
“Apa itu hal yang buruk Yang Mulia?” Tanya ku sedikit ragu.
“Berhenti berbicara formal padaku!”
Apa kenapa tiba-tiba membahas itu.
“Hamba tidak mengerti Yang Mulia”
“Berhenti berbicara formal padaku, memanggil ku Yang Mulia!” Ucapnya penuh penekanan.
“Ahh…hamba tidak pantas seperti itu Yang Mulia”
SREEKK
Hitungan detik saja, wajahnya sudah berada satu centi didepan wajah ku bahkan ujung hidung kami sudah bersentuhan.
”Yang—“
“Sekali lagi kau menggunakan bahasa formal padaku, maka jangan salahkan aku jika—“
Alexander menurunkan tatapan nya pada bibir ku, aku yang paham maksud nya langsung gelagapan.
“Ah…baik” Aku menolak pelan bahu nya agar segera menjauh dariku.
“Kau bisa dengan lancar memanggil Duke Eros dengan nama depan nya, sedangkan padaku”
Lagi lagi dia membawa Leon dalam obrolan, yang aku tidak mengerti adalah kenapa dia selalu membandingkan dirinya dengan Leon yang jelas-jelas berbeda dari segi harta dan tahta.
“Baiklah, Alexander” Ucapku cepat, tidak ingin merusak suasana hati nya yang sedikit baik.
__ADS_1
Jika suasana hati nya buruk, aku takut dia tidak ingin membantu ku.
“Kedengarannya tidak buruk” Ujung bibir nya terangkat sekilas. Seperti orang yang menahan senyum.
“Lalu bagaimana, apa kau bisa membantu ku?”
“Tentu saja, besok temui aku kembali”
“Untuk apa? Tidak bisa diselesaikan hari ini saja Alexander?” Tanya ku tidak sabaran.
“Kenapa kau terburu-buru sekali, sebenarnya aku ingin tahu apa alasan mu mengajukan pendapat seperti itu?”
Aduh, aku salah bicara sampai memancing rasa penasaran nya yang tidak tepat waktu.
“Aku hanya ingin cepat menyelesaikan ini”
“Menyelesaikan apa?”
Berpikirlah\~
Berpikirlah\~
“Alexander! Yang pertama kau harus memberitahu ku perkiraan muncul nya bulan surga” Ucapku cepat mengalihkan pembicaraan.
“Wah, kau semakin berani memerintah ku yang nona Weasly”
“Tidak, aku tidak memerintah. Aku hanya ingin semua berjalan dengan baik, jika aku tahu kapan perkiraan bulan surga timbul maka dalam kurun waktu itu aku bisa mencari bukti atas pendapat yang aku ajukan”
“Bukti?”
__ADS_1
Aku mengangguk “Aku harus mencari satu saja bukti yang bisa menjelaskan tentang kemungkinan kecurangan yang terjadi jika kebijakan pemilihan pemimpin masa depan masih menggunakan cara ramalan. Setidaknya jika aku punya bukti maka pendapat ku bisa diperkuat dan meyakinkan pejabat yang lain” Jelasku panjang lebar.
“Tadi aku sudah menjelaskan perkiraan bulan surga timbul padamu, tapi kau tidak mendengarkan nya” Sindir nya telak.
“Yaa..tadi aku sedang memikirkan sesuatu saja…”
”Apa yang kau pikirkan, pria pasar itu atau Duke Eros”
“Kenapa kau selalu membawa orang lain dalam pembicaraan kita, kau sampai membuat ku berpikir jika kau cemburu dengan mereka” Ucap ku acuh, ku raih gulungan kertas itu dan membuka nya.
“Kau tidak tahu” Tanya nya datar.
“Apa?” Jawab ku cepat.
“Aku memang—ah sudalah otak bodoh mu tidak akan mengerti” Alexander merebut gulungan kertas itu dari tanganku dengan kasar.
Apasih, seenaknya saja mengatai orang bodoh. Kau tidak tahu ya di kehidupan sebelum nya aku seorang programmer. Yang bekerja menggunakan otak!
Yaa memang semua pekerjaan itu harus pakai otak sih, tapikan jadi programmer itu tidak mudah tahu.
“Sekarang kembalilah, besok pengawal ku akan menjemput mu” Perintahnya.
“Kita bisa menyelesaikan nya hari ini, kenapa harus menunggu besok” Seru ku tidak terima.
Tapi dia tetap acuh lalu berdiri kembali ke meja kerja nya, sikap acuh nya benar-benar sedang mengusirku.
Sialan! Kalau aku tidak membutuhkan mu sudah ku pukul sejak tadi.
Hanya bisa menghela nafs pasrah “Baiklah, Aku akan kembali besok”
__ADS_1
“Keberkahan pada Yang Mulia dan Heaven Land\~” Salam penutup, lalu dengan langkah berat aku keluar dari ruangan Alexander.