The Heaven Kingdom

The Heaven Kingdom
THK__ Menutup dengan Anggun


__ADS_3

Aku menatap sepasang kekasih memuak ini bergantian "Sudah selesai?" Suara ku sedikit bergetar ketika bertanya.


Tangis ku hendak pecah namun pikiran ku melarang keras untuk menangis sebab aku sadar jika aku menangis sekarang dihadapan mereka, sudah pasti mereka merasa menang.


Sudah cukup dicela saja aku tidak ingin dipandang kalah, meski dalam hati ingin sekali aku menarik pedang dipinggang Alexander lalu mengayunkan pedang itu pada leher pemiliknya.


"Jika sudah selesai, hamba ingin keluar dari sini. Bagaimana nona Ruby dan Yang Mulia Raja?" Aku bertanya dengan segenap rasa hormat dan santun.


Aku tersenyum tipis menanti jawaban dari keduanya, namun tidak kunjunh ada jawaban selain wajah merendahkan dari Aurelia Ruby.


"Baiklah, sepertinya sudah tidak ada lagi. Kalau begitu hamba permis..."


"Belum selesai nona Weasly!" Potong Aurelia Ruby.


"Kalau begitu silahkan dilanjutkan, aku siap mendengar semua celaan dan hinaan dari sepasang pemimpin hebat masa depan Heaven Land ini" Ucapku dengan senyuman penuh.

__ADS_1


Aurelia bedecih dan tersenyum sinis, dia sudah merasa menang sejak Alexander memberitahu alasan nya mengajak ku hari itu karena sesuai dengan apa yang ingin dia dengar.


"Kau harus meminta maaf pada ku!" Ucapnya remeh.


Aku mengernyit bingung.


Aurelia tersenyum miring "Kau harus meminta maaf karena telah menamparku dan menggoda kekasih ku" Ucap nya tegas.


"Baik, hamba meminta maaf telah menampar nona Ruby Yang terhormat juga meminta maaf karena telah MENGGODA" Mata ku melirik Alexander sekilas "kekasih nona Ruby" Lanjutku.


Aurelia tersenyum penuh kemenangan "Aku memaafkan mu nona Weasly dan ku harap kau tidak akan mengulangi nya dan juga ku harap menjauhi Yang Mulia Raja mulai dari sekarang" Suara nya berubah lemah lembut, menunjukkan jika dia berlapang dada menerima permintaan maafku.


Lalu melirik Alexander yang memasang wajah datar, tidak bisa ku tebak apa yang sedang di pikirkan pria brengksek ini. Mulut nya yang sejak tadi mencela ku tidak lagi bersuara.


"Juga ku harap Yang Mulia Raja juga jangan menganggu hamba lagi_"

__ADS_1


"Jangan bicara omong kosong!" Aurelia berseru marah "Yang Mulia tidak pernah menganggu mu"


"Ah aku lupa jika nona Ruby tidak mengetahui apa apa yaa..hmmm" Ku lirik Alexander, dengan gerakan pelan dan sensual ku elus bibir bawah ku yang tebaĺ dan menggoda.


Lalu tertawa keras maju selangkah mendekati Aurelia "Tetaplah jadi kekasih yang tidak mengetahui apapun nona Ruby, sebab jika kau mengetahui kelakuan kekasihmu.... kau akan mati berdiri" Bisik ku pelan tepat ditelinganya, mataku tidak lepas dari Alexander yang berdiri dibelakang Aurelia.


Dengan sengaja aku mengedipkan mata dan menggigit bibir sensual, setelah itu aku mundur menjauhi Aurelia yang tubunya menegang.


Karena mereka menuduh ku wanita penggoda yaaa sekalian saja aku wujudkan, hahaha tapi ini sangat menarik.


"Jika sudah tidak ada lagi yang dibicarakan, hamba permisi dulu Yang Mulia Raja dan nona Ruby.... Keberkahan pada Yang Mulia Raja dan Heaven Land~~"


Aku menutup pertempuran hari ini dengan anggun lengkap dengan salam hormat.


Mereka pikir dengan menekan ku seperti itu, aku akan menangis?

__ADS_1


Emm tadi memang hampir menangis, itupun karena ucapan mencela Alexander. Bukan jenis patah hati karena telah di cela orang yang kita cintai namun jenis patah hati karena merasa telah dikhianati. Aku sudah membantu nya tetapi justru dia menusuk ku dari belakang.


Bukan kan sangat brengksek?


__ADS_2