yang menanggapi ku.


“Emm—apa makanan ini sudah bisa dinikmati Yang Mulia?”


Ku dengar Leon mendengus dan Aurelia yang awalnya menatap ku siaga lalu melotot bingung.


“Belum saat nya menikmati jamuan, karena penobatan dan pemilihan calon Ratu belum di mulai”


Aku mendengus kecewa kenapa lama sekali, padahal aku sudah sangat lapar dan korset ketat diperut ku ini tambah membuat ku lapar.


“Sabar lah Anne, kau mau berjalan-jalan dulu?”


”Apa bisa?”


Memang ada baik nya aku berjalan-jalan agar tidak fokus pada rasa lapar ku.


“Mohon izin Yang Mulia Raja, hamba dan nona Anne ingin berjalan-jalan sebentar”


Ucap Leon memohon izin pada Alexander, yaa—begitulah kalau jadi rakyat jelata semua yang kita lakukan harus mendapat izin dari sang pemimpin.


Alexander mengangguk tanda memberi izin, aku langsung berdiri dan menarik lengan Leon.


”Ayo!”


”Terimakasih Yang Mulia, hamba permisi dulu”


Leon mengucap sopan lalu aku ikut menunduk


Sebelum benar-benar beranjak, Leon merapikan bagian bawah gaun ku yang sedikit terlipat lalu beralih keatas merapikan tatanan rambut ku meski tidak terlihat berantakan.


“Kau yang terbaik Leon”


Aku sangat terharu dengan kelembutan nya memperlakukan ku, sangat berbeda dengan Alexander.


Astaga! Kenapa aku terus menjadikan Alexander sebagai pembandingan.


“Kembali lah sebelum waktu penobatan Raja”


Suara Aurelia merusak moment haru ku, meski dia bicara lembut tetapi tetap saja membuat ku kesal.


Ayolah, aku bukan orang yang pendendam hanya saja. Aku tidak bisa terlalu baik pada orang bermuka dua seperti dia.

__ADS_1


“Ya”


Jawab ku singkat dan menarik lengan Leon agar segera pergi dari sana.


.


.


“Waaahhh…Istana nya sangat indah, apa kau sering berkunjung ke istana ini Leon? Sampai kau mengetahui seluk beluk istana ini”


Aku bedecak kagum dengan semua keindahan yang ada di istana Starland ini.


“Tidak sering, hanya beberapa kali dan aku tidak mengetahui semua seluk beluk istana ini. Hanya beberapa tempat yang dibuka untuk tamu kerajaan”


Aku mengangguk paham, sejak tadi tempat yang ditunjuk kan oleh Leon hanya tempat umum yang bisa dikunjungi tamu. Seperti saat ini kami sedang ada di taman istana.


“Sangat indah..”


Aku tidak ada habis nya memuji keindahan istana ini.


“Kau berlebihan Anne, istana Heaven lebih indah daripada ini”


”Tidak juga, aku sudah beberapa kali mengunjungi istana dan taman istana Heaven tidak seindah ini”


Yaa..dan aku hanya pernah ke ruang pengadilan, taman dan ruang kerja perdana menteri Emmett.


“Apa kau tidak pernah berkeliling?”


Aku menggeleng, berada di istana Heaven membuat ku tidak nyaman entah karena alasan apa dan juga aku malas bertemu Alexander ataupun Aurelia.


“Baiklah lain kali aku akan membawa mu berkeliling”


Setelah berhari-hari mengenal Leon aku menyadari jika Leon tidak seseram wajah nya, dia memperlakukan ku dengan baik, perhatian, lembut juga bisa diajak bercanda.


Bersikap layak nya seorang kakak sekaligus teman, semenjak bertemu dengan nya aku tidak merasa kesepian seperti awal.


Apa aku bisa berbicara tentang masalah ku pada nya? Sungguh, saat ini aku benar-benar butuh teman untuk berbagi cerita.


“Leon..”


Dia langsung menoleh pada ku.


“Ada apa?”


Aku menatap nya lekat sambil berpikir keras, apa pria ini bisa ku jadikan teman bercerita.


“Hei! Kenapa kau menatap ku seperti itu”


”Leon, apa kita berteman?”


Aku hany ingin memastikan.


“Kau mau berteman dengan ku? Tapi maaf saja, aku tidak mau berteman dengan mu”


“Hah! Kenapa?”


Sepertinya aku terlalu percaya diri menganggap nya teman.


“Kau sering memukul ku”


PLAK!


Aku memukul bahu nya kuat karena kesal dengan alasan nya.


“Lihat! Kau selalu memukul ku, aku tidak ingin berteman dengan mu”


Pukulan lengan kecil ku tidak akan terasa pada tubuh tegap nya, astaga pria ini pandai sekali berdrama.


“Ayo berteman, aku berjanji tidak akan memukul mu lagi”


Pertama kali dalam hidup ku mengajak orang lain untuk berteman, kalau Delia mendengar ini pasti dia menertawai ku.


“Baiklah kalau kau memaksa, lalu sekarang apa yang ingin kau ceritakan padaku?”


“Apa kau percaya transmigrasi jiwa?”


...👑👑👑...

__ADS_1


Utor gak percaya transmigrasi jiwa tapi utor lebih percaya transfer cuan.


__ADS_2