
”EHH KAU KENAPA!!?” Tanya ku panik dan berjongkok.
“Hei bangun!!” Aku menggoyangkan tubuh nya dan gerakan ku berhenti saat menyadari ada anak panah yang tertancap di punggung pria itu.
Aku terkejut dan melihat sekitar mencari sumber dari mana anak panah ini berasal, lalu mata ku menangkap pria aneh yang sebelum nya ku lihat sedang berjalan kearah ku dan ditangan nya ada busur panah.
“Kau siapa, apa yang kau lakukan pada nya!?” Teriak ku marah. Aku yakin jika anak panah ini adalah milik nya.
Dia mengabaikan teriakan ku dan terus berjalan sampai dia berhenti tepat dihadapan ku, sontak aku bergerak mundur menghindari dia tapi belum sempat mundur jauh pria aneh itu mengeluarkan selembar kain putih dan dengan gerakan cepat dia menyumpalkan nya kehidung ku.
Apa ini, kenapa pandangan ku langsung buram dan kepala mendadak pusing….
BRUKKK
Detik berikut nya ku rasakan tubuh ku roboh kesamping dan menyentuh tanah yang keras.
Aku pingsan!
.
.
“Nggghh” Mata ku mengerjab menyesuaikan cahaya yang masuk kepengelihatan ku.
Dimana ini, sepertinya bukan kamar ku dan bagaimana bisa aku berada disini.
Terakhir kali aku ke pasar bersama Lela lalu berkeliling dan membeli buah lalu aku diam-diam menemui pria pasar—
PRIA PASAR!!
SREEKK
Aku langsung duduk dan melihat sekitar mencari keberadaan nya, apa dia juga ada disini.
__ADS_1
“KAU!!” Aku berteriak kencang ketika menyadari kehadiran sosok selain diriku di kamar ini.
Aku menunuduk hormat “Ah maaf kan hamba Yang Mulia” Tadi karena refleks aku sampai meneriaki nya tidak sopan.
Sosok itu sedang duduk manis dengan kaki kiri berada diatas kaki satu nya dan tangan kanan nya memegang cerutu serta gelas dan botol yang terletak dimeja kecil samping nya.
Alexander, sedang apa dia disini?
“Yang Mulia sedang apa disiini!?” Aku menanyai nya tetapi dia hanya diam dan menatap tajam kearah ku.
Merasa diabaikan, aku mendengus kesal dan menyibak kain putih yang menyelimuti tubuh ku dengan gerakan cepat aku bergeser ke bibir ranjang tapi ketika hendak berdiri tiba-tiba kepala ku diserang rasa pusing yang membuat ku terpaksa kembali duduk demi mengurangi rasa pusing nya.
Aku meringis sambil memegangi bagian pangkal hidung ku berharap rasa pusing itu hilang agar aku bisa segara beranjak dari ruangan ini dan mencari keberadaan pria pasar yang tertembak panah sebelum aku pingsan.
“Berbaringlah jika masih pusing” Suara datar itu terdengar memerintah.
Aku diam, setelah rasa pusing nya sedikit berkurang aku berdiri lagi dengan langkah lemah berjalan melewati nya dan tidak menoleh sedikitpun, tetapi baru selangkah di depan nya gaun ku sudah ditarik kebelakang dan satu lengan besar langsung melingkupi pinggang ku.
“Lepaskan, aku harus pergi!” Pinta ku sambil memberontak di pangkuan nya.
“Hendak pergi kemana hm?“ Bisik nya pelan.
“Bukan urusan Yang Mulia, sekarang mohon lepaskan aku” Jawab ku tegas tapi dia tetap diam.
Entah karena kekuatan ku sendiri atau Alexander ini yang mengalah, akhirnya setelah sedikit gerakan aku terlepas dari rengkuhan nya.
Setelah lepas aku berlari kecil kearah pintu ganda di ujung ruangan baru hendak membuka nya suara dingin itu menghentikan gerakan ku.
“Selangkah kau keluar dari ruangan ini, maka kepala teman pria pasar mu itu akan melayang” Suara dingin sarat akan ancaman itu membuat tubuh ku terpaku.
Apakah teman pria pasar yang dia maksud adalah—
__ADS_1
Aku berbalik dan menatap nya berharap dia memberi kejelasan dari ucapan nya barusan. Tidak ada lanjutan, dia sibuk menggoyangkan gelas ramping yang berisi cairan berwarna merah di tangan nya.
Menghela nafas lelah, aku mengalah dan kembali mendekat kearah nya. Bukan takut karena ancaman nya hanya saja kau ingin tahu dimana pria pasar itu sekarang.
SRUKK
Aku duduk bersimpuh di lantai tepat dibawah kaki nya.
“Apa Yang Mulia tahu dimana keberadaan nya?” Tanya ku berusaha hormat.
“Tidak” Jawaban singkat nya membuat ku menggeram kesal, kalau tidak tahu kenapa tadi sok tahu sampai mengancam orang.
Merasa tidak akan ada hasilnya bicara dengan pria batu ini aku pun bangkit dan merapikan ujung gaun ku sedikit.
”Kalau begitu, hamba permisi. Keberkahan pada Yang Mulia dan Heaven Land\~” Aku menunduk dan memberi salam.
“Aku tidak tahu keberadaan nya sekarang, tetapi terkahir kali aku tahu dia ada di penjara eksekusi bawah tanah. Tempat pemenggalan para penghianat Raja” Ucap nya santai.
Aku melotot tak percaya, bagaimana mungkin pria pasar itu bisa terdampar disana lagi pula dia bukan penghianta Raja yang harus di eksekusi.
“Jadi aku tidak bisa memastikan sekarang dia ada dimana, bisa saja badan nya sudah di kubur dibawah tanah dan kepala nya ada di kediaman nya sendiri” Pria itu mengangkat bahu acuh, seolah-olah hal yang dia bicarakan adalah hal sepele.
Brengsek!
Tubuhku bergetar hebat, membayangkan jika seseorang yang baru aku temui hari ini sudah tiada dan berakhir dengan tragis ditangan pria kejam ini.
BRUKK
Tubuh ku luruh ke lantai yang dingin, kepala ku semakin pusing.
Dengan tertunduk aku bertanya “Kau—mem…bunuh nya?”
...👑👑👑...
__ADS_1