
“Jangan paksa otak kecil mu itu untuk berpikir nona Lily, aku bisa melihat kepulan asap keluar dari ubun-ubun mu”
Suara berat pria yang terdengar menyindir itu membuat ku sontak menoleh kebelakang.
“LEOONN!!” Teriak ku tanpa sadar.
Yaa pria yang baru saja menyindir ku adalah Leon, Duke Leonidas yang sudah lama tidak muncul batang hidung nya.
“Wahh ingatan mu cukup baik karena masih mengingatku” Ejaknya lagi sambil melangkah mendekat
“Cih kau bicara seperti itu seolah sudah lima abad tidak bertemu” Cibir ku.
“Duduklah!” Seru ku kegirangan.
Dahi Leon mengernyit bingung “Kenapa kau terlihat senang begitu, apa ada kabar baik?” Leon duduk disamping ku.
Aku mengangguk antusias “Tentu saja, melihat mu adalah kabar baik bagiku”
“Perkataan mu cukup ambigu, jangan buat aku berpikir kalau kau merindukan—“
“Benar, aku sangat merindukan mu. Jangan salah paham aku hanya rindu bicara dengan sesama manusia normal” Aku menghembus nafas lelah.
“Huh aku kecewa” Leon memasang wajah kecewa yang dibuat-buat.
__ADS_1
“Bagaimana kabar mu dan apa yang kau lakukan melamun disini?” Pertanyaan Leon menghentikan basa-basi ku.
“Aku tidak baik-baik saja” Jawab ku lirih.
“Karena masalah pejabat Ruby?” Tanya Leon menebak.
“Sudah ku duga kau tahu masalah itu meski tidak berada di istana”
“Tentu saja aku tahu, saat aku kembali ayah ku terus membicarakan kebaikan hati dan bijaksana nya seorang gadis dari keluarga Weasly. Sampai aku muak mendengarnya”
“Hahah, pejabat Eros memang berlebihan menilai ku” Ucapku tersipu malu “Lalu, beliau bilang apalagi padamu?”
Leon terkekeh mengejek “Suka dipuji huh?”
“Tentu, aku juga gadis normal” Hardik ku lalu dengan enteng nya mencubit lengan berotot milik Leon.
“Tidak ada gadis normal yang suka melakukan kekerasan seperti mu” Leon mengelus lengan bekas cubitan ku, dasar drama aku tahu jika lengan nya tidak sakit sama sekali.
Aku hanya memeletkan lidah mengejek.
“Ayah menyuruh ku menyampaikan undangan makan malam padamu besok. Kau bisa?” Lanjut Leon.
“Pejabat Eros mengundang ku ke kediaman Eros untuk makan malam, kenapa?”
__ADS_1
“Tanyakan pada nya langsung, aku hanya menyampaikan pesan. Kau bisa menolak jika tidak ingin datang” Jawab Leon acuh.
“Aku akan datang, tentu saja. Pejabat Eros sudah bersikap baik padaku jadi dengan senang hati aku akan datang”
Leon mengangguk “Baiklah, sampai jumpa besok malam. Aku pergi dulu”
“Kenapa cepat sekali, bahkan aku belum bercerita banyak dengan mu” Aku cemberut, baru saja kesenangan menghampiri ku saat melihat Leon.
“Aku menghampiri mu hanya untuk menyampaikan pesan dari ayah dan untuk bercerita kita bisa lakukan besok. Kau bisa bercerita sepuasmu tapi untuk hari ini aku sibuk” Leon bangkit dari duduk nya dan berlalu begitu saja.
Mata ku membuntuti Leon sampai pria itu menghilang dibalik sebuah pohon besar, barulah aku kembali melempar pandangan kearah tenang nya danau biru.
Ya, sejak tadi aku mencari ketenangan di danau biru dengan harapan bisa menyusun potongan kemungkinan mimpi buruk ku beberapa hari ini.
“Permisi nona Anne\~” Sapa Lela.
“Ada apa Lela?”
“Yang Mulia Raja meminta pengawalnya menjemput nona”
Aku langsung berbalik mencari keberadaan pengawal Raja yang dimaksud Lela, benar saja ada dua orang pria yang sering aku lihat berada disekitar Raja.
Aku menghembus nafas Lelah, hari tenang ku akan berakhir jika sudah bertemu dengan Alexander. Ternyata pria itu tidak bisa memberikan ku waktu tenang lebih banyak lagi.
__ADS_1
Tapi setelah dipikir, aku memang harus menemui nya sekedar mengucapkan terimaksih atas sikap tegas nya dalam menghukum pejabat Ruby.
...👑👑👑...