The Heaven Kingdom

The Heaven Kingdom
THK—Memetik Bunga


__ADS_3

Ucapan Ragnar beberapa waktu lalu ternyata jadi beban dikepala ku, membuat ku terus bertanya apakah benar yang dia katakan jika Alexander mengajak ku dalam penyelidikan itu karena alasan aku pantas.


Pantas berperan sebagai wanita penghibur? Lalu ada apa dengan sikap nya yang tidak terima ketika aku hendak mengubah penampilan tertutup ku agar lebih seksi dan meyakinkan. Dia bersikap seolah tidak terima dan marah ketika bagian tubuh ku dipertontonkan meski hanya berpura-pura, menurutku dia posesif pada saat itu atau hanya perasaan ku saja.


Aku yang lemah ini salah memahami jika sikap itu adalah bentuk kepedulian nya terhadap ku, namun bisa saja Sebenarnya saat itu Alexander justru tidak nyaman berada disampingku yang berpenampilan terbuka.


Ya benar, dia pasti tidak menginginkan ada berita miring antara aku dan dia ditambah saat itu kami berada di tempat hiburan. Pasti dia takut kabar burung tersebar dan didengar oleh kekasihnya Aurelia Ruby.


Benar, pada akhirnya dia hanya menjaga perasaan sang kekasih.


“Nona Anne, makanan nya sudah siap”


Ku tatap makanan yang disediakan Lela diatas meja, makanan yang lengkap meski tidak ada nasi.


Huh aku rindu nasi.


“Terimakasih Lela” Lela mengangguk dan mundur beberapa langkah mempersilahkan ku untuk menyantap hidangan.


“Lela, apa Ragnar masih berada di kediaman?”


“Hamba menjawab, tuan muda Ragnar sudah meninggalkan kediaman tadi pagi nona”


Aku mengangguk paham, syukurlah dia sudah pergi aku merasa tidak nyaman dengan keberadaan nya dirumah ini sejak terakhir kali kami bertemu.

__ADS_1


“Nona tadi pagi, ada pengawal dari kediaman Duke Eros yang menanyakan keadaan nona” Ucap Lela memberitahu.


Uhuukk


“Nona baik-baik saja?” Lela bergegas mendekat karena aku tersedak.


“Aku baik-baik saja, Aku hanya baru teringat jika aku ada janji untuk berkunjung memenuhi undangan makan malam dari kediaman Duke Eros” Jelasku.


“Tolong kabari kediaman Duke Eros jika aku sudah baik-baik saja dan akan segera berkunjung” Lela mengangguk dan pamit undur diri.


Aku menyelesaikan santap siangku, lalu bergegas untuk bebersih diri rasanya aku harus keluar sebentar mencari udara segar.


.


.



Gumam ku bangga pada penampilan sempurna Roseanne Weasly di depan cermin, meski hanya menggunakan gaun segerhana namun kecantikan Roseanne Weasly tetap terpancar dan bersinar.


Ugh aku iri.


“Nona Anne?“ Lela menegurku dengan tatapan bingung, memerhatikan penampilan ku.

__ADS_1


“Oiya Lela sore ini aku akan keluar sebentar mencari udara segar” Terang ku lalu meraih tas keranjang yang terletak di meja.


“Baik nona, Mari\~” Ucap Lela mempersilahkan ku.


“Tidak, aku ingin pergi sendiri” Bantah ku langsung “ Aku hanya ingin menghibur diri dengan memetik bunga-bunga indah di tamana kediaman Weasly, jadi kau tidak perlu ikut Lela”


Yapss aku memetik bunga di sore hari sepertinya tidak buruk untuk mood ku yang berantakan.


“Tapi nona—“


“Cukup Lela ini perintah, aku pergi dulu byeee\~\~” Aku melambai dan berjalan menjauh.


Taman kediaman Weasly tidak jauh dari sini, jadi hanya perlu berjalan beberapa meter dan sampaii waahhh aku tidak sabar untuk melakoni hobi baru ku ini.


Haha….sebenarnya cukup lucu, memakai gaun anggun dan memetik bunga di sore hari tidak pernah terbayang oleh ku sebelumnya. Aku yang asli tidak terlalu menyukai kegiatan seperti ini, rasanya lebih baik aku rebahan bermain game online seharian dikamar kecil ku daripada memetik bunga.


Tapi tak apa, roda berputar. Daripada sibuk berpikiran buruk dan ujung-ujung nya membuat ku gatal untuk menggores lengan dengan belati.


“Selamat Sore nona Weasly-“


Suara sapaan itu mengaburkan khayalan indah ku, aku mengangkat wajah guna melihat siapa yang baru saja menyapa ku.


Setelah melihat wajahnya, aku langsung mengutuk dalam hati.

__ADS_1


“Bye bye sore ku yang indah…hiks hikss”


...👑👑👑...


__ADS_2