
Tentu saja Ruby tidak mau jika ayah nya mendapat hukuman sama seperti ku saat itu, pasti sangat memalukan jika seorang pejabat dari keluarga Ruby yang kasta nya diatas itu dikirim ke daerah perbatasan dan melayani rakyat jelata disana. Akan semakin parah saat rakyat tahu jika pejabat tersebut adalah calon mertua dari Raja, pemimpin negeri ini.
Meski hanya calon, tetapi hal tersebut sudah cukup membanggakan bagi keluarga Ruby.
“Sejujurnya, hamba tidak ingin ayah hamba di hukum. Karena hal yang menimpa nona Wealsy terjadi sebab nona Weasly lah yang telah memancing amarah ayah, hamba percaya jika ayah bukanlah seseorang yang mudah terpancing amarah nya jika tidak ada yang menyulut” Ucap Ruby percaya diri.
“Jadi…kau menyalahkan ku, begitu nona Ruby?” Tanya ku dingin.
Sudah cukup, wanita ular ini semakin menebar racun fitnah dan kebodohan nya kemana-mana. Jadi harus segera aku hentikan.
“Ada hal yang perlu kau ketahui sebelum banyak bicara hal bodoh dan omong kosong nona Ruby, hukuman yang aku dapatkan saat itu sama sekali tidak ada hubungan nya dengan kemurahan hati dari keluarga Ruby! Hukuman ku ditentukan oleh jaksa umum kerajaan setelah berdiskusi dengan beberapa jaksa lainnya. Ingat ini TIDAK ADA HUBUNGAN NYA DENGAN KEMURAHAN HATI KELUARGA RUBY!” Aku menekan setiap kata diakhir ucapan ku, agar tertanam di otak bodoh wanita ular itu.
Ku abaikan tatapan Alexander di hadapan ku, aku fokus menatap Aurelia Ruby.
__ADS_1
”Bukan kah sudah ku beritahu tadi pagi, jika dua permasalahan ini adalah hal yang jauh berbeda. Akan aku beritahu dimana letak perbedaan nya agar kepala cantik mu yang kosong itu mengerti, dengar….” aku menarik lengan Ruby dengan kasar agar dia mendongak dan menatap ku.
“Kemarin malam di danau biru aku sudah memberitahu mu tentang Kode Etik dan Larangan yang harus di patuhi setiap peserta rapat pada saat rapat keistanaan, kau mengingatnya ucapan ku nona Ruby? Ah sepertinya tidak—“ Potong ku sebelum dia menjawab.
“Sebenarnya cukup melelahkan mengulangi ucapan yang sama tapi demi bertambah nya isi kepala nona Ruby tidak mengapa aku ulangi. Dengar dan simak baik-baik karena tidak ada pengulangan ketiga!” Sindir ku.
Ruby hanya membolakan mata nya kesal padaku, jemarin nya memutih akibat terlalu kuat dicengkram sang empu.
“Pejabat Ruby mendapat pengadilan adalah karena kesalahan fatal yang beliau lakukan sendiri. Pertama pejabat Ruby terus memotong ucapan seseorang dirapat dengan tidak sopan bahkan beliau juga memotong kalimat Yang Mulia Raja, kedua pejabat Ruby melakukan kekerasaan pada seseorang tanpa sebab yang jelas dihadapan Raja dan pejabat istana lain. Karena kedua hal inilah maka pejabat Ruby dianggap melanggar kode etik dan larangan dalam rapat keistanaan, lalu apa bedanya dengan kasus pejabat Ruby dengan kasus malam itu di danau biru—“ Aku menarik nafas panjang sebelum kembali menjelaskan nya.
“Kau menuduh—“
“Tidak aku tidak menuduh mu nona Ruby, tapi memang seperti itulah bahan pertimbangan dalam pengadilan” Aku memotong cepat sebelum Aurelia Ruby berbicar hal bodoh.
__ADS_1
“Nona Ruby bertindak seperti ini pasti karena mengetahui jika keputusan ku sangat berpengaruh pada hukuman untuk pejabat Ruby bukan? Tahu kenapa bisa begitu? Karena aku adalah korban kekerasan tersebut dengan bukti dan saksi mata yang banyak pada saat kejadian oleh sebab itu hukuman nya di putuskan oleh ku bukan jaksa umum” Jelas ku lagi.
Aurelia Ruby hanya menunduk diam entah karena paham atau mengantuk mendengar penjelasan panjang ku.
“Mengerti nona Ruby!?” Sentak ku keras, mendorong kursi nya sedikit sampai dia mendogak dan menatap ku tajam.
Begini lah ciri-ciri orang bodoh ketika diberitahu, membangkang dan merasa terhina padahal jika dia berusaha melihat dari sudut pandang yang baik maka dapat dia lihat jika aku sama sekali tidak menghina nya.
Yaa…meski pilihan kata ku cukup kasar untuk ukuran ‘Memberitahu’ tapi itu salah nya sendiri kenapa bisa begitu bodoh dan tidak tahu malu nya. Terus membandingkan dua hal yang sudah jelas jauh berbeda dan terus menjunjung tinggi pendapat nya yang salah.
Kemurahan hati katanya?
HAHAHAAH dasar bodoh!
__ADS_1
...👑👑👑...