The Heaven Kingdom

The Heaven Kingdom
Laku Keras


__ADS_3

“Berdirilah pejabat Ruby, aku sudah memaafkan mu” Aku bicara cepat agar pejabat Ruby menyudahi acara berlututnya tetapi pejabat Ruby tetap diam diposisi nya aku tahu. Hanya Alexander yang berhak memerintahkan nya untuk bangun.


“Izin bicara Yang Mulia, hamba sudah memaafkan dan mengampuni pejabat Ruby dengan tulus jadi hamba mohon segera perintahkan beliau untuk bangun”


“Semudah itu?”


Maksudnya? Aku mengernyit bingung.


“Semudah itu nona Weasly mengampuni pejabat Ruby atas perlakuan nya yang telah mencekik mu didepan banyak orang, kau terlalu baik atau terlalu bodoh nona?” Sindiran pedas diucapkan Alexander.


“Izin bicara Yang Mulia, hamba tidak terlalu baik ataupun terlalu bodoh. Hamba hanya tidak ingin mempermalukan pejabat Ruby lebih jauh karena mau bagaimanapun beliau tidak sebanding dengan hamba, lagi pula setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan dan khilaf tugas kita mengingatkan dan memaafkan mereka. Tapi—tidak untuk kesalhan kedua, karena manusia lain juga punya batas kesabaran” Diakhir kalimat aku balik menatap pejabat Ruby dengan dingin.


Perkataan panjang ku disambut baik oleh bisikan setuju dari para pejabat lain, aku juga bisa mendengar kalimat pujian yang mereka lontarkan padaku.


“Begitu? Baiklah aku memaklumi kebaikan mu nona Weasly” Alexander memberi tatapan mengejek padaku, huh aku tahu dia sedang menertawakan drama yang ku lakukan.


“Bangunlah pejabat Ruby” Perintah Alexander, pejabat Ruby langsung berdiri tanpa bisa mengangkat kepala nya.

__ADS_1


“Ini kejadian terakhir yang aku dapati kekerasan pada wanita bangsawan yang dilakukan oleh seorang pejabat, aku tidak ingin ada kejadian lain karena hukuman yang kalian dapat bisa lebih dari ini” Alexander berucap tegas melihat seluruh pejabat yang hadir.


“Persidangan ditutup!”


Alexander turun dari kursi kebesarannya berjalan menuju pintu diruangan diikuti salam hormat dari para pejabat.


Begitu tubuh Alexander dan para pengawalnya di hilang dibalik pintu, pejabat-pejabat langsung membubarkan diri dari barisan ada yang membentuk lingkaran dengan, ada yang memilih keluar ruangan seperti yang dilakukan pejabat Ruby.


Tanpa banyak bicara, dia langsung berjalan keluar dengan kepala tertunduk.


“Nona Weasly” Tegur seorang pejabat yang aku kenal sebagai ayahanda dari Duke Leonidas.


“Ah, tidak perlu hormat begitu nona Weasly” Balasnya sambil tersenyum.


“Sudah kewajiban untuk menghormati orang yang lebih tua pejabat Eros” Aku menebar senyuman terbaik ku.


“Aku tidak menyangka jika nona dari keluarga Weasly begitu sopan dan hormat pada orang lain” Ucap seorang pejabat yang tidak aku kenali.

__ADS_1


“Benar, Pejabat Weasly beruntung memiliki puteri seperti mu. Lain kali datang lah ke kediaman keluarga kami untuk makan malam” Sambung pejabat lain.


Aku baru sadar jika saat ini aku tengah dikelilingi oleh beberapa pejabat.


“Terimakasih tuan pejabat atas undangan nya, dilain waktu aku akan berkunjung dengan senang hati” Jawab ku lembut.


“Kalau begitu aku juga mengundang nona Weasly ke kediaman keluarga kami, aku akan mengenalkan nona Weasly dengan putera ku yang ksatria perang”


“Aku juga akan mengenalkan putera ku pada nona Weasly, pasti dia senang berkenalan dengan wanita bangsawan yang cantik dan baik hati seperti nona Weasly”


Aku hanya mengangguk sopan sambil tersenyum menanggapi para ayah yang mempromosikan putera nya padaku, sejujurnya bibir ku sedikit pegal karena terus tersenyum tapi bagaimana drama menjadi peran protagonis Ku belum selesai.


“Kalian tenang lah, jangan membuat nona Weasly tidak nyaman” Ucap pejabat Eros, yaa hanya baliau satu-satunya pejabat yang aku kenal diantara mereka yang mengelilingiku.


Delia! Delia harus tahu jika sahabat terbaiknya nya ini laku keras didunia novel ini.


Hahahah

__ADS_1


DELIAAAAA AKU LAKU KERAAASSSS


__ADS_2