The Heaven Kingdom

The Heaven Kingdom
THK—Debat Saudara (2)


__ADS_3

...The Heaven Kingdom...


“Kau cukup sadar diri untuk itu, baguslah aku tidak perlu menjelaskan nya lagi” Ragnar menghela mafas lega.


“Apa kau tidak mau tahu untuk alasan ku yang tidak menyukai mu?” Aku bertanya balik.


Dahi mengernyit bingung dan menatap ku aneh-aneh “Kau tidak menyukai ku?” Tanya nya.


“Ya, kau tidak tahu? Wah sudah ku duga jika rasa peka mu itu terbatas” Ucap ku nyinyir.


“Bagaimana bisa kau mengatakan tidak menyukai ku padahal selama ini kau yang selalu mengemis perhatian dan kasih sayang dariku” Ucap nya bangga.


Astaga Anne, apa yang kau pikirkan sampai harus mengemis perhatian pada kakak tidak berguna mu ini.


“Dulu! Itu dulu. Dan ku beritahu, jika Anne yang kau maksud sudah mati” Jawab ku lugas.


“Apa maksud mu?” Tanya nya tidak suka.


“Kurang jelas? Anne yang kau maksud tadi sudah mati, Anne yang mengemis perhatian dan kasih sayang dari mu itu sudah mati dan Anne yang sekarang adalah Anne yang membenci kakak tidak berguna seperti mu” Ucap ku telak.


Rahang nya mengetat, tangan nya yang terletak dimeja sekarang sudah terkepal sampai memutih. Ku tebak dia sedang dipuncak kesabaran nya.


“Kau pikir kau berguna?” Sindir nya balik.

__ADS_1


“Tentu saja aku tidak berguna, aku memiliki kakak yang tidak berguna dan seorang ayah yang bajingan lalu apa kau masih berharap aku berguna setelah melihat dua orang keluarga ku itu?”


Hening, Ragnar tidak langsung menjawab dan melihat itu aku pun merasa tidak ada lagi yang perlu didebatkan. Aku mendorong kursi dan beranjak hendak keluar dari perpustakaan tapi suara dingin Ragnar menghentikan langkah ku.


“Kau lahir dengan kedua bola mata yang berbeda warna, kau tahu artinya?”


Aku berbalik kearah Ragnar menunggu pria itu melanjutkan ucapan nya.


“Itu artinya kau lahir dengan kutukan” Lanjut nya.


“Apa maksud mu?” Sedikit membingungkan, dia menghubungkan warna bola mata Anne dengan kesialan. Dia tidak tahu apa ini merupakan anugrah yang tidak semua orang punya.


“Sebesar apapun usaha mu untuk memperbaiki hidup mu itu tidak akan berhasil, karena selain kelahiran mu merupakan kesialan bagi keluarga Weasly. Kau juga lahir dengan kedua bola mata yang membawa kesialan bagi semua orang. sederhana nya bencana yang akan menimpa keluarga besar Weasly nanti nya adalah karena mu”


“Apa ada sejenis kutukan pada seseorang yang memiliki warna bola mata yang berbeda?” Tanya ku penasaran.


“Haha” Ragnar tertawa paksa ”Sebenarnya kau siapa?”


DEG!!


Apa kenapa tiba-tiba dia menanyakan itu, apa tingkah ku terlalu mencolok sehingga dia menyadari perbedaan antara Wealsy yang dulu dan sekarang? Dasar ceroboh! Kalau dia sudah curiga aku dalam bahaya.


“Tentu saja aku Anne, kau pikir siapa hah!?” Sentak ku marah guna menutupi rasa takut.

__ADS_1


“Jika kau Anne harus nya kau tidak perlu bertanya tentang kutukan untuk seseorang seperti mu, kau tidak ingat jika dulu kau mengamuk pada ayah ketika mengetahui kutukan itu tanpa sengaja” Ucap Ragnar.


Bagaimana aku bisa ingat, aku bukan Anne yang asli. Aku hanya pembaca yang memiliki nasib sial sampai harus terdampar disini.


“Emmm—seperti nya aku lupa, kau tahu sejak kejadian aku terjatuh ke danau biru malam itu bersama nona Ruby ingatan ku sedikit terganggu. Ada banyak hal dimasa lalu yang tidak bisa ku ingat dengan baik” Ya, benar aku harus mencari alasan agar Ragnar tidak menaruh curiga padaku.


Ragnar menatap tidak percaya kearah ku lalu tersenyum sini.


KREEKK


Kursi terdorong kebelakang dan Ragnar bangkit dari duduk nya mendekati ku.


”Cari tahu sendiri setelah itu bercerminlah, cermini dirimu sebelum mengatai orang lain tidak berguna”


Setelah mengatakan itu Ragnar berlalu, keluar dari perpustakaan.


Sialan! Ragnar selalu membuat ku kalah diakhir perdebatan dan menyisakan sejuta tanda tanya.


Apa benar ada kutukan untuk seseorang yang seperti ku?


Apa memiliki mata seperti ini adalah kutukan?


...👑👑👑...

__ADS_1


__ADS_2