
...THE HEAVEN KINGDOM...
Setelah mengumpulkan niat dan keberanian yang cukup, akhirnya aku memutuskan untuk menemui Alexander dengan tujuan menanyakan kapan bulan surga timbul. Karena itu lah aku terpaksa berdandan ria dan mengenakan gaun terbaik ku untuk menemui Alexander, bukan berniat untuk menggoda nya hanya saja Emmett masih terus memantau gerak-gerik ku dalam mendekati Alexander. Sudah jelas karena dia memerintahkan seorang pelayan wanita untuk terus mengikuti ku.
Dalam perjalanan menuju ruangan Raja aku melihat Ragnar dilorong istana diikuti dengan beberapa pengawal dibelakang nya, pakaian nya sedikit berbeda dengan biasanya yang hanya memakai pakaian bangsawan pria kali ini dia memakai atribut perang lengkap dengan tombak ditangan kanan nya. Jujur saja sampai sekarang aku belum mengetahui apa peran Ragnar dalam kerajaan selain menjadi putera perdana menteri.
"Ragnar!" Ketika melihat keradaan Ragnar aku langsung memanggil nya.
"Tidak bisakah kau memanggil ku dengan sopan!?" Tegur Ragnar menatap ku dingin.
"Baiklah, KAKAK. Aku ingin bicara dengan mu" Aku berucap dengan menekan kan kata Kakak, agar dia puas.
"Bicara apa, cepatlah aku sedang buru-buru!" Jawab nya ketus.
"Kemarin kau bilang ingin bicara pada ayah tentang berhenti menyuruhku menggoda Raja bukan? Apa sudah kau bicarakan, kenapa pelayan suruhan ayah itu terus mengikuti ku?" Aku menunjuk pelayan wanita suruhan Emmett yang berdiri sambil menunduk.
Ragnar menatap pelayan itu sekilas lalu menjawab "Sudah ku bicarakan, tetapi ayah masih belum mau berhenti sebelum tanda-tanda bulan surga itu muncul"
"Mau sampai kapan? bukan nya kau yang bilang kalau tidak ada yang mengetahui kapan bulan surga itu timbul" Aku kesal sekali, kenapa Emmett terus bersikeras menyuruh ku menggoda Raja padahal dia tahu itu tidak akan berhasil.
"Ya, tapi ayah masih mencari tahu tentang keterlibatan keluarga Ruby dengan peramal kepercayaan kerajaan itu" Jawab Ragnar.
"Jadi menurut mu apa aku harus tetap mengikuti perintah ayah?" Jujur saja, aku sudah malas berpikir tentang perintah Emmett dan berharap Ragnar bisa membantu.
"Kenapa bertanya pada ku, lakukan apa yang ingin kau lakukan" Aku salah karena berharap mendapatkan secercah dukungan dari Ragnar.
"Awalnya aku berharap kau bisa membantu ku keluar dari perintah ayah yang tidak masuk akal itu dan mendengar ucapan mu kemarin yang menyelamatkan nama baik ku agar tidak dianggap mengganggu hubungan orang lain secara tidak sadar hati ku senang mendapat dukungan dari mu tapi__" Aku menjeda ucapan ku dan menatap Ragnar penuh kekecewaan yang tidak bisa ku sembunyikan.
"Aku salah telah berharap lebih pada kakak tidak berguna seperti mu, kau dan Emmett sama saja. Sama sama Sialan!" Maki ku kesal.
Setelah meluapkan kekesalan, aku beranjak meninggalkan Ragnar dengan keterpakuan nya. Persetan jika Ragnar tersinggung dengan ucapan ku. Aku hanya mewakili perasaan Roseanne yang juga pasti kecewa dengan sikap Ragnar dan Emmett.
.
.
Kembali ke tujuan awal, aku melanjutkan langkah menuju ruang kerja Alexander setelah lebih dulu memerintahkan Lela untuk memberitahu rencana kedatangan ku pada pengawal Raja. Sudah pasti untuk bertemu dengan seorang Raja itu tidak bisa sembarangan.
Dan ternyara Raja menerima rencana kedatangan ku dan mempersilahkan aku masuk kedalam ruangan nya.
__ADS_1
"Keberkahan pada Yang Mulia Raja dan Heaven Land~" Ucap ku memberisalam hormat begitu menemukan keberadaan Alexander dibalik meja kebesaran nya.
Alexander tidak membalas bahkan dia tidak menengok kearah ku, dia tetap sibuk dengan kertas-kertas yang tidak aku ketahui apa.
"Ada keperluan apa nona Weasly menemui ku?" Tanya Alexander akhirnya setelah hening beberapa detik.
"Kedatangan Hamba hanya ingin menanyakan beberapa hal pada Yang Mulia Raja" Jawab ku sopan masih dalam posisi bicara sambil menunduk.
"Katakan!" Ucap nya memerintah.
Ck! apa dia tidak bisa bersikap ramah pada tamu, tolong persilahkan aku duduk. Gaun kembang ini menyiksa ku.
"Yang Mulia tidak mempersilahkan hamba duduk?" Aku bergumam pelan dan tidak berharap dia mendengar nya.
"Kau pikir bisa bersantai diruangan ku, memang nya kau siapa?" Ucap Alexander sarkas.
Deg!
Hahaha entah kenapa ucapan nya sedikit menyakiti hatiku, meski ucapan nya benar aku bukan siapa-siapa baginya.
"Hamba memohon maaf, hamba hanya rakyat jelata yang tidak tahu diri" Cicit ku merendah.
Melihat mood Alexander, seperti nya aku tidak bisa bertanya perihal timbul nya bulan surga pada nya sekarang. Dia seperti tidak menginginkan ku berada disini karena sejak tadi dia tidak sedikitpun menatap kearah ku dan sikap acuh nya seolah menolak ku.
"Seperti nya kehadiran hamba mengganggu waktu Yang Mulia, maaf kan hamba. Kalau begitu hamba permisi" Aku semakin menunduk berharap dia menyangga pendapat ku.
"Keberkahan pada Yang Mulia Raja dan Heaven Land~" Setelah memberi salam aku bergerak mundur tapi suara nya menghentikan ku.
"Siapa yang mengijinkan mu pergi hm?" Suara datar itu mengintruksi.
Kau yang menyuruhku pergi dengan tindakan mu yang acuh dan ketus sejak aku masuk ke ruangan ini.
"Hamba hanya sadar diri karena mengganggu waktu Yang Mulia Raja" Ucap ku berusaha sopan.
KREEK
Alexander berdiri dari kursi kebesaran nya dan mendekat kearah ku.
"Lalu setelah menganggu waktu ku, kau pikir bisa pergi seenaknya?" Tanya nya sarkas.
__ADS_1
"Emm, tidak Yang Mulia. Hamba hanya tidak ingin menganggu waktu Yang Mulia lebih banyak lagi" Jawab ku sedikit gagap, karena Alexander berhenti tepat dihadapan ku memandang ku lekat.
"Benar begitu? atau karena kau buru-buru ingin berduaan dengan Duke Eros?"
Huh? Apa maksud nya.
"Hamba tidak mengerti maksud Yang Mulia"
"Seperti nya aku harus segera menutup danau biru dari kunjungan orang-orang" Bukan nya menjawab pertanyaan ku, Alexander justru membicarakan penutupan danau biru.
"Ke kenapa danau biru ditutup Yang Mulia?" Tanya ku gugup karena aku bisa merasakan tatapan tajam Alexander menusuk ku.
"Kau khawatir, karena tidak akan bisa duduk berduaan lagi dengan Duke Eros di danau biru?"
Mendengar pertanyaan sarkas nya aku langsung mendongak dan menatap tepat dimatanya, bukan berniat untuk lancang hanya saja aku menangkap nada cemburu di ucapan nya barusan.
Jadi aku harus memastikan lagi melalui mata nya dan--aku tidak mendapatkan apa-apa, tatapanya tetap tajam meski wajah nya datar.
"Tidak, hamba tidak mengkhawatirkan itu. Hanya saja sangat disayangkan jika danau biru ditutup padahal danau biru tempat yang indah diistana ini" Jawab ku jujur.
"Tentu saja kau tidak khawatir karena kalian berdua bisa bermesraan kapan saja dan dimana saja kan?"
Pria ini kenapa sih, terus memojokkan dan menuduhku bermesaraan dengan Leon. Cih seperti seseorang yang cemburu saja.
"Hamba tidak pernah bermesraan berdua dengan Leon Yang Mulia" Jawab ku membela diri.
"Ck! Leon? Panggilan yang romantis ya. Dan kau pikir aku buta tidak bisa melihat kau dan Duke Eros duduk berduaan di danau biru heh?"
Astaga! Kenapa aku seperti wanita yang tertangkap basah selingkuh oleh kekasih ku, Alexander bertindak seperti kekasih yang sedang cemburu saja.
"Maksud hamba Duke Eros, dan kami hanya duduk mengobrol biasa Yang Mulia Raja"
Dan, kenapa aku bertindak seperti kekasih yang menjelaskan kesalahpahamam.
...****************...
Ada yang panas lihat ayang berduaan dengan yang lain 😀😀
Jangan lupa sesajen nya heheh
__ADS_1