The Heaven Kingdom

The Heaven Kingdom
THK—Rapat Pejabat (1)


__ADS_3

...THE HEAVEN KINGDOM...


“Jangan sembarangan bicara nona Weasly, ramalan pemimpin masa depan itu dilakukan oleh peramal kepercayaan istana yang bekerja sejak ratusan tahun yang lalu” Lagi lagi pejabat Ruby menyanggah ku.


“Izin bicara Yang Mulia, Cukup banyak celah yang bisa dimanfaat beberapa orang yang tidak bertanggung jawab ketika pemilihan pemimpin dipilih melalui ramalan Yang Mulia” Ucap ku tegas mengabaikan sanggahan pejabat Ruby.


“Lalu apa solusi yang kau bisa kau berikan?” Tanya Alexander.


“Izin berbicara Yang Mulia, hamba dan pejabat lain tidak setuju jika kebijakan sebelum nya diragukan. Gadis ini sudah bertindak lancang dengan meragukan kebijakan kerajaan dan menuduh peramal kepercayaan kerajaan lalai dalam bekerja” Seorang pejabat yang berdiri dibarisan paling depan mengeluarkan suara nya.


Ucapan nya di dukung oleh bisik persetujuan dari pejabat yang lain dan tatapan tidak suka pun menghujani pungguku.


“Izin berbicara Yang Mulia, itu benar harus nya saat ini nona Weasly harimus dihukum dipenjara bawah tanah karena telah meragukan kebijakan kerajaan” Sambung pejabat yang lain.

__ADS_1


Sialan!


Aku melirik kearah Emmett dan dia hanya menanggapi dengan gelengan kepala seolah memberi isyarat, jangan takut! Lanjutkan tujuan mu!


“Izin berbicara Yang Mulia, Puteri ku belum mengatakan semua yang ingin ia sampaikan, kenapa sejak tadi kalian terus menyanggah nya” Emmett menggeram kesal.


“Pejabat Weasly, kau mendukung pendapat puteri mu berarti sama saja kau meragukan kebijakan para Raja terdahulu” Celetuk pejabat Ruby dengan remeh.


Aku mengabaikan debat para pejabat tua itu, sekarang aku harus fokus mendapat rasa kepercayaan Alexander sampai dia menyetujui pendapat ku


Alexander memberi isyarat tangan mempersilahkan ku berbicara.


“Terimakasih Yang Mulia” Cicit ku, setelah itu aku menatap kearah pejabat Ruby yang kebetulan tengah menatap ku nyalang “Sekali lagi aku tegaskan jika aku tidak meragukan kebijakan Raja terdahulu, aku hanya berpendapat jika ramalan sangat tidak efektif dilakukan untuk hal yang sakral seperti memilih pemimpin masa depan”

__ADS_1


“Kita tarik dari dua sudut pandang, secara baik dan buruk nya. Jika kita ambil dari sudut pandang yang baik adalah berarti kerajaan Heaven Land konsisten dalam penerapan kebijakan tapi dari sudut pandang buruk nya maka ke-konsistenan kerajaan inilah yang melahirkan rasa SEPELE segilintir orang tentang kebijakan yang lemah” Aku mendongak pada Alexander.


“Yang Mulia, segelintir orang ini akan beranggapan jika tidak akan ada efek yang besar saat mereka ikut campur dalam proses pemeilihan pemimpin masa depan—“


“Tidak ada seorang pun yang bisa ikut campur dalam proses pemilihan, semua nya murni dilakukan oleh peramal kepercayaan kerajaan” Lagi, pejabat Ruby seenaknya memotong ucapakan ku.


“Aku belum selesai pejabat Ruby, Yang Mulia hamba ingin bertanya apa Yang Mulia memastikan secara langsung jika proses ramalan itu berjalan bersih sesuai aturan yang ada?“ Alexander tampak berpikir tapi tidak menjawab apapun.


“Apa ada jaminan jika hasil ramalan tersebut adalah hasil yang sebenar nya. Yang Mulia?” Aku mendesak Alexander lagi dengan pertanyaan retoris, karena aku tahu saat proses ramalan terjadi sang Raja tidak pernah ikut campur Raja hanya akan mendengarkan hasil nya.


“Raja tidak berkewajiban mengikuti proses ramalan karena itu bukan tugas Yang Mulia Raja”


“Sangat disayangkan jika seorang Raja tidak ikut serta dalam proses sakral tersebut, padahal proses itu menentukan masa depan kerajaan yang beliau pimpin” Ucap ku menyindir Alexander secara tidak langsung.

__ADS_1


...👑👑👑...


__ADS_2