
“Hamba tidak akan memberikan hukuman kepada pejabat Ruby atas tindakan nya!”
Akhirnya—aku bisa berseru tegas setelah membacakan mantra ajaib ku.
Seruan ku disambut dengan bisikan para pejabat, ya mereka pasti keheranan karena sang korban tidak memberi hukuman apapun.
“Tidak memberikan hukuman?” Beo Alexander dengan tatapan yang mengarah kearah ku.
“Benar Yang Mulia\~”
“Hamba rasa hal yang dilakukan pejabat Ruby masih bisa hamba maafkan, mungkin beliau saat itu tidak dalam keadaan baik sehingga bersikap emosional. Hamba yakin jika pejabat Ruby sebenarnya tidak berniat buruk kepada hamba”
“Izin bicara Yang Mulia”
Pria yang sejak tadi berdiri tidak jauh dari ku bersuara dan Alexander mengangguk.
“Apa nona Weasly yakin untuk tidak memberikan hukuman, mengingat pejabat Ruby melakukan kekerasan pada nona Weasly dalam keadaan sepenuhnya sadar dan hal itu bisa memberikan hukuman yang berat pada pejabat Ruby jika nona Weasly ingin” Pria itu berucap dengan nada tidak terima.
Ucapan pria itu dibalas dengan anggukan kepala pejabat lain, tanda mereka setuju dengan pendapat nya.
Lucu sekali, ternyata pejabat Ruby memiliki banyak haters.
“Terimakasih sudah mengingatkan, tetapi hamba tetap pada keputusan awal Yang Mulia” Jawab ku lantang mengabaikan bisik-bisik tetangga.
__ADS_1
Alexander diam dan memandang ku lama sebelum beralih kearah pejabat Ruby yang saat ini tengah menunduk dihadapan Alexander.
“Izin bicara Yang Mulia, dengan pernyataan nona Weasly tadi dapat hamba simpulkan jika hukuman untuk pejabat Ruby ditiadakan” Ucap Pria yang berdiri disamping pejabat Ruby yang ku tebak adalah pembela nya dengan kata lain adalah pengacara pejabar Ruby.
“Izin bicara Yang Mulia, hamba tidak setuju jika pejabat Ruby tidak diberi hukuman” Itu suara Emmett.
“Tapi puteri mu sendiri yang tidak ingin memberi hukuman” Sela Alexander.
Emmett langsung menatap ku penuh amarah “Hamba yakin, puteri hamba hanya sedang ketakutan saat ini. Mengingat jika puteri pejabat Ruby mendatangi kediaman Weasly dan bisa saja nona Ruby mengancam puteri hamba untuk tidak memberikan hukuman kepada ayah nya”
Huh? Dari mana Emmett tahu jika nona Ruby mendatangi kediaman, dan apa katanya mengancam?
Hahah, Aku diancam oleh gadis bodoh seperti Aurelia Ruby? Hah yang benar saja.
“Be..benar yang Mulia” Jawab ku gugup.
“Apa nona Ruby mendatangi mu dan mengancam?” Tanya Alexander lagi.
Aku melirik Emmett sebentar, masih penasaran dari mana dia tahu tentang Ruby.
”Izin menjawab Yang Mulia….benar jika nona Ruby mendatangi kediaman Weasly dan berbicara pada hamba untuk tidak memberatkan hukuman pejabat Ruby” Jawab ku.
“Ada ada ancaman?”
__ADS_1
“Tidak ada yang berupa ancaman Yang Mulia, tetapi nona Ruby meminta dengan bahasa yang sedikit tidak sopan” Bisakah aku jujur.
Maaf Emmett aku tidak bisa membenarkan jika Nona Ruby mengancam ku, itu bisa menjatuhkan harga diri ku di hadapan Alexander yang tahu dengan jelas keadaan sebenarnya.
“Baiklah, apa keputusan mu itu dikarenakan nona Ruby?”
“Izin menjawab Yang Mulia, hamba merasa sedikit iba dengan nona Ruby Jika hamba berada di posisi nona Ruby maka hamba juga akan melakukan hal yang sama agar ayah hamba tidak dihukum karena tidak ada satupun puteri di negeri ini ingin ayah nya dihukum” Jawab ku lirih tidak lupa memasang wajah sendu.
Agak jijik sebenarnya aku bicara seperti ini, tapi demi citra yang baik aku harus berlagak sebagai puteri yang penyayang. Dan benar saja—pernyataan ku barusan mendapatkan reaksi baik dari pejabat lain.
“Karena itu hamba memutuskan untuk tidak memberi hukuman pada pejabat Ruby”
...👑👑👑...
Izin promo karya baru bisa kan ya?
Utor bikin karya baru yang chat Story, judul nya MENCARI GADIS MAWAR
Kepoin dung, cari di pencarian atau klik aja profil utor untuk lihat list karya yang utor buat.
Yang cover nya gini yaaa…
__ADS_1
*yuk dikepoin **💕💕*