The Heaven Kingdom

The Heaven Kingdom
THK—Bercanda Katamu?


__ADS_3

Akhirnya aku berangkat bersama dengan rombongan Aurelia Ruby menuju istana, tidak mungkin bukan jika dia tetap tinggal di kediaman ku sedangkan tuan rumahnya pergi keluar.


Tadi juga Aurelia Ruby bilang jika dia kebetulan ada urusan juga di istana, entah berbohong atau tidak aku tak peduli.


Sampai di kawasan istana aku undur diri pada Ruby, yaa sekedar bersopan santun.


“Kalau begitu, aku permisi nona Ruby hendak ke ruangan Yang Mulia Raja” Ujar ku sambil menunduk sedikit.


“Ya” Aurelia Ruby hanya menjawab singkat.


.


.


Seperti biasa, sesampai nya depan ruangan Raja penjaga pintu memberitahukan kedatangan ku setelah ada sahutan dari dalam barulah aku dipersilahkan masuk.


Begitu masuk kedalam ruangan aku langsung menemukan keberadaan Alexander yang duduk anteng diatas meja lebar mya dengan sebelah kaki di tekuk.


“Keberkahan pada Yang—“


“Kau terlambat” Ucap Alexander memotong ucapan salam ku.


Berdecak sebal, belum apa-apa saja Alexander sudah cari ribut.

__ADS_1


”Aku tidak terlambat, karena kemarin kau tidak menyebutkan waktu yang jelas hanya menyuruh ku datang kan?“ Bela ku tidak mau disalahkan.


“Jika aku tidak menyebutkan waktu yang jelas berarti kau bisa datang sesuka mu hah?” Tanya nya masih dengan nada tidak senang.


“Sudalah, ini bukan waktu yang tepat untuk berdebat” Cicit ku malas.


“Jadi kapan waktu yang tepat untuk kita berdebat, malam hari diatas ranjang?”


Ini contoh manusia yang lahirnya dengan otak setengah.


“Mesum yang mendarah daging yaa bund” Sindirku langsung.


“Kau bicara tidak jelas” Balas nya tidak terima.


“Calon istri ku, siapa?” Tanya nya bodoh.


“Memang nya kau punya calon istri berapa hah! Siapa lagi kalau bukan Aurelia Ruby!?” Sentak ku sangat kesal.


Dia hanya mengangkat bahu acuh.


“Cukup! Aku jauh datang kesini bukan untuk berdebat dengan mu. sekarang cepat beritahu aku janji mu kemarin!” Pria ini harus dialihkan fokus nya biar tidak kemana-mana.


“Ck, kau datang ketika ada mau nya saja” Sindirnya lagi.

__ADS_1


“Sialan” Gumam ku pelan agar tidak terdengar oleh nya, tapi memang dasar nasib ku yang malang.


“Kau memaki ku?” Tuduh nya.


“Tidak, aku memuji mu tampan hehe” Ku beri senyuman termanis ku.


“Aku tidak tergoda dengan senyuman mu itu” Ucapnya datar turun dari meja nya dan meraih gulungan kertas diujung meja.


“Aku juga tidak berniat menggoda mu, tapi jangan salah yaa…Leon bilang senyuman ku manis kok sampai hati nya meleleh” Aku bohong, Leon tidak pernah bicara seperti itu yang ada dia malah mengejek wajah cantik ku tidak mempan padanya.


Aku berbicara begini hanya untuk mengangkat derajat ku di mata pria angkuh dan mesum ini, agar dia tidak beranggapan jika aku sengaja menggoda nya tadi.


BRAK


Deg! Aku terlonjak mendengar bunyi keras bantingan benda di meja itu, Ku lihat ternyata Alexander membanting gulungan kertas yang dia pegang ke meja dengan sangat kuat.


“Kau…kenapa?” Cicit ku takut.


“Apa kau tengah memamerkan kemesraan mu dengan Duke Eros” Tanya nya dingin, tatapan mata biru terang itu menajam.


Aku menggeleng “Tidak, aku hanya ber..canda” Jawab ku gugup.


Menakutkan, sungguh tatapan tajam nya sangat menakutkan.

__ADS_1


“Bercanda katamu?!”


__ADS_2