
...THE HEAVEN KINGODM...
Sudah dua hari berlalu sejak kejadian tragis di rapat pejabat, selama dua hari ini pula aku mengalami demam yang kemungkinan akibat syok pada kelakuan pejabat Ruby.
Dimalam pertama demam aku mengalami mimpi buruk yang sebelum nya tidak pernah aku alami jangankan mimpi buruk, bermimpi saja aku tidak pernah sejak tinggal di dunia novel ini.
Di mimpi ku, ada sesosok pria tinggi besar dengan badan berbulu mendatangi ku dan secara tiba-tibe mencekik ku. Mimpi nya terasa sangat nyata sampai saat bangun pun aku bisa merasakan sedikit sakit dibagian leher ku.
Entah itu bekas cekikan pejabat Ruby atau sosok yang ada dalam mimpi ku, pada malam kedua setelah kejadian itu aku kembali bermimpi buruk. Dalam mimpi itu aku didorong seseorang kedalam sebuah danau tidak hanya di dorong saja tapi orang itu berusaha menekan ku agar aku tidak naik ke permukaan air rasanya dada ku sesak dan susah bernafas layak nya seseorang yang tenggelam.
Tapi ada yang aneh, saat aku tenggelam di dasar danau itu aku melihat seorang gadis berambut gelap yang juga ada didasar danau. Gadis itu tidak bergerak sama sekali ku rasa dia sudah mati. Aku ingin membantu nya tatapi tidak bisa, begitu bangun dari tidur baru aku sadari jika sosok gadis berambut gelap di dasar danau itu terasa tidak asing bagiku. Seperti seseorang yang aku kenali bahkan sangat kenal tapi aku tidak bisa mengingat apapun.
Aku berusaha memikirkan hal baik, mimpi buruk berturut dalam dua malam itu mungkin adalah efek dari badan ku yang kurang sehat serta rasa keterkejutan ku akibat pejabat Ruby. Tetap saja mimpi itu tidak bisa aku lupakan.
__ADS_1
Tok Tok
Suara ketukan pintu menyadarkan ku dari lamunan panjang.
“Masuk!” Seru ku memerintah.
Pintu terbuka dan nampak lah Lela dan seorang pelayan wanita dibelakang nya, ditangan mereka ada nampan berisi makanan.
“Permisi nona Anne” Sapa Lela dan mendekat kearah ku.
Layaknya seperti orang sakit pada umum nya, aku tidak berselera makan apapun padahal sebelum nya makan adalah kegiatan yang kulakukan seharian.
“Hamba sudah membuatkan bubur, agar nona lebih mudah mencerna nya” Terang Lela menggeser mangkok berisi bubur kehadapan ku.
__ADS_1
“Terimakasih Lela” Sahut ku lemah.
“Sudah tugas hamba, melayani nona” Lela tersenyum, tangan nya sibuk memindahkan isi nampan kedua diatas meja ku.
“Setelah bubur nya habis, silahkan nona meminum ramuan obat ini agar rasa pusing nya berkurang” Sekali lagi, Lela menunjuk mangkuk berisi cairan berwarna hitam.
Aku hanya mengangguk mengerti dan tidak banyak membantah, karena aku juga ingin segera pulih dan kembali beraktifitas meski tidak memiliki aktifitas apapun.
Melihat Lela yang seperti ini membuat ku merindukan sahabat laknat ku Delia, meski laknat begitu. Delia adalah orang nomor satu yang paling khawatir jika aku sakit, dia akan terus mengomeli dan memaki ku ini dan itu layaknya seorang ibu tiri yang kejam. Tetapi tetap menjaga ku sepanjang hari.
Delia aku rindu.
Apakabar dia ya?
__ADS_1
Apa dia menjalani hidup bahagia nya tanpa ku, huh itu sudah pasti. Dia menikmati hidup tenang nya tanpa anak asuh yang merepotkan seperti ku.
...👑👑👑...