The Heaven Kingdom

The Heaven Kingdom
THK—Menyamar


__ADS_3

Hei hei\~\~


Jumpa lagi, setelah berbulan-bulan tidak update. Hehe


Terimakasih untuk yang masih mau membaca cerita ini, kalau lupa alurnya nya baca 2 bab sebelumnya yaa.


Selamat membaca\~\~


...👑👑👑...


‘Ada udang dibalik bakwan’ itulah istilah yang sangat populer di dunia ku untuk menunjukkan sebuah sikap seseorang yang berbuat baik kalau ada mau nya saja.


Ya, seperti Alexander. Raja tampan nan masyur sedunia fantasi ini menyogok ku dengan makanan lezat hanya untuk mengikuti perintah nya yang membagongkan. Bagaimana tidak membagongkan, ketika dia menyuruhku berpura-pura sebagai wanita yang menjajahkan tubuh alias pelac*r hanya agar bisa masuk kedalam sebuah ruko yang dilengkapi penjagaan ketat.


“Kau gila Yang Mulia Raja!?” Bisik ku geram penuh penekanan.


“Kau sudah berjanji akan menuruti perintah ku bukan?” Bisik nya pelan, matanya tak lepas dari aktifitas dihalaman ruko yang saat ini kami pantau.


“Benar, tapi kenapa harus jadi pelac—“ Kalimat protes ku di potong nya.


“Cukup, aku tidak menyuruh mu benar-benar menjual diri didalam sana. Hanya berpura-pura agar kita bisa masuk tanpa pemeriksaan” Ucapnya tegas tidak ingin dibantah.

__ADS_1


Aku berdecih pelan “Memang nya untuk apa kita masuk kedalam ruko itu? Kau ingin berburu wanita cantik?” Tanya ku penuh selidik. Setelah memerhatikan ruko itu selama beberapa menit aku yakin jika aktifitas yang terjadi didalam sana tidak jauh dari sekumpulan manusia yang saling berburu demi melampiaskan hasrat seksual mereka.


Alexander kontan mengalihkan perhatian nya padaku begitu mendengar pertanyaan menuduh ku “Bicara seperti itu lagi, akan ku tebas kepala mu” Ancamnya dengan wajah serius.


Iih membuat ku merinding, kenapa dia tidak bisa diajak bercanda sih.


Baiklah, aku harus mengerti jika dia memang harus melakukan hal penting didalam sana bukan untuk berburu wanita penghibur.


Ku hela nafas berat setelah mengambil keputusan berat juga, ku lepas lengan kekar nya yang sejak tadi bertengger manis dipinggang ku entah sejak kapan aku pun tak sadar.


Dia menoleh “Ada apa?” Tanya nya tak senang.


“Apa yang kau lakukan?” Tanya nya tak suka.


“Lihat itu!” Aku menunjuk kearah seorang wanita yang tengah berhadapan dengan penjaga ruko itu.


”Wanita penghibur harus berpenampilan seksi agar menarik pelanggan, seperti dia” Aku masih menunjuk wanita itu, wanita yang memakai gaun merah menyala yang ketat sampai membentuk lekukan tubuhnya dengan sempurna tidak lupa belahan gaun yang tinggi sampai memperlihatkan kaki jenjang nya yang putih mulus lalu belahan dibagian dada yang rendah membuat penampilan wanita itu terlihat menggoda kaum lemah.


“Lalu?” Tanya nya masih tidak mengerti dengan tujuan ku menunjuk wanita itu.


“Ya aku ingin meniru nya untuk mendalami peran, bukankah kau ingin masuk tanpa pemerikasaan ketat? Lihat saja wanita itu langsung dipersilahkan masuk” Ucapku sambil sibuk merapikan rambut ku.

__ADS_1


Alexander diam menatap ku.


“Apa kita perlu mencari gaun skesi terlebih dahulu biar maksimal penyamarannya?”


“TIDAK!” Seru nya berang.


“Kenapa? Ku rasa itu ide yang bagus agar kita bisa masuk dengan cepat” Jawab ku kebingungan melihat Alexander yang tampak marah entah karena apa.


“Tidak ada gaun seksi!” Tegasnya sambil menarik gulungan rambutku yang sudah rapi.


“Kenapa sih!?” Bentak ku kesal, tidak terima dia merusak tatanan rambut ku.


“Rapikan rambut mu dan pakai kembali tudung jubah mu nona Weasly!” Ucapnya penuh penekanan.


“Tap—“ Belum sempat aku protes, tangan besar nya sudah menarik kasar tudung jubah ku dan memakaikan nya tak sabaran menutup kembali kepala ku. Tidak hanya itu, dia juga menaikkan selendang yang tersampir di bagian leher ku sampai menutupi sebagian wajah ku.


“Kau bukan wanita penghibur sungguhan” Ucapnya lagi setelah puas dengan hasil tangan nya yang membuat penampilan ku semakin tertutup daripada sebelumnya.


“Mana ada pelac*r yang hanya menampakan matanya seperti ini!!” Seru ku tidak terima.


“Diam dan ikuti saja aku”

__ADS_1


__ADS_2