The Heaven Kingdom

The Heaven Kingdom
THK--Namaku Lily Anne


__ADS_3

...The Heaven Kingdom...


"Apa kau percaya transmigrasi jiwa?"


Ucapan ku disambut tatapan bingung Leon.


"Apa maksud nya dengan transmigrasi jiwa, bisa kau jelaskan Anne?"


Memang pertanyaan ku cukup membingungkan untuk ditanyakan pada orang lain, apalagi alur waktu di dunia novel ini masih pada zaman kuno. Mereka pasti belum pernah menonton drama ataupun film tentang transmigrasi yang sempat viral didunia ku.


"Transmigrasi? kau tidak tahu?"


"Jangan jawab pertanyaan ku dengan pertanyaan Anne!"


Aku hanya mendengus pasrah, menuntut kepekaan Leon dalam hal ini seperti nya tidak bisa.


"Singkat nya, perpindahan jiwa manusia ke tubuh manusia yang lain"


Aku tidak tahu, apa tokoh-tokoh di novel ini bisa disebut manusia atau tidak karena setahu ku mereka tidak nyata tapi setelah aku memasuki dunia ini aku jadi bingung karena mereka terasa sangat nyata. Mereka bernafas, makan dan minum yaa seperti aktivitas manusia pada umum nya.


"Apa ada hal yang seperti itu?"


"Ya ada dan aku mengalami nya sendiri"


Cicit ku pelan, berharap Leon tidak mendengar nya.


"Kau mengalami nya, jiwa mu berpindah ke jiwa manusia lain begitu?"


Tajam juga telinga pria seram ini.


Baiklah, aku akan bercerita meski tidak ada hasil solusi apapun dari Leon yang penting aku ada tempat bercerita.


"Aku yang sekarang bukan lah jiwa asli dari milik Roseanne Weasly yang kau ketahui"


Aku berusaha untuk menyederhanakan kalimat ku, agar tidak dianggap gila.


" Lalu....kau siapa?"


Diluar dugaan, ku kira Leon akan menertawakan pernyataan ku atau sampai mengatai ku gila. Padahal aku sudah mempersiapkan hati untuk itu tapi Leon memang tidak mudah ditebak meski bersifat ramah.


"Aku Lily Anne aku manusia biasa dan bisa dibilang aku dari masa depan"


"Anne jangan tersinggung yaa, tapi apa sekarang kau tengah mengarang cerita?"


huh aku tahu cerita ku tidak akan mudah dipercaya siapapun, tapi cukup bagiku ketika Leon berusaha mendengar cerita ku dengan seksama.


"Aku tidak mengarang Leon, aku bukan Rosanne Weasly tetapi Lily Anne. Gadis biasa yang bekerja sebagai seorang programmer disebuah perusahaan swasta, aku hidup seorang diri dikamar kontrakan kecil meski kecil aku tetap mencintai kamar dan komputer-komputer ku. Aku juga punya sahabat nama nya Delia, dia cerewet tapi menyayangi nya karena dia selalu membantu ku mencuci gelas bekap kopi dan membersikan kamar ku.....Hahaha"


Aku membayangkan wajah kesal Delia saat memasuki kamar ku yang berantakan, dia akan mengomel panjang lebar tetapi tangan nya tidak akan berhenti membersihkan kekacauan kamar ku.


"Apa itu komputer?"


huh! dari semua cerita yang ku ucapakan tadi, ternyata hanya kata komputer yang sangkut ditelinga Leon.


"Komputer itu alat persegi yang berisi tentang hal yang ada didunia"


Aku tidak melebihkan, tetapi memang komputer sudah seperti dunia bagi seorang programmer seperti ku. Dunia kerja dan media ku untuk melihat dunia tanpa harus keluar kamar.


hueeheheh

__ADS_1


Kaum rebahan can relate, right?


Leon mengangguk paham dengan muka yang masih bingung, mungkin dia sudah peka jika itu bukan point penting dari cerita ku.


"Anggap saja aku percaya dengan transmigrasi jiwa yang kau maksud, lalu bagaimana cara jiwa seseorang itu berpindah?"


Kalau kau bertanya padaku lalu aku bertanya pada siapa?


"Aku juga tidak tahu Leon, ketika bangun aku sudah berada ditubuh Roseanne di negeri fantasi ini"


Aku menunduk sedih, masih mengira jika aku pindah ke dunia ini karena Delia yang menyumpahi ku.


Leon mengangguk entah karena paham atau menganggap ku gila.


"Lalu sekarang apa tujuan mu Lily?"


Aku tidak salah dengar kan? Leon memanggil ku Lily...


"Kau memanggil ku Lily..?"


"Ya kita impas bukan? Kau membantu ku mengobati rasa rindu pada diri ku yang di panggil Leon dan sekarang aku akan membantu mu mengobati rasa rindu mu dengan memanggil mu Lily"


Leon tersenyum tipis sangat tipis bahkan jika aku tidak duduk tepat disamping nya aku tidak akan tahu kalau dia tersenyum.


"Sekarang aku paham tentang yang kau katakan saat kita disungai sore itu, jadi orang yang menyukai langit sore itu adalah dirimu sendiri dan kau merindukan nya. Benar?"


Ingatan tajam juga aku saja lupa jika pernah berkata seperti itu, hemm mungkin karena saat itu aku sedang terbawa suasana.


"Benar, aku merindukan diriku yang menyukai langit sore. Karena sejak berada di dunia ini aku tidak lagi menyukai langit sore padahal dulu aku sering meluangkan waktu hanya untuk duduk berdiam diri di dekat jendela memandangi langit sore"


"Kenapa, apa langit nya berbeda?"


"Langit nya berbeda dan disini langit sore nya jauh lebih indah daripada di dunia ku"


Tentu saja penulis novel The Heaven Kingdom menggambarkan latar tempat yang bagus untuk novel nya.


"Bukan kah itu bagus, kau bisa menikmati yang lebih indah dari yang biasa kau lihat?"


Aku menggeleng lesu.


"Tidak! langit sore yang sangat indah itu membuat ku menyadari kenyataan jika dunia yang ku tempati sekarang hanyalah hasil imajinasi seseorang"


"Maksud nya?"


Sebenarnya aku tidak ingin cerita sampai tahap ini, tetapi melihat reaksi Leon yang menyimak ku dengan baik membuat mulut ember ku gatal.


"Leon, apa kau akan percaya jika aku bilang kau hanya sebuah tokoh karakter yang berasal dari novel?"


Aku menatap Leon lekat guna menyimak ekspresi wajah nya.


"Hahahahah kau semakin bicara asal Lily"


Sudah ku tebak dia tidak akan percaya, tapi aku suka ketika dia memanggil ku Lily.


"Ya benar, aku hanya bicara asal. Tapi terimakasih karena memanggil ku dengan sebutan Lily"


Aku tulus berterimakasih pada mu Leon, kau orang pertama yang membuat ku nyaman di dunia novel ini.


"Tidak masalah, selagi kau suka aku akan melakukan nya untuk mu"

__ADS_1


ugh! romantis sekali, andai kau manusia asli seperti ku. Aku akan jatuh cinta pada mu Leon.


"Apa sulit?"


Leon bertanya setelah beberapa menit hening.


"Apa nya yang sulit?"


Bicara yang jelas dong!


"Berpindah ke dunia ini?"


Aaahh...aku mengerti maksud nya.


"Rasanya sangat sulit Leon aku harus melukai diri untuk mempercayai bahwa semua ini nyata bukan sekedar bunga tidur dan setelah mempercayai bahwa ini nyata rasanya semakin sulit. berada di dunia yang aku bahkan aku tidak tahu siapa dan mengapa aku bisa disini"


Melihat darah yang mengalir setiap kali aku melukai diri membuat ku sadar bahwa semua ini nyata.


Dan--itu sangat menyesak kan.


Bening kristal diujung mata ku akhirnya pecah, yaa...aku menangis.


Aku menangisi kebodohan ku yang tidak mengingat apapun tentang novel sampah itu.


Hiks hiks... Lily yang malang!


Aku asik menangis sampai merasakan tepukan pelan di pucuk kepala ku.


"Menangislah, tapi jangan terlalu lama nanti riasan mu luntur dan wajah simpanse mu akan terlihat"


Dia berusaha menghibur ku dengan menyamakan wajah cantik Roseanne dengan simpanse? Astaga Leon, tidak bisakah kau memilih perbandingan yang lebih baik.


"Kau buta!? wajah secantik ini kau bandingkan dengan simpanse, bahkan tanpa riasan pun wajah ini masih sangat cantik sampai bisa membuat mu jatuh cinta"


Maki ku kesal, para pria harus tahu jika kita kaum wanita sangat benci jika dibanding-bandingkan.


"Benarkah? Tapi sampai sekarang wajah cantik mu tidak berpengaruh padaku Lily"


Baik, nikmati saja kesombongan dirimu sekarang Leon.


"Belum saja, kita lihat kedepan nya--"


Aku menurunkan lengan nya dari kepala ku, lalu mendekat kan wajah sehingga wajah kami hanya berjarak beberapa centi saja.


"Apa wajah ini berhasil membuat mu jatuh cinta, Duke Eros.."


Wajah Leon menengang bahkan hembusan nafas nya tidak lagi mengenai wajah ku, apa dia terkejut sampai lupa bernafas?


Hahaha Lucu sekali.


"Sedang apa kalian?"


Deg!!


Suara dingin nan berat itu menyadarkan kami dan ketika menoleh aku mendapti Alexander dan Aurelia berdiri tidak jauh dari kami.


Sialan!


🦧🦧🦧

__ADS_1


mas raja sama mbak ruby ganggu aja orang lagi pedekate!


__ADS_2