The Heaven Kingdom

The Heaven Kingdom
THK—Tidak Percaya


__ADS_3

“Apaa, pelelangan budak?” Beo ku tidak percaya.


Tidak lama, di detik berikutnya kerangkeng besi diatas panggung itu dibuka dengan keras lalu disusul penampakan seorang wanita yang didorong paksa untuk masuk dalam kerangkeng besi.


“Apa apaan!” Pekik ku tertahan.


Wanita itu, terlihat sangat seksi ah ini lebih dari seksi sebab gaun yang dia gunakan sangat tidak berfungsi seperti seharusnya.


Gaun malam berwarna merah itu terlihat transparan yang mempertontonkan lekukan tubuhnya dengan sempurna dan bagian tubuh dalam nya terlihat membayang.


Aku langsung menunduk. Sialan! Ini memalukan, aku sebagai wanita sangat malu melihatnya.


Tapi berbeda dengan aku yang malu, justru penonton lainnya bersorak penuh kebahagian melihat wanita didalam kerangkeng itu. Juga baru ku sadari jika sebagian besar dari manusia yang duduk dikursi penonton ini adalah kaum lelaki.


Ku lirik Alexander yang duduk tenang ditempatnya dengan mata yang terpusat kearah panggung.


Aku spontan menutup matanya dengan telapak tangan ku “Tutup matamu, kau ingin menelanjangi nya dengan tatapan mu itu hah?!”


Alexander berdecih lalu menepis tangan ku “Diamlah dan tonton saja” Ucapnya santai.


Arrghh bagaimana mau menonton yang ada aku malu melihat cara berpakaian wanita itu.

__ADS_1


“Baiklah, kita mulai saja Lelang nya” Suara pria tua dari atas panggung mengalihkan perhatian semua penonton.


“Wanita itu benar-benar akan di Lelang?” Alexander hanya mengangguk sebagai jawaban.


“Dan kau akan membiarkan nya begitu saja? Pemimpin seperti apa kau ini—“


“Menurutmu aku masuk kesini hanya untuk membuang waktu menonton acara tidak penting ini hm?” Ucap Alexander menyela protes ku.


“Harga dimulai dari 50 koin emas!” Seru si pria itu sambil mengetuk palu diatas meja nya.


Astaga mereka serius menjual seorang manusia hanya dengan 50 koin emas? Sungguh tidak manusiawi.


“55 koin emas!” Seru seorang pria yang duduk dikursi penonton paling kiri.


“Hei Yang Mulia Raja agung Heavend Land! Apa kau akan tetap diam saja ketika melihat rakyat mu dijual belikan hah?” Sungut ku berbisik marah pada Alexander.


“Kau ingin aku ikut menawar harga wanita itu? 200 koin emas?” Alexander justru bertanya.


“Kau gila!?” Pekik ku tertahan.


Alexander mengacuhkan makian ku “Aku sudah selesai, ayo keluar”

__ADS_1


Dia berdiri lalu meninggalkan ku yang masih mendengar penawaran terus menerus terhadap wanita dengan pakaian sksi itu.


Karena tidak bisa membantu apapun jadi ku putuskan untuk menyusul Alexander, ya tentu saja dengan niat mengutuk yang besar.


Bagaimana mungkin dia bisa hanya menonton pertunjukan ilegal ini dengan santai, sedang dia adalah seorang Raja.


Dari belakang ku lihat Alexander tengah berhadapan dengan seorang pria berjubah hitam dan wajah tertutupi, tidak tau apa yang mereka bicarakan aku hanya melihat Alexander mengangguk sekilas lalu pria itupun berlalu.


“Cepat, kita harus segera pergi dari sini” Alexander menarik lengan ku.


“Bagaimana dengan pertunjukan ilegal tadi?”


“Jangan dipikirkan, kita harus segera kembali sebelum matahari tenggelam” Jawab nya acuh.


Tapi bertepatan dipintu keluar, kami berpapasan dengan segerombolan pria berjubah hitam yang sepertinya akan memasuki ruko. Entah salah lihat atau bukan, beberapa diantara mereka sekilas memberi salam hormat pada Alexander.


Apakah mereka segerombolan prajurit istana yang juga ingin berpesta wanita disini?


Belum sempat berpikir, Alexander sudah mendorong ku untuk menaiki kereta dan berjalan meninggalkan kawasan festival rakyat.


Festival rakyat yang jika dilihat dari luar sangat ramah dan penuh aura kebahagiaan layaknya pesta rakyat, namun siapa yang tau jika didalam aura kebahagiaan itu ada pertunjukan ilegal yang memperjual belikan manusia layaknya hewan. Disuruh berpakaian seksi dan kurung dalam kerangkeng besi seperti kandang.

__ADS_1


Astaga, aku tidak habis pikir dengan penulis novel The heaven kingdom ini menyisipkan masalah yang kompleks seperti ini.


...👑👑👑...


__ADS_2