The Heaven Kingdom

The Heaven Kingdom
THK—Ada Apa Gerangan?


__ADS_3

“Kenapa mengatai ku bodoh, aku hanya bertanya!” Pekik ku kesal, seenaknya saja sudah menyentil jidat glowing ku sampai sakit sekarang malah mengatai ku bodoh.


“Sudalah, aku malas bicara dengan manusia bodoh seperti mu” Desah Alexander malas, dia melanjutkan langkah dan kembali menarik lengan ku.


“Jidat ku sakit…” Rengek ku tidak terima.


“Siapa suruh kau bodoh”


.


.


.


“Ada rapat pengadilan besok?”


Lela mengangguk “Benar nona, pengawal Raja pagi tadi datang dan meminta hamba menyampaikan pesan ini pada nona”


“Rapat pengadilan untuk pejabat Ruby?” Ulang ku lagi dan dijawab anggukan yakin Lela.


“Benar nona, dan nona Anne diminta untuk hadir dan memberikan kesaksian selaku korban kekerasan dari pejabat Ruby” Jelas Lela.


Aku mengangguk paham, sedikit tidak menyangka jika rapat pengadilan ini tetap terjadi. Ku pikir karena keluarga Ruby merupakan calon dari pedamping Raja dimana seorang puteri dari keluarga Ruby adalah calon Ratu masa depan. Dengan semua fakta ini ku pikir kerajaan akan bersikap ‘lembek’pada mereka ternyata tidak yaa…wah sangat menyenangkan.


Sampai disini aku suka jika sikap keadilan seperti ini ditegakkan, meski kasta ‘pelaku’ lebih tinggi daripada ‘korban’ pemerintah kerajaan tetap bersikap adil dalam memberi hukuman.

__ADS_1


Tidak seperti di negeri dongeng ples enamdua itu.


HAHA


HAHA


“Baiklah, aku akan hadir” Jawab ku final.


“Tapi Lela, menurut mu apa kesaksian ku bisa memberatkan hukuman pada pejabat Ruby?”


“Tentu saja nona, besok saat di rapat pengadilan semua keputusan tergantung pada nona Raja hanya akan memberikan dua pilihan. Jika nona ingin pejabat Ruby di hukum berat maka akan diperberat dan begitu sebaliknya” Ucap Lela menjelskan.


“Lalu apa pihak pejabat Ruby bisa melakukan pembelaan?” Tanya ku lagi.


“Bisa terjadi, tetapi tidak terlalu berpengaruh pada hukuman yang nona putuskan. Sepengetahuan Hamba setiap pengadilan itu ada kelas pembagian kesalahan nya dan KEKERASAN pada wanita sudah termasuk pada kelas berat dan fatal. Jadi bisa saja pihak pejabat Ruby tidak diizinkan melakukan pembelaan”


“Lela…kau cocok menjadi guru” Cicit ku tiba-tiba.


“Maaf nona, hamba tidak mengerti” Ucap Lela kebingungan.


“Ah lupakan!”


Jika benar seperti yang dikatakan Lela, lalu aku harus bersikap seperti apa besok.


“Nona, ingin bersiap sekarang?” Teguran Lela menyadarkan ku.

__ADS_1


“Bersiap untuk apa, bukan kah rapat pengadilan nya masih besok?” Tanya ku bingung.


“Bukan kah Yang Mulia Raja meminta nona untuk menemui beliau hari ini”


“Hampir saja aku lupa Lela, baiklah aku akan mandi terlebih dahulu tolong pilihkan aku gaun yang sederhana saja” Aku beranjak dari ranjang dan berjalan keluar kamar, Lela setia mengikuti ku dibelakang.


“Permisi nona Anne” Seorang pelayan wanita menghentikan ku dan Lela.


“Ada apa?”


“Di depan ada nona Ruby meminta ingin bertemu nona Anne” Jawab sang pelayan.


“Nona Ruby” Tanya ku tak yakin.


“Benar nona, nona Ruby baru saja tiba dengan beberapa dayang-dayang nya dan meminta bertemu dengan nona” Jelas pelayan itu sekali lagi untuk meyakinkan ku.


“Untuk apa nona Ruby ingin menemui ku” Gumam ku tanpa sadar.


“Maaf nona, hamba tidak tahu” Jawab pelayan.


“Ah baiklah, minta mereka masuk dan tolong di jamu yaa. Sediakan teh dan beberapa makanan ringan aku bersiap dulu lalu menenui nya”


Pelayan mengangguk dan pamit undur diru untuk menjamu nona Ruby dan rombongan nya.


Sedikit mengejutkan seorang Aurelia Ruby datang jauh-jauh ke kediaman Weasly dan ingin menenui ku. Ada apa gerangan?

__ADS_1


...👑👑👑...


__ADS_2