The Heaven Kingdom

The Heaven Kingdom
THK--Minum Teh Berdua


__ADS_3

...THE HEAVEN KINGDOM...


Sudah sepekan sejak terakhir kali aku bertemu dengan Alxander di kediaman ku, sejak saat itu dia tidak pernah datang lagi dan aku pun tidak pernah berkunjung ke istana. Selain tidak ada keperluan ku rasa istana bukan lah tempat yang bisa ku kunjungi sesuka hati.


Sampai pagi ini Lela memberitahu bahwa Aurelia Ruby mengundang ku untuk minum teh bersama di istana, rencana rebahan seharian ku pun gagal karena dia.


"Apa aku bisa menolak Lela?"


Aku bertanya malas pada Lela.


"Sebenar nya bisa saja nona, tetapi nona harus memberikan alasan yang jelas pada nona Ruby"


Jawab Lela dengan posisi menunduk.


"Bisa berikan aku contoh alasan yang bisa diterima?"


Aku sedang malas berpikir.


"Pergi berperang?"


Cicit Lela polos, bagaimana mungkin aku memberikan alasan seperti itu sedangkan Aurelia Ruby tahu bahwa puteri perdana menteri tidak pernah ditugaskan untuk berperang.


Dasar Lela!


"Yaa..alasan yang bagus Lela tapi tidak masuk diakal, baiklah aku akan pergi"


Hanya minum teh kan? Tidak akan ada genjatan senjata jadi aku bisa tenang.


"Beritahu nona Ruby kalau aku akan menghadiri undangan nya, jadi sekarang pergi lah aku ingin istirahat sebentar"


Ucap ku memerintahkan Lela untuk segera pergi.


"Baik nona Anne akan hamba sampaikan dan selamat istirahat nona"


Lela mundur dan memberi salam hormat setelah itu pintu kamar ku tertutup.


Aku harus istirahat memupuk tenaga untuk menemui Aurelia Ruby, aku tidak yakin dia hanya ingin sekedar minum teh bersama pasti ada maksud tertentu dia ingin menemuiku.


Tebakan sementara ku adalah dia membahas tentang Alexander.


Huh! Sepasang kekasih itu memang selalu merepotkan ku.


.


.


.


"Kau sudah tiba nona Weasly?"


Ucap Aurelia sambil berdiri menyambut ku.


"Ya, terimakasih telah mengundang ku"


Aku tersenyum tipis dan menunduk sebentar memberi salam hormat karena bagaimana pun dia adalah calon Ratu di negeri ini.


Hahaha


Aku sedang mendalami peran menjadi rakyat yang bertata krama.


"Dan--tempat ini sangat indah nona Ruby"


Aku memerhatikan sekitar tempat ini yang dipenuhi bunga berwarna merah muda, terlihat sangat indah.


"Kau suka nona Weasly?"


Tanya Aurelia dan dia mempersilahkan ku duduk dengan gerakan tangan nya.


"Ya aku suka tempat ini sangat indah"


Jawab ku singkat dan duduk dikursi yang sudah ditarik kan oleh pelayan dibelakang ku.


"Syukurlah kalau begitu, Yang Mulia Raja memang menyediakan tempat ini untuk ku menghabiskan waktu dengan secangkir teh. Juga beliau menginzinkan ku untuk mengundang orang lain"


Ucap Aurelia Ruby sambil tersenyum simpul.


Dari yang aku tangkap, ada maksud PAMER diperkataan nya tadi. Tapi aku tidak akan menanggapi apa yang kau pamerkan kali ini nona.


Aku hanya mengangguk paham sebagai jawaban dan memulai percakapan.


"Ada tujuan apa nona Ruby mengundang ku untuk minum teh bersama?"


"Tidak ada tujuan apa-apa, aku hanya ingin menghabiskan waktu sore ku bersama nona Weasly karena Yang Mulia Raja sedang tidak ada waktu untuk saat ini"


Jelas Aurelia Ruby.

__ADS_1


Jadi dia memanggil ku untuk menggantikan kekasih nya yang tidak bisa menemani dia sore ini, wahh...luar biasa.


"Aah begitu"


Aku tidak ingin berdebat ria dengan nya karena aku tahu lagi-lagi dia berniat pamer padaku.


Kau ingin membuat aku cemburu bukan?


Maaf...aku tidak cemburu sama sekali, bahkan aku sudah melakukan hal yang lebih dari sekedar duduk berdua dengan kekasih mu!


Hahahaha


Bagaimana kalau dia tahu ya?


"Tuangkan teh nya"


Ucap Aurelia Ruby memerintahkan pelayan.


Pelayan kemudian menuangkan teh pada cangkir cantik yang terletak dimeja.


"Terimakasih"


Aku bergumam pada pelayan dan dibalas anggukan kepala.


"Silahkan dinikmati teh nya nona Weasly~"


Karena sudah dipersilahkan aku pun meneguk teh itu dengan anggun.


Tentu saja aku sudah mendapat pelajaran kilat cara minum teh dengan anggun dari Lela, dia mengajari tata cara meminum teh yang anggun dan benar.


Aurelia juga meminum teh dengan anggun lalu meletak kan nya kembali ke piring kecil.


"Apa nona Weasly sudah merasa baikan sekarang?"


Tanya Aurelia memulai percakapan.


"Aku dalam keadaan baik sekarang"


Kalau aku tidak baik tidak akan aku berada di hadapan mu sekarang nona.


"Syukurlah, tapi aku dengar kalau beberapa waktu lalu nona Weasly ditemukan tenggelam di danau biru. Apa itu benar?"


Oh..jadi maksud nya menanyakan keadaan ku pasca kejadian di danau biru, baiklah aku sudah bisa meraba arah pembicaraan nya.


"Benar, ada kecelakaan kecil di danau biru malam itu"


"Kecelakaan...atau nona Weasly sendirilah yang melompat ke danau biru--"


Aku menatap nya lekat, ingin melihat sejauh apa dia bisa menyudutkan ku dengan gaya anggun.


"Maksud ku, selama ini tidak pernah terjadi kecelakaan seseorang terjatuh ke danau biru. Kecuali orang tersebut sengaja melompat"


Aurelia melanjutkan perkataan nya.


Aku mengangguk.


"Benarkah? berarti kejadian yang terjadi malam itu pada kita berdua juga bukan kecelakaan nona?"


Aurelia mengernyit bingung.


"Apa maksud nya nona Weasly?"


"Malam saat nona Ruby dan aku ditemukan tenggelam di danau biru, kita berdua tenggelam. Apa nona Ruby melupakan kejadian malam itu?" Tanya ku.


"Ahh itu, tentu saja aku masih ingat. Apalagi saat nona Weasly menarik ku ke dalam air"


Sekilas aku melihat raut puas nya.


"Nah..berhubung kita membahas ini. Ada yang ingin ku tanyakan--apa yang terjadi sebelum kita berdua tenggelam?"


Aku tahu ini hal bodoh, menanyakan perkara nya kepada pelaku sendiri. Sudah pasti dia akan menceritakan kebohongan sesuai kebutuhan nya


"Tidak ada yang terjadi, kita hanya mengobrol biasa seperti ini lalu tiba-tiba nona Weasly melompat ke air dan menarik kaki ku"


Apa Roseanne bertingkah se-random itu yang melakukan hal berbahaya secara tiba-tiba tanpa penyebab yang jelas.


"Apa kita begitu dekat sampai mengobrol berdua sampai larut malam?"


Ku rasa hubungan Roseanne dan Aurelia tidak cukup dekat sampai menghabiskan waktu larut malam untuk mengobrol.


Memang nya ada gadis yang bisa membangun hubungan baik dengan gadis lain yang telah menggoda kekasih nya?


Ku yakin tidak ada, karena aku sendiripun tidak bisa bersikap sebaik itu.


"Aku cukup kecewa kalau nona Weasly mempertanyakan kedekatan kita, apa selama ini kita kurang dekat menurut mu nona?"

__ADS_1


Aurelia Ruby tersenyum kecewa yang menurut ku terlalu dibuat-buat.


"Maaf mengecewakan mu nona Ruby, tetapi jika benar hubungan kita cukup dekat tu berarti nona Ruby sangat dermawan karena bisa bersikap baik dengan ku yang sudah jelas menggoda kekasih nona"


Dia terdiam sejenak lalu mengembangkan senyum anggun kebanggaan nya.


"Benar...aku juga baru menyadari nya, tapi nona Weasly tenang saja aku bukan orang yang pendendam"


Cuih! omongan mu sungguh tidak selaras dengan tatapan benci mu pada ku.


"Syukurlah...dan sebelum nya aku ingin meminta maaf pada nona Ruby untuk semua kesalahan yang telah ku perbuat pada nona"


Aku meminta maaf bukan berarti mengaku salah, aku hanya mundur sebentar untuk mengumpulkan bukti.


"Untuk apa meminta maaf, semua yang kau lakukan memang wajar untuk seorang wanita yang menyukai pria. Apalagi pria tersebut telah memiliki kekasih, aku anggap itu bentuk perjuangan dari nona Weasly"


Wahh...dia neremehkan ku ternyata.


"Terimakasih untuk kebaikan nya tetapi aku ingin meluruskan kesalah pahaman selama ini--bahwa aku tidak menyukai kekasih nona"


Mengerti kan dengan maksud ku?


AKU TIDAK MENYUKAI ALEXANDER!


"Lalu kenapa nona Wealsy terus menggoda Yang Mulia Raja?"


Tentu saja karena perintah ayah bejat, Emmett.


"Emm--hanya ingin saja"


Mendengar jawaban ku seketika dia melotot kesal meski hanya beberapa detik, dia langsung merubah ekspresi nya menjadi tersenyum.


"Jadi hanya karena ingin? Tidak benar-benar menyukai Yang Mulia Raja?"


Tanya nya memastikan.


Aku mengangguk mantap.


"Tapi nona Ruby tenang saja, saat ini aku tidak punya keinginan untuk menggoda Yang Mulia Raja lagi, Jadi nona Ruby bisa tenang"


Ucap ku sambil tersenyum manis.


Aurelia Ruby terkekeh kecil lalu mengangkat gelas teh nya dan meneguk pelan.


"Sejak dulu pun aku tidak pernah merasa terganggu dengan keberadaan nona Wealsy yang menggoda Yang Mulia Raja, karena aku yakin dengan cintai beliau pada ku"


Wahh...aku suka rasa percaya diri nya.


"Baguslah, berarti aku tidak perlu merasa bersalah lagi bukan?"


Tangan nya yang diatas meja terlihat mengepal meski wajah tetap tersenyum.


Munafik!


Aku tahu kau tidak sepercaya diri itu pada rasa cinta yang diberikan kekasih mu terbukti dari betapa benci nya kau padaku.


"Tetapi perbuatan nona Weasly juga tidak bisa dibenarkan, apalagi sampai mencelakai orang lain"


Ucap nya pelan.


"Sebenarnya aku tidak percaya jika malam itu aku lah yang menarik nona Ruby sampai jatuh kedalam danau biru, dan sesuai dengan nona Ruby bilang tadi kalau aku tiba-tiba saja melompat ke air dan menarik kaki nona? Aku tidak sebodoh itu melompat ke air tanpa alasan apapun--dan juga aku tidak bisa berenang..."


Tubuh nya menegang seketika aku tidak tahu bagian mana dari ucapan ku yang membuat nya terkejut.


Aku melanjutkan ucapan ku.


"Apa nona Ruby akan sengaja melompat ke air jika nona Ruby sadar kalau nona tidak bisa berenang?"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Fyi!


Dari bab awal sampai bab ini utor selalu pakai POV nya Roseanne Weasly (Lily Anne) yaa..


Mungkin kedepan nya juga akan sama.


Karena dari awal utor ingin menantang diri sendiri untuk buat cerita yang mengandalkan satu sudut pandang pemeran nya tapi bisa menyampaikan alur cerita secara keseluruhan.


Agak susah btw 😀😀


But..masih belajar dan mencoba.


Dan untuk setiap percakapan utor jarang menyematkan nama pembicara setelah kalimat karena utor hanya melibatkan dua tokoh dalam percakapan, harapan nya pembaca bisa menebak sendiri siapa tokoh yang sedang bicara.


Terlalu banyak pengulangan kata kalau menambahkan nama pembicara diujung kalimat.

__ADS_1


Tapi kedepan nya utor akan berusaha buat semaksimal mungkin menjelaskan setiap tokoh yang terlibat pembicaraan.


Terimakasih saran nya😘


__ADS_2